Destinasi

Napak tilas peninggalan Kerajaan Majapahit di Candi Penataran, Blitar

Candi Penataran

Napak tilas candi di Indonesia tak akan ada habisnya, traveler. Di Blitar misalnya, ada Candi Penataran yang merupakan kompleks candi terbesar di Jawa Timur. Dengan latar belakang Gunung Kelud, keliling Candi Penataran akan memberi pengalaman tak terlupakan.

Candi Penataran adalah gugusan candi yang kental dengan budaya Hindu. Tidak hanya sebagai candi terluas, Candi Penataran juga terkenal sebagai yang paling megah se-Jawa Timur, traveler. Itu terbukti dari ada tiga pelataran berukuran luas di kompleks candi ini. Sesuai namanya, Candi Penataran ini berada di Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar dan terletak di lereng barat daya Gunung Kelud. Jika traveler berniat mengunjungi Candi Penataran ini, perjalanan dari Kota Blitar hanya sejauh 12 km ke arah utara.

Candi Penataran

Sejarah Candi Penataran

Jauh sebelum menjadi tempat wisata sejarah seperti sekarang, Candi Penataran ini pertama kali justru oleh orang asing, traveler. Dulu, saat Indonesia masih dikuasai Inggris, Sir Thomas Raffles-lah yang menemukan kembali candi ini pada 1815 yang kemudian diikuti para peneliti lainnya untuk melakukan penyelidikan di Candi Penataran ini. Namun awal pembangunan Candi Penataran telah mulai pada kerajaan Kediri (1197 M) dan terus disempurnakan hingga masa pemerintahan kerajaan Majapahit, dan dinyatakan selesai sekitar tahun 1454 M.

Berdasarkan hasil penelitian, barulah diketahui Candi Penataran ini dibangun pada masa dua kerajaan besar di Nusantara, yaitu Kediri dan Majapahit. Candi ini juga diyakini menjadi saksi bisu kejayaan sampai runtuhnya dua kerajaan tersebut, traveler. Candi Penataran sebenarnya memiliki nama asli Candi Palah, sesuai dengan yang tertulis dalam kitab Negarakertagama. Keputusan membangun candi dekat dengan Gunung Kelud juga bukan tanpa alasan, traveler. Candi Penataran dibangun sebagai tempat pemujaan Raja Hayam Wuruk dari Majapahit untuk menyembah Hyang Acalapati atau yang dikenal sebagai Girindra atau Raja Gunung.

Nah, pembangunan Candi Penataran ini dimaksudkan sebagai tempat pemujaan terhadap Gunung Kelud untuk menangkal bahaya dan menghindarkan dari bahaya yang bisa terjadi akibat gunung tersebut.

 

Bagian-bagian Candi Penataran

Setelah menyingkap sedikit sejarah Candi Penataran, apa sih yang membuat candi ini menarik dikunjungi? Banyak sekali, traveler. Nggak cuma bangunannya yang mengagumkan, di sini kamu juga bakal disuguhkan pemandangan menyejukkan serta cerita yang penuh pesan moral yang dituangkan dalam bentuk relief. Begitu memasuki gerbang pelataran Candi Penataran di sebelah barat, dua buah arca raksasa penjaga Dwaraphala akan menyambut kedatangan traveler. Lalu ada sebuah bangunan yang lebih besar menyita perhatian traveler, yang disebut Bale Agung.

Posisi Bale Agung ini ada di belakang Arca Dwaraphala, tapi kamu harus melalui anak tangga lebih dulu, traveler. Bale Agung di Candi Penataran berbentuk seperti panggung dengan bagian dinding dan atap tak lagi utuh, tapi bagian lantai masih kokoh. Bale Agung ini diprediksi sebagai tempat musyawarah seperti halnya Pura di Bali. Candi Penataran juga memiliki Batur Pandapa yang posisinya nggak jauh dari Bale Agung. Sayang, pada bagian ini juga hanya lantai yang terbuat dari batu yang masih tersisa. Meski begitu, Batur Pandapa ini terlihat eksotis dengan hiasan relief cerita di sekeliling dinding lantainya, traveler.

Namun, bangunan terbesar dan yang menjadi favorit wisatawan di kompleks Candi Penataran adalah candi induk, yang lokasinya ada di paling belakang. Dengan latar Gunung Kelud, candi yang memiliki tinggi 7,19 meter tampak sebagai bangunan paling gagah di kompleks Candi Penataran, traveler. Belum lagi relief pada bagian dinding pilar, terdapat pahatan arca singa bersayap dan naga bersayap dengan posisi kepala mendongak ke depan.

Dengan segala kemegahannya, mengelilingi Candi Penataran yang dibangun di atas lahan seluas hampir 1,3 hektar ini akan memberikan kesan tak terlupakan. Makanya, wajar jika Candi Penataran ini sempat diajukan sebagai calon Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1995 lalu.

 

 

(Visited 2,934 times, 4 visits today)

Comments

To Top