Destinasi

Bunga Amarilis, Kisah Benci Tapi Rindu dari Yogyakarta

Ceria dan cantik. Dua kata tersebut pantas menjadi representasi bagi bunga amarilis. Yap, dengan keelokannya, tanaman hias yang cukup populer ini nggak berhenti memukau siapapun yang memandang.

Gimana nggak terpukau. Memiliki mahkota yang cukup besar, bunga amarilis hadir dengan bentuk seperti bintang maupun terompet. Dengan bentuk tersebut, bunga amarilis menjadi simbol kebanggaan bagi para wanita.

Warna merah dengan putih di bagian dalam mahkota mengingatkan kita akan bunga lily dari Belanda. Namun, keduanya nggak ada hubungan kerabat meskipun sama-sama terlihat cantik.

Tumbuh di kawasan dengan suhu udara sejuk dan panas cukup, bunga amarilis nggak cuma enak dipandang mata. Berbagai penelitian mengemukakan bahwa tanaman ini memiliki khasiat bagi kesehatan.

Salah satu adalah sebagai obat sakit gigi. Serat yang ada di bunga amarilis dianggap mampu mengobati luka di bagian pulpa gigi, penyebab rasa sakit yang nggak kunjung reda.

Menariknya, bunga amarilis punya usia yang cukup panjang. Sekali mekar, bunga amarilis mampu hidup hingga 75 tahun lamanya, tergantung kondisi tanah yang ditumbuhi serta cuaca sekitar.

Musuh Dalam Selimut

Keindahan bunga amarilis ternyata sempat mengundang kontroversi di kalangan petani Indonesia. Sebelum kembali terkenal pada 2015 lalu, bunga amarilis dicap sebagai hama liar di awal 2000-an.

Lantaran tumbuh di tempat yang menentu, bunga amarilis mendapatkan julukan Bambang Procot lantaran menganggu pertumbuhan