Destinasi

Belitung punya kawah putih, namanya Danau Kaolin

Danau-Kaolin-Belitung

Keindahan Danau Kaolin memang layak diacungi jempol. Berada di Belitung, danau ini juga disebut sebagai kawah putih-nya negeri Laskar Pelangi, travelers. Sayang, danau yang cantik ini memiliki kisah kelam di belakangnya.

Danau-Kaolin-Belitung

foto : travel.detik.com

Provinsi Bangka Belitung terus menanjak popularitasnya sebagai salah satu destinasi wisata sejak film Laskar Pelangi meledak beberapa tahun lalu. Deretan pantai dengan bebatuan besar menjadi ciri khas keindahan Belitung.

Tapi travelers, selain pantai yang eksotik, Belitung juga punya tempat lain yang wajib dikunjungi, yaitu Danau Kaolin. Air danau yang berwarna biru tosca memanjakan mata siapa saja yang memandangnya.

Ironi Keindahan Danau Kaolin

Nggak cuma terkenal dengan keindahan alam, Indonesia juga melimpah dengan kekayaan material yang tersimpan di perut bumi. Kedua anugerah ini seharusnya bisa dimanfaatkan secara bersamaan, travelers. Sayang, ulah tangan-tangan jahat kerap meninggalkan kegetiran di bumi pertiwi.

Danau Kaolin ini contohnya, travelers. Sangat cantik dipandang mata, tapi siapa sangka danau ini terbentuk karena sisa penambangan kaolin yang dibiarkan begitu saja.

Sudah menjadi rahasia umum, Belitung adalah surganya dunia pertambangan. Sejak 1851, penambangan timah di Belitung sudah dimulai oleh Francis London yang kemudian terus beranjak dengan penambangan kaolin.

Sebagai informasi singkat, kaolin adalah sejenis tanah liat hasil pelapukan batu granit. Kaolin ini sering digunakan sebagai bahan pembuatan plastik, kertas, sampai karet dan Belitung termasuk salah satu tempat yang kaya dengan Kaolin.

Ketika wilayah penambangan kaolin ini mulai ditinggalkan para penambah, yang tersisa adalah kerusakan alam berupa lubang-lubang yang menganga cukup besar karena tidak dilakukan reklamasi untuk memperbaikinya.

Tapi travelers, di balik luka bekas penambangan, tersimpan sebuah keindahan yang luar biasa, yang akhirnya dikenal dengan nama Danau Kaolin. Danau ini berasal dari air yang terkumpul sekian lama di dalam sebuah lubang-lubang bekas eksploitasi kaolin sebelumnya.

Dilihat sekilas, Danau Kaolin ini sangat mirip dengan kawah putih Ciwidey atau kawah putih Tinggi Raja, travelers. Meski bentuknya sangat mirip, kamu nggak akan menncium bau belerang menyengat di Danau Kaolin ini, travelers. Jadi, kamu bisa betah berlama-lama di kawasan ini.

Danau Kaolin juga terbilang aman, travelers, karena airnya tidak panas. Nggak heran banyak anak-anak atau pengunjung yang asyik membasahi tangan atau kaki mereka ke dalam Danau Kaolin. Bahkan, banyak yang percaya air Danau Kaolin bisa bikin kulit halus dan mulus!

Pemandangan Danau Kaolin ini juga memanjakan mata travelers. Dinding danau yang berwarna putih bersih ini mirip seperti salju dari kejauhan. Dipadukan dengan air yang berwarna biru tosca di atasnya, membuat Danau Kaolin makin menawan, travelers.

Kecantikan Danau Kaolin nggak hanya tampak dari dinding serta birunya air, tapi sepanjang mata memandang, kamu akan dibuat takjub – sekaligus miris.

Timbunan bekas galian kaolin yang menumpuk dan membentuk gunung, sehingga terlihat seperti Gunung Bromo, lengkap dengan padang pasirnya. Hijaunya pepohonan yang tersisa di sekiling kawasan Danau Kaolin menciptakan lukisan alam yang sempurna.

Bagi travelers yang punya hobi fotografi, Danau Kaolin bisa menjadi referensi tempat pengambilan gambar. Bahkan belakangan, banyak juga yang memilih Danau Kaolin sebagai tempat prewedding pasangan muda.

Keindahan Danau Kaolin ini mungkin bisa sedikit mengobati luka atas hasil perbuatan oknum tak bertanggung jawab yang telah mengeksplotasi kekayaan alam Indonesia.

 

Lokasi Danau Kaolin

Buat travelers yang penasaran melihat Danau Kaolin, danau ini berlokasi di Desa Air Raya Tanjung Pandan, Belitung. Untuk menemukan Danau Kaolin tidak terlalu sulit karena kawasan ini berada di pinggir Jalan Murai.

Dari bandara Tanjung Pandan, travelers cuma butuh waktu sepuluh menit untuk tiba di Danau Kaolin. Posisinya ada di pinggir jalan, sehingga siapa saja bisa singgah dan masuk untuk merasakan dua sensasi berbeda – kagum dan miris – di Danau Kaolin.

(Visited 579 times, 1 visits today)

Comments

To Top