Destinasi

Eksotisnya Kampung Jawa di Desa Wisata Candirejo

Berencana untuk traveling ke ke Jawa Tengah dan mulai bosan dengan tujuan wisata yang itu-itu saja? Yuk, berkunjung ke alam desa wisata Candirejo yang jaraknya berdekatan dengan Borobudur.

Nama desa Candirejo sendiri diambil dari kata Candighra. Tapi perlahan-lahan, namanya berubah karena orang-orang terbiasa menyebutnya Candirga, lalu menjadi Candirja, dan akhirnya menjadi Candirejo. Dari segi arti, candi berarti batu, dan rejo artinya subur. Kesimpulannya, Candirejo menjadi sebutan untuk desa yang banyak bebatuannya, tapi tetap subur.

http://yogyakarta.panduanwisata.id/

http://yogyakarta.panduanwisata.id/

Lokasi Candirejo memang dekat dengan Borobudur, sekitar 3 km dan berbatasan dengan Desa Pulutan, Kesongo, Rawa Pening, Jombor, dan masih banyak desa lainnya. Alamnya yang masih eksotis, indah, dan belum banyak ‘digempur’ pembangunan seperti di kota.

Saat berkunjung ke sini, rasakan langsung keramahan warganya, dengan keaslian tradisi dan lingkungan yang amat dijaga. Dengan kata lain, tempat ini sangat pas untuk orang-orang metropolis yang ingin memulihkan pikiran, rehat sejenak dari rutinitas.

http://wahw33d.blogspot.com

http://wahw33d.blogspot.com

Bukan hanya liburan yang bisa kamu dapatkan di Candirejo, sebab desa ini bisa dibilang adalah “simbol Jawa.” Yap, di sini kamu bisa mempelajari sejarah Jawa dan menemukan situs-situs mengagumkan seperti Toyo Asin, Watu Tumbak, Watu Kendil, Tempuran Kali Progo, dan Pabelan. Sejumlah tradisi Jawa pun masih terus dihidupkan di Candirejo, antara lain nyadran, jathilan, kubrosiswo, dan lain-lain.

Untuk menghibur wisatawan, desa wisata Candirejo pun menawarkan beberapa paket wisata seperti: tamasya keliling desa, wisata Bukit Menoreh, aktivitas sungai, pendidikan lingkungan, dan mempelajari kehidupan masyarakat setempat termasuk kesenian tradisionalnya.

Jangan lewatkan kesempatan untuk berkeliling naik delman atau berjalan kaki. Kamu bisa melihat sawah-sawah Candirejo yang dikelola dengan sistem pertanian tradisional. Jika beruntung datang pada musim panen, kita bahkan bisa ikutan memanen padi bersama penduduk. Asyik!

http://wahw33d.blogspot.com

http://wahw33d.blogspot.com

Soal makanan, Candirejo juga nggak mau kalah. Makanan-makanan yang disajikan di sini tentu saja bernuansa tradisional seperti, gudeg dan pecel. Ada juga tahu gimbal, lumpia, hingga babat gongso yang sukses bikin lidah bergoyang hanya dengan membayangkannya saja.

Pulang dari Candirejo, sempatkan pula membeli kenang-kenangan dari sana. Hiasi rumah kamu dengan produk-produk kerajinan pedesaan seperti tikar, tas, hiasan dinding, tatakan gelas, lukisan, dan masih banyak lagi. Kamu pun bisa melihat-lihat proses pembuatannya, atau langsung beli di Pasar Desa.

Bagaimana, makin tertarik untuk berkunjung dan menghidup udara Candirejo?

Buat kamu yang berencana road trip, pilih rute perjalanan melalui kota Solo, Yogyakarta, atau Semarang. Dari Semarang, jaraknya bisa mencapai 90 km. Tapi buat kamu yang memilih cara praktis dengan naik pesawat, pilih lokasi tujuan di Bandara Ahmad Yani Semarang, dan lanjutkan dengan taksi sampai lokasi.
Jika kamu tinggal di daerah Jawa Tengah, bisa juga naik bus Semarang – Magelang. Sampai Magelang, gunakan angkutan umum atau ojek untuk sampai di Candirejo. Dan bila kamu dari Yogyakarta, naiklah bus dari Umbulharjo menuju Terminal Borobudur dengan jarak sekitar 40 km.

So, tunggu apalagi? Buruan atur perjalananmu sekarang juga bersama pegipegi karena cuma di sini yang bisa memberi jaminan harga paling ramah di kantung!

 

(Visited 1,963 times, 2 visits today)

Comments

To Top