Kuliner

Deaf Cafe Fingertalk: Kafe dengan Pelayan Tunarungu

Kafe yang satu ini bukan hanya dijadikan sebagai tempat nongkrong anak muda, tapi juga bergerak di bidang kemanusiaan. Namanya, Deaf Cafe Fingertalk. Sesuai dengan namanya, tentu aja kafe yang berlokasi di jalan Pinang Raya No. 37, Pamulang Timur, Kota Tangerang Selatan, Banten ini semua karyawannya tunarungu. Mereka memang hanya menerima karyawan tunarungu.

Terinspirasi dari kafe di luar negeri

fingertalk

foto: http://www.kerudungawik.com/

Dissa Syakina Ahdanisa, pemilik Deaf Cafe Fingertalk pernah menjadi pekerja relawan di Nikaragua, Amerika Tengah. Di sana ada kafe yang semua karyawannya adalah tunarungu. Ketika kembali ke Indonesia, ia meniru konsep kafe tersebut dengan membuka Deaf Cafe Fingertalk pada Mei 2015, sehingga ia bisa memberi lapangan pekerjaan bagi para penyandang disabilitas. Orang tunarungu seringkali dipandang sebelah mata oleh orang-orang di sekitarnya. Diharapkan dengan berdirinya Deaf Cafe Fingertalk, para tunarungu juga bisa berkarya layaknya orang normal pada umumnya.

fingertalk4

foto: prokal.co

Walaupun kamu nggak bisa bahasa isyarat, jangan ragu untuk datang dan memesan makanan di Dead Cafe Fingertalk. Karena, di meja sudah tersedia panduan untuk belajar bahasa isyarat Indonesia. Bahasa isyaratnya mudah dipelajari, kok, karena hanya kata-kata dasar yang bisa membantu kamu untuk memesan makanan. Kalau kamu masih bingung bicara bahasa isyarat, kamu bisa menulis pesanan di kertas atau bicara pelan-pelan, sehingga pelayan yang melayanimu bisa membaca gerak bibirmu.

fingertalk5

foto: prokal.co

Karyawan nggak hanya jago memasak dan melayani tamu

fingertalk2

foto: bintang.com

Para karyawan nggak hanya dilatih memasak dan melayani tamu, tapi mereka juga dilatih ketrampilan lain, seperti menjahit, merajut, hingga membatik. Mereka diasuh langsung oleh Pat Sulistyowati, mantan ketua Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia. Hasil karya mereka dijual ke pengunjung kafe. Para pelanggan juga bisa mengikuti kegiatan membatik bersama Ratih Nugrahini, salah satu karyawan Deaf Cafe Fingertalk yang jago membatik. Biayanya hanya Rp 50 ribu* per jam.

fingertalk3

foto: bintang.com

Menghadirkan aneka sajian Asia dan western

Karena Deaf Cafe Fingertalk buka dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB, tentu aja kafe ini menyajikan menu sarapan, makan siang, dan makan malam. Aneka sajiannya juga beragam, nggak hanya sajian Asia, tapi juga western. 

86633390c87633299b6b6705793bb48020f34ed78483f4b017pimgpsh_fullsize_distr

Untuk kamu yang berada di luar Jakarta atau Tangerang dan ingin main ke Deaf Cafe Fingertalk, tentunya kamu wajib pesan tiket pesawat atau tiket kereta api murah ke Jakarta lewat pegipegi agar bujet traveling kamu lebih murah!

pesan tiket pesawat murah ke jakarta  pesan tiket kereta api murah ke jakarta  cari hotel murah di jakarta  cari hotel murah di tangerang

*Harga berlaku saat artikel dibuat

(Visited 467 times, 3 visits today)

Comments

To Top