Destinasi

Candi Sukuh, Jawa Tengah dan Mitos Tes Keperawanan

Candi Sukuh adalah sebuah candi agama Hindu yang terletak di wilayah Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyosi, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Candi ini dikategorikan sebagai candi Hindu karena terdapat arca Lingga (lambang keperkasaan pria) dan Yoni (lambang kesuburan wanita). Candi Sukuh dianggap kontroversial karena beberapa hal. Makanya, kali ini pegipegi ingin mengajak kamu berkenalan dengan candi yang sudah berusia ratusan tahun ini.

Candi termuda di sejarah pembangunan candi

Meskipun sudah berusia ratusan tahun dan sudah dibangun sekitar abad ke-15 oleh masyarakat Hindu Tantrayana, namun dalam sejarah pembangunan candi di Indonesia, Candi Sukuh merupakan candi termuda. Candi yang berada di ketinggian 910 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini dibangun pada masa akhir runtuhnya Kerajaan Majapahit. Karena dibandung di atas permukaan laut, suhu di sekitar Candi Sukuh sangat sejuk. Ditambah lagi panorama alamnya sangat indah dan memukau mata.

Nama Candi Sukuh mendunia setelah pada tahun 1815 karena ditemukan peneliti Inggris dan dilaporkan kepada Thomas Raffles yang saat itu menguasai Jawa. Saat ditemukan, Candi Sukuh dalam keadaan rusak parah. Arca-arcanya hancur. Ada pula yang terbelah dan rusak menjadi kepingan-kepingan lebih kecil. Beberapa reliefnya seperti digores benda tajam. Upaya pelestarian Candi Sukuh dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda hingga Indonesia merdeka. Pemugaran pertama dilakukan oleh Dinas Purbakala tahun 1917. Dan akhir tahun 1970-an, Candi Sukuh mengalami pemugaran kembali oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Arsitektur yang menyimpang

lingga dan yoni

Foto dari nrmnews.com

Arsitektur Candi Sukuh dinilai menyimpang dari ketentuan kitab pedoman pembuatan bangunan suci Hindu, Wastu Widya. Menurut ketentuan di kitab tersebut, sebuah candi harus berdenah dasar bujur sangkar dengan tempat paling suci yang terletak di tengah. Namun, Candi Sukuh nggak menggunakan ketentuan tersebut. Karena, Candi Sukuh dibangun pada masa memudarnya Hinduisme di Jawa.

Selain dinilai menyimpang dari arsitektur candi Hindu, di dalam gapura terdapat lantai dengan pahatan yang menggambarkan alat kelamin pria dan wanita dalam bentuk nyata yang hampir bersentuhan satu sama lain. Pahatan tersebut dinamakan Lingga dan Yoni, seperti yang pegipegi jelaskan sebelumnya.

Meskipun memberi kesan porno, namun pahatan Lingga dan Yoni mengandung makna yang mendalam. Relief tersebut sengaja dipahat di lantai pintu masuk dengan maksud agar siapa aja yang melangkahi relief itu, segala kotoran yang melekat di badan menjadi sirna sebab sudah terkena suwuk (penyembuhan alternatif).

Dulu, di puncak Candi Sukuh terdapat sebuah patung Lingga berukuran sekitar 1,8 meter. Kemudian patung ini dipindahkan untuk ditampilkan di Museum Nasional, Jakarta. Di sisi sayap utara gapura pintu masuknya terdapat relief raksasa yang mengigit ekor ular. Relief tersebut merupakan lambang dari Sengkalan Memet (lambang tahun pembuatan), yaitu tahun 1359 Saka atau 1437 Masehi. Tahun itu dianggap sebagai tahun selesainya Candi Sukuh dibangun.

Sementara itu, di sisi selatan terdapat relief seperti relief Bima yang menempa keris bersama Ganesha dan Arjuna. Ada pula relief Dewi Kala yang berubah jadi raksasa dan ingin memangsa Sadewa yang berada dalam keadaan terikat. Patung berbentuk garuda yang berukuran cukup besar juga ada di Candi Sukuh, serta beberapa patung dengan bentuk pria yang sedang menggenggam alat kelaminnya.

Bisa tes keperawanan di Candi Sukuh

candi-sukuh

Foto dari wisatanesia.co

Di sana ada piramida yang mirip Suku Maya di Meksiko. Di bagian inilah yang menyimpan mitos unik karena katanya kamu bisa menguji keperawanan di sana. Ada tangga sempit yang dihiasi lumut hijau menjulur ke atas. Jika perempuan melewati tangga ini lalu bajunya robek atau meneteskan darah, artinya perempuan tersebut sudah nggak perempuan.

Zaman dulu, suami yang ingin menguji kesetiaan sang istri bakal meminta istri melangkahi pahatan Lingga dan Yoni. Kalau kain kebayanya robek, ia adalah istri setia. Tapi, jika kainnya hanya terlepas, si istri diyakini telah berselingkuh. Dan apabila seorang lelaki mengetes keperjakaannya, ia harus melangkahinya relief tersebut. Jika laki laki tersebut terkencing-kencing, berarti ia sudah nggak perjaka atau pernah melakukan perselingkuhan. Seiring perkembangan zaman, masih banyak pengunjung yang datang ke sana demi mengikuti tradisi dan kepercayaan para leluhur. Soalnya, pembicaraan mengenai keperawanan di Jawa bukanlah hal tabu.

Cara mencapai Candi Sukuh

Mungkin kamu pengin coba-coba membuktikan mitos tersebut benar atau tidak, atau ingin hunting foto atau sekadar belajar Sejarah di Candi Sukuh? Yuk, langsung aja rencanakan perjalananmu ke sana. Kamu bisa transit dulu di Kota Solo, lalu naik bus dengan jurusan Solo-Tawangmangu. Sebelum sampai di Terminal Tawangmangu, turunlah di Terminal Pandan dan naik bus atau angkot menuju Pertigaan Nglorog.

Candi Sukuh bisa dicapai dengan naik ojek yang jadi satu-satunya kendaraan di sana. Jalanan di sana cukup terjal dan nggak aman jika kamu berjalan kaki. Sebaiknya kamu minta ojekmu menunggu sampai kamu selesai berwisata soalnya nggak ada kendaraan umum lain yang bisa kamu manfaatkan.

^86633390C87633299B6B6705793BB48020F34ED78483F4B017^pimgpsh_fullsize_distr

Supaya perjalanan kamu ke Solo lebih terjangkau, pesan aja tiket pesawat murah atau tiket kereta api murah ke Solo lewat pegipegi.com! Jangan lupa sekalian pesan hotel murah di Solo, ya!

(Visited 1,451 times, 2 visits today)

Comments

To Top