Event & Festival

Fakta Ilmiah Gerhana Matahari Total

Fenomena alam Gerhana Matahari Total (GMT) ini sayang banget kalau sampai terlewatkan. Pasalnya, momen langka ini hanya akan terjadi sekali puluhan tahun. Untuk menyambut GMT pada tanggal 9 Maret 2016 mendatang, ada beberapa fakta ilmiah yang menarik buat kamu. Yuk, simak bareng pegipegi!

1. Pembuktian teori relativitas Einstein

Sir Arthur Eddington dan Franky Dyson mencoba membuktikan teori relativitas Einstein dengan mengamati peristiwa GMT pada tahun 1919. Keduanya memotret Gerhana Matahari Total dari Principe, Afrika Barat ketika gerhana matahari sedang berlangsung, karena pada saat itu cahaya matahari menjadi redup sehingga cahaya bintang dapat teramati dengan baik. Ternyata, teori yang dikemukakan Einsten sangat tepat, cahaya bintang di belakang matahari  mengalami pembelokan sebesar 1,61 detik busur sehingga membuat bintang yang berada di belakang matahari dapat terlihat. menyebabkan bintang yang ada di belakang matahari bisa terlihat.

steelerslounge.com

steelerslounge.com

2. Matahari bintang terbesar di Alam Semesta?

Walaupun hanya terdapat satu matahari di dunia ini, cukup membuat dunia terasa panas, khususnya di daerah tropis. Kedahsyatan sinar matahari membuat kita beranggapan bahwa ukuran matahari sangatlah besar. Faktanya, metode mikrolens gravitasi mengungkapkan bahwa ukuran matahari terbilang kecil. Predikat bintang terbesar di alam semesta disandang oleh UY Scuti, yang berukuran 1708 kali lebih besar dari matahari.

Pada zaman Aztec, matahari yang disembah dan dianggap ‘raja jagat raya’ rupanya hanya segelintir kecil di dalam tata surya. Bahkan, penyembahan terhadap dewa matahari, Huitzilotchi, turut mengorbankan manusia.

www.mexicolore.co.uk

www.mexicolore.co.uk

3. Besar matahari = bulan?

Gerhana matahari total terjadi tepat pada saat bulan menutupi matahari seutuhnya. Jarak bulan ke Bumi lebih dekat 400x dibanding jarak Bumi – matahari (yang diameternya 400x lebih besar daripada bulan). Dalam kondisi ini, seolah besar bulan dan matahari nyaris sama, dan matahari tak nampak karena terhalang bulan, meski berlangsung beberapa saat saja.

news.liputan6.com

news.liputan6.com

Menarik banget ya kan informasinya, kamu pun nggak boleh melewatkan peristiwa bersejarah ini. Apalagi Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat menyaksikan GMT dari daratan.

Lokasi terbaik untuk menyaksikan GMT berada di kota Maba, Halmahera Timur, karena GMT akan terjadi secara penuh selama tiga menit. Adapun kota-kota lainnya yang bisa jadi pilihan kamu seperti Palembang, Ternate, Bangka, Belitung, Jakarta, Palu, Palangkaraya, Balikpapan dan lain-lain.

Belum terlambat untuk dapat menyaksikan GMT secara lebih maksimal. Kamu bisa memesan tiket pesawat murah menuju kota-kota tadi, pesannya cuma di pegipegi.com, ya! Jangan lupa untuk baca fakta lainnya tentang GMT di sini pergipegi.com.

tiket pesawat murah

hotel murah

(Visited 305 times, 1 visits today)

Comments

To Top