Event & Festival

Jejak kemeriahan Festival Bumi Rafflesia Bengkulu

festival-bumi-rafflesia

Bunga Rafflesia arnoldii atau lebih familiar dengan nama bunga Rafflesia adalah salah satu bunga kebanggaan miliki bangsa yang hampir tidak ditemukan di negara-negara lain. Bahkan di Indonesia pun, bunga ini lebih sering terlihat di Bengkulu. Bunga yang ditemukan oleh Gubernur Thomas Stamford Raffles dan dr Joseph Arnoldi pada tahun 1818 ini memang sangat unik. Karena itulah kenapa pemerintah daerah propinsi Bengkulu mengadakan sebuah acara unik bernama Festival Bumi Rafflesia.

festival-bumi-rafflesia

foto : www.beritaterbaru.co.id

 

Pelaksanaan Festival Bumi Rafflesia

Momen Festival Bumi Rafflesia ini berbarengan dengan mekarnya si bunga berbau busuk yang ada di Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, tepatnya di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5. Bunga Rafflesia yang berhasil mekar di sini bukan sembarangan bunga karena dianggap tidak lazim mengingat umumnya memiliki 5 kelompak. Namun yang mekar di sana punya kelopak berjumlah 6. Hal ini tentu membuat Festival Bumi Rafflesia menjadi semakin istimewa.

Festival Bumi Rafflesia yang diselenggarakan selama 3 hari, yaitu dari tanggal 21 – 23 Agustus 2015 dipusatkan Pantai Panjang, yaitu sebuah kawasan wisata yang sangat terkenal di Bengkulu. Tujuannya tidak lain agar kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara makin bertambah. Dengan begitu, pendapatan asli daerah pun bisa ditingkatkan.

Perlombaan dalam Festival Bumi Rafflesia

Untuk menyemarakan Festival Bumi Rafflesia, panitia sudah bekerja keras untuk menyukseskannya. Biar acaranya makin meriah, pengunjung yang datang bisa menyaksikan berbagai macam lomba menarik, seperti lomba lari berhadiah jutaan rupiah. Iming-iming ini pun banyak menyedot perhatian warga hingga akhirnya tertarik juga untuk berpartisipasi.

Tidak hanya itu, panitia juga menggelar pagelaran seni budaya asli Bengkulu dalam bentuk parade busana pernikahan adat yang cukup menyita perhatian pengunjung. Begitu juga dengan acara bazar pasar rakyat yang sukses membetot perhatian warga yang ingin memborong berbagai macam keperluan rumah tangga.

Kegiatan ini makin meriah karena berbarengan dengan acara ‘Bengkulu Expo’ sehingga banyak warga Bengkulu dan sekitarnya yang datang bersama rombongan dan keluarga. Bisa dibilang kalau Festival Bumi Rafflesia adalah momen langka dan jadi hiburan murah-meriah bagi masyarakat karena acara yang diagendakan cukup menghibur.

Pesona wisata Bengkulu

Mulanya, bulan Juni 2015 dipilih oleh Pemprov Bengkulu, namun Festival Bumi Rafflesia  akhirnya dimundurkan karena bulan tersebut bertepatan dengan bulan puasa sehingga diganti menjadi bulan Agustus agar tidak mengganggu kekhusukan dalam beribadah.

Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2013, acara Festival Bumi Rafflesia kini malah dijadikan sebagai acara rutin tahunan untuk memperkenalkan budaya dan tempat wisata yang ada di Bengkulu. Pengunjung yang hobi melakukan ekowisata akan disuguhi berbagai macam kegiatan yang tak akan terlupakan. Salah satunya adalah dengan melihat peristiwa mekarnya bunga Rafflesia.

Bisa dibilang kalau momen inilah yang paling banyak ditunggu oleh wisatawan karena ini dianggap sebagai kejadian langka dan tidak setiap waktu bisa disaksikan. Bunga berwarna kemerahan yang sedang mekar ini pun jadi tontonan gratis bagi pecinta alam dan lingkungan. Jepretan foto di sekitarnya tidak pernah berhenti karena semua pengunjung pasti ingin mengabadikan salah satu bunga terbesar di dunia yang berhabitat asli di Bengkulu.

Selain melihat langsung mekarnya bunga Rafflesia, di sana kamu juga bisa melakukan wisata bersejarah, budaya, serta mengenal lebih dekat lagi potensi alam yang dimiliki di Propinsi Bengkulu. Jadi, buat kamu yang hobi banget melakukan petualangan, tempat wisata alam di Bengkulu ini cocok banget denganmu, dan salah satunya adalah mengintip kehidupan gajah Sumatra. Dan yang tak boleh dilewatkan tentu saja menikmati kuliner khas Bengkulu yang tidak kalah lezat dengan daerah lain, seperti pendap, gulau kemba’ang, tempoyak, lema, bagar hiu, kue tat, dan lepek binti.

Travelers, kamu pasti setuju kalau untuk melestarikan perkembangan dari bunga Rafflesia, benar-benar diperlukan sinergi dan usaha ekstra dari berbagai pihak mengingat bunga terbesar di dunia ini habitat aslinya ada di Bengkulu. Dengan begitu, generasi selanjutnya berkesempatan untuk melihat bunga raksasa di negeri sendiri.

(Visited 214 times, 1 visits today)

Comments

To Top