Tips

Daftar Hal yang Wajib dan Dilarang saat Traveling ke Thailand

hal yang wajib dan dilarang saat ke thailand

Beda negara, berbeda pula kebiasaan yang diterapkan oleh masyarakat lokalnya. Begitu juga dengan Thailand. Negeri Gajah Putih ini memiliki aturan yang dari dulu hingga sekarang terus dijaga dan diberlakukan secara turun-temurun. Oleh karena itu, kamu yang berencana #PegipegiLagi ke Thailand saat momen liburan mendatang, rasanya penting membekali diri dengan mempelajari hal-hal yang wajib dan tidak boleh dilakukan –dalam budaya Thailand– oleh wisatawan. Untuk penjelasan lebih lanjut, langsung scrolling saja, yuk!

Hal yang Wajib Dilakukan Wisatawan di Thailand

Buat kamu yang baru pertama kali ke Thailand, beberapa hal berikut ini wajib kamu lakukan selama berwisata.

1. Menghormati Semua Gambar atau Ikon Buddha

Sumber: Ilustrasi (Unsplash/ Miltiadis Fragkidis)

Menurut data World Population Review, Thailand merupakan negara dengan populasi umat Buddha terbanyak kedua di dunia. Persentasenya mencapai sekitar 92,60 persen. Makanya, tidak heran jika Thailand memiliki banyak sekali bangunan kuil megah dengan arsitektur yang unik. Berkaitan dengan itu, masyarakat Thailand sangat menghormati semua gambar atau ikon apa pun yang berkaitan dengan Buddha.

Gambar Buddha dianggap sesuatu yang suci dan memiliki derajat paling tinggi, tidak peduli seberapa kecil, tua, atau dalam keadaan rusak sekali pun. Ini bukan hanya penilaian dari kacamata sosial dan budaya, tapi juga berlaku dalam aturan hukum. Apabila ada seseorang –termasuk pengunjung asing– yang melakukan tindakan asusila seperti berdiri di atas patung Buddha yang sangat dihormati, maka orang yang bersangkutan akan dihukum penjara. Memotret patung Buddha tentu boleh, tapi tetap harus menunjukkan rasa hormat dan sopan santun.

2. Mempelajari Bahasa Thailand Sehari-hari

Kalau kamu berencana menghabiskan beberapa hari untuk menjelajahi Thailand, sebaiknya kamu mempelajari beberapa kosakata Thailand yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari. Kamu akan melihat perbedaan feedback dari penduduk setempat jika kamu bisa berbahasa Thailand, meskipun hanya mengetahuinya sedikit. Lantaran belum terbiasa, kemungkinan mengalami salah pengucapan adalah hal biasa. Jangan biarkan kesalahan itu membuat kamu berhenti mencoba, ya.

Sebagai dasar, kamu bisa memahami beberapa kosakata berikut ini:

  • Sawatdee. Ini merupakan salam yang umum diucapkan di Thailand untuk menyapa orang lain, termasuk yang baru dikenal. Bagi perempuan, biasanya mengucapkan ‘Sawatdee Kha’ dan laki-laki mengatakan ‘Sawatdee Khap’.
  • Khap dan Kha. Dua kata ini akan sering kamu dengar saat orang Thailand berbicara. Biasanya kata ‘khap’ dan ‘kha’ digunakan di akhir kalimat untuk menunjukkan sopan santun dan rasa hormat.
  • Sabai Dii. Salam lain yang akan sering didengar adalah sabai dii. Penggunaannya lebih kepada tujuan untuk menanyakan kabar. Contoh: Sabai dii mai? (ditambahkan khap/ kha di akhir kalimat) yang artinya “Bagaimana kabarmu?”. Untuk menjawab itu, kamu bisa mengucapkan, “Sabai dii khap/ kha” yang berarti “Kabar saya baik-baik saja, terima kasih”.
  • Khun. Orang Thailand tidak terbiasa memanggil orang lain dengan nama belakang. Mereka lebih nyaman menggunakan nama depan seseorang yang didahului dengan gelar Khun. Jadi, kalau nama kamu Thomas Alva, maka kemungkinan besar akan dipanggil dengan Khun Thomas.
  • Aroy, artinya lezat atau nikmat. Jika ingin mendapat perhatian dari warga Thailand, ucapkanlah ‘aroy’ untuk hidangan yang telah mereka sajikan, sekali pun rasanya mungkin tidak begitu sesuai dengan selera kamu.
  • Narak. Bisa diucapkan ketika berbicara tentang seorang perempuan atau laki-laki yang menurut kamu menarik secara fisik. Mengucapkan kata ‘narak’ akan menjadi pujian yang bagus bagi mereka yang mendengarnya.

