Destinasi

Candi Sewu, benarkah jumlah candinya ada seribu?

Candi Sewu

Sempatkan dirimu untuk berkunjung ke Candi Sewu, kalo kamu menyukai wisata sejarah dan haus mempelajari kekayaan budaya Indonesia. Sebabnya, salah satu candi peninggalan bersejarah dari masa Kerajaan Mataram Kuno ini ternyata menyimpan kisah menarik, juga panorama alam memikat yang tak usang dimakan waktu.

Candi Sewu

foto: wikipedia

Lokasi Candi Sewu

Candi yang terbujur dengan panjang 185 meter dari arah utara ke selatan dan 165 meter dari arah timur ke barat secara administratif merupakan wilayah Dukuh Bener, Bugisan, Klaten. Candi Sewu masih satu kompleks dengan Candi Prambanan dan hanya terpisah dengan jarak sekitar 800 meter aja.

Cara mendatanginya juga gampang banget. Kamu naik aja bus Trans Jogja jalur 1A atau 1B trus turun di halte Prambanan. Kalo malas jalan kaki kamu bisa sewa ojek atau becak yang mangkal di dekat Halte Prambanan, travelers.

Asal usul nama Candi Sewu

Sewu adalah sebuah kata untuk menyebut ‘seribu; dalam bahasa Jawa. Meski demikian candi yang tersebar di berbagai penjuru Candi Sewu ini tidak benar-benar berjumlah seribu, melainkan hanya 249 buah saja. Nama Candi Sewu diberikan kepada candi Buddha terbesar kedua setelah Borobudur sebagai ungkapan hiperbola masyarakat sekitar bagi candi yang jumlahnya sangat banyak, bahkan jari-jari kaki dan tangan nggak cuukup buat menghitungnya.

Di pintu masuk Candi Sewu kamu akan disambut sepasang arca Dwarapala, yaitu penjaga berwajah raksasa setinggi 2,3 meter, yang lazim ditemukan di beberapa candi lain di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sampai di pelataran sebelah dalam Candi Sewu kamu akan terkagum-kagum pada keahlian nenek moyang kita dalam menempatkan candi perwara (candi kecil) di delapan penjuru mata angin dengan jarak persis 200 meter satu sama lain.

Ketelitian yang mengundang decak kagum itu juga terlihat dalam penempatan 240 buah candi pengawal yang ukurannya lebih kecil. Candi-candi pengawal itu disusun menjadi empat baris dengan jumlah yang berbeda untuk setiap barisnya, namun jarak antara satu candi pengawal dengan lainnya juga sama. Sedangkan candi utama yang dibangun di bagian tengah kompleks Candi Sewu berukuran lebih besar daripada candi-candi perwara dengan pondasi berbentuk polygon bersudut 20.

Meski beberapa candi perwara Candi Sewu tinggal berupa reruntuhan akibat sebab-sebab yang belum diketahui (selain gempa Jogja di tahun 2006), tapi salah satu karya arsitektur Kerajaan Mataram Kuno ini tetap mengagumkan. Bayangin aja, gimana cara orang-orang jaman dahulu mengatur bebatuan, melekatkannya satu sama lain dan menempatkannya dengan interval yang nggak meleset sedikitpun di jaman di mana semen dan penggaris (apalagi meteran) belum ditemukan.

Sejarah Candi Sewu

Keberadaan Candi Sewu disebutkan dalam Prasasti Kelurak (782) dan Prasasti Manjusrigrha (792) yang kini tersimpan di Museum Nasional Jakarta, travelers. Berdasarkan kedua prasasti itu, nama sebenarnya dari Candi Sewu adalah “Prasada Vajrasana Manjusrigrha”, atau kalo diterjemahkan berarti candi tempat Manjusri (Boddhisatwa) bertakhta. Ini dapat dibuktikan dengan diletakkannya stupa di tiap-tiap candi di areal Candi Sewu, baik candi perwara maupun candi utama.

Para ahli yakin Candi Sewu pertama kali dibangun pada abad ke-8 atas inisiatif Rakai Panangkaran ketika ia hendak turun takhta. Raja Mataram Kuno berikutnya yaitu Rakai Pikatan memugar dan memperluas areal Candi Sewu hingga berbentuk seperti sekarang.

Hal ini cukup mencengangkan karena Rakai Pikatan yang bernama Mpu Manuku sebelum dinobatkan menjadi raja, ternyata beragama Hindu Syiwa. Ia meneruskan pembangunan Candi Sewu setelah menikan dengan Pramodhawardhani, seorang putri dari Dinasti Syailendra yang memeluk agama Budha Mahayana. Kenyataan bahwa Candi Sewu didirikan berdekatan dengan Candi Prambanan yang bercorak Hindu Syiwa turut memperkuat kesan betapa tolerannya umat Hindu dan Budha yang hidup pada masa itu.

Ayuk jalan-jalan ke Jogja dan menyaksikan keindahan hasil karya nenek moyang bangsa Indonesia. Informasi ketersediaan tiket pesawat dan kamar hotel di Jogja bisa kamu dapatkan dengan menghubungi Pegipegi sekarang.

(Visited 706 times, 1 visits today)

Comments

To Top