3. Memahami Makna Salam Khas Thailand

Sumber: Ilustrasi (Unsplash/ Mathew Schwartz)

Barangkali ini first moment kamu jalan-jalan ke Thailand. Meski begitu, mungkin kamu sudah cukup familiar dengan wai yang lazim dipraktikkan oleh masyarakat Thailand saat memberi salam. Mereka akan menangkupkan kedua telapak tangan seperti sedang berdoa, lalu menundukkan kepala.

Bukan sekadar simbolis, wai merupakan bentuk penghormatan. Jadi, tidak sama seperti mengucapkan ‘halo’. Bahkan, penggunaan salam wai perlu memperhatikan tingkatan sosial dalam masyarakat. Sebagai seorang pendatang, yang penting kamu ketahui adalah biksu dan orang tua berada di puncak hierarki sosial bagi penduduk Thailand.

4. Melepaskan Alas Kaki

Dalam budaya Thailand, kaki dianggap sebagai bagian tubuh yang paling kotor. Maka dari itu, kamu harus melepaskan sepatu atau alas kaki setiap kali memasuki kuil, bertamu ke rumah penduduk Thailand, tempat spa, toko, dan tempat-tempat lainnya. Biar memudahkan kamu saat berkunjung, kenakan saja sepatu yang mudah dilepas.

Selain itu, perhatikan juga setiap ambang batas atau batas suci yang ada di suatu tempat. Konon, masyarakat Thailand percaya bahwa ada berbagai roh yang diyakini tinggal di dalam dan di sekitar rumah, dan salah satu roh tersebut dikatakan bersemayam di ambang pintu. Kalau sampai menginjak ambang pintu, maka berisiko membuat roh tersebut marah yang pada akhirnya dapat membawa nasib buruk bagi keluarga yang tinggal di dalam rumah.

5. Berpakaian Sopan sebelum Memasuki Kuil

Sumber: Ilustrasi (Unsplash/ Jose Llamas)

Selain melepas alas kaki, kamu harus mematuhi aturan berpakaian selama mengunjungi tempat-tempat tertentu di Thailand, khususnya kuil. Meski pada dasarnya tidak ada aturan berpakaian dalam kehidupan sehari-hari, tapi orang Thailand cenderung berpakaian sopan. Untuk menghormati budaya setempat, wisatawan disarankan mengenakan pakaian yang menutupi bagian lutut, bahu, dada, dan perut. Kamu juga wajib melepas topi sebelum memasuki kuil. 

6. Memperlakukan Biksu dengan Penuh Rasa Hormat

Seperti disebutkan sebelumnya, bahwa biksu menduduki hierarki tertinggi. Oleh karena itu, sudah seharusnya kamu memperlakukan biksu dengan penuh rasa hormat. Salah satu cara menghormati para biksu yaitu dengan tidak menanyakan pertanyaan yang bersifat terlalu pribadi kepada mereka.

Jika ingin memberikan sesuatu kepada seorang biksu, sebaiknya melalui perantara, alih-alih menyerahkannya secara langsung. Jangan juga menyilangkan kaki saat berada di hadapan seorang biksu, baik itu sedang duduk di lantai atau di atas kursi. Tidak ketinggalan, khusus wisatawan perempuan sebaiknya menjaga jarak dengan biksu karena perempuan dilarang berinteraksi dengan biksu, apalagi sampai menyentuh mereka.

7. Menggunakan Sendok dan Garpu saat Makan

Sumber: Ilustrasi (Unsplash/ Hannah Busing)

Saat traveling ke luar negeri, ada banyak kebiasaan masyarakat lokal yang perlu kamu pahami, tidak terkecuali dalam urusan makan. Makan merupakan urusan sosial yang sangat penting di Thailand. Orang Thailand cenderung tidak suka makan sendirian. Jadi, semisal kamu diajak untuk makan bersama, sebaiknya jangan menolak.

Selain itu, kamu juga perlu membiasakan diri menyantap makanan menggunakan sendok dan garpu. Di Thailand, pisau tidak diperlukan karena biasanya makanan yang disajikan sudah dipotong kecil-kecil atau dibuat cukup lunak untuk dipotong.

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Wisata di Thailand

Sebelum berangkat ke Negeri Gajah Putih, kamu juga harus mengetahui hal-hal yang tidak boleh –bahkan dilarang– dilakukan selama berwisata di Thailand. Tujuannya bukan sekadar penghormatan, tapi juga untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Thailand. Seperti apa? Simak beberapa poin berikut ini:

1. Jangan Meremehkan Keluarga Kerajaan

Sumber: Ilustrasi (Unsplash/ Alejandro Cartagena)

Thailand merupakan salah satu negara yang menerapkan sistem kerajaan. Tidak heran jika masyarakatnya menaruh rasa hormat dan cinta yang tulus untuk raja mereka dan semua keluarga kerajaan. Menghina, tidak menghormati, atau bergosip tentang keluarga kerajaan dianggap perilaku yang kasar dan tidak sopan. Begitu juga dengan lagu kebangsaan dan bendera Thailand yang sangat dijunjung tinggi. Jadi, jangan sampai kamu mengabaikan hal ini, ya, SobiPegi.

2. Jangan Menyentuh Kepala

Hal yang dilarang dilakukan di Thailand yaitu menyentuh kepala. Perilaku ini sangat fatal karena kepala adalah bagian tubuh yang paling penting dan suci. Kamu sama sekali tidak boleh melakukannya –sekali pun dengan anak kecil–, termasuk tidak mengacak-acak rambut atau menepuk kepala mereka dengan lembut. Apabila tidak sengaja menyentuh kepala seseorang, segeralah minta maaf.

3. Jangan Mengangkat Kaki

Sumber: Ilustrasi (Pixabay)

Orang Thailand terkenal dengan sikap ramah tamah dan sopan santun yang sangat tinggi. Bagi mereka, meletakkan kaki di atas meja atau kursi, bukanlah hal yang patut dilakukan. Daripada mengangkat kaki, akan lebih baik jika kamu melipat kedua kaki ke dalam atau ke samping tubuh.

4. Jangan Menunjuk dengan Jari

Seperti halnya mengangkat kaki, menunjuk seseorang dengan jari telunjuk juga dianggap sebagai perilaku yang tidak pantas dan kasar. Gantinya, angkat dagu kamu ke arah orang yang dimaksud. Jika kamu meminta seseorang untuk mendekat, angkatlah tangan secara horizontal dan lambaikan tangan ke atas dan ke bawah. Selain itu, jangan juga menunjuk apa pun atau menyentuh siapa pun dengan kaki.

5. Jangan Meninggikan Suara

Sumber: Ilustrasi (Unsplash/ Kazuo Ota)

Pada dasarnya, orang Thailand memiliki filosofi hidup untuk tenang dan tidak kehilangan kesabaran. Mereka menyebutnya jai yen atau hati yang sejuk. Kalau kamu terbiasa bicara dengan suara tinggi, maka jangan lakukan itu di Thailand. Jika melakukannya –apalagi dengan menunjukkan ekspresi marah–, kamu hanya akan merasa malu karena menjadi bahan perhatian orang-orang di sekitar. Berlatihlah untuk tetap bersabar dengan kondisi apa pun yang terjadi di Thailand. Kamu akan jauh lebih dihargai jika menyampaikan pendapat atau rasa keberatan dengan cara yang pantas dan tentu suara yang tenang.

6. Jangan Menyentuh Perempuan Tanpa Izin

Perlu diketahui, mayoritas perempuan Thailand punya pandangan konservatif. Mereka akan sangat terluka jika seseorang –apalagi orang asing– yang menyentuh mereka tanpa izin. Sekali pun itu untuk menanyakan sesuatu.

Di samping itu, beberapa tahun terakhir Thailand juga menetapkan aturan agar tidak terlalu mesra di depan umum. Sepasang kekasih boleh saja berpegangan tangan, tapi sebaiknya tidak dilakukan saat berkunjung ke kuil atau tempat lain yang memiliki nilai kesucian tinggi bagi masyarakat Thailand.

Nah, itulah daftar hal yang wajib dan tidak boleh dilakukan saat berlibur ke Thailand. Semoga informasi di atas dapat membantumu menyiapkan rencana perjalanan ke Negeri Gajah Putih, ya, SobiPegi. Biar tidak serba mendadak, pesan dari sekarang tiket pesawat internasional dan hotel di Thailand hanya di Pegipegi. Harganya terjangkau, pesannya mudah, dan banyak promonya. Saatnya #PegipegiYuk!

PESAN TIKET PESAWAT INTERNASIONAL PESAN HOTEL DI LUAR NEGERI

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa install aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play
apps-store

SUMBER FOTO UTAMA: UNSPLASH (JOSE LLAMAS/ MATHEW SCHWARTZ/ ALEX AZABACHE)

Comments

To Top
%d bloggers like this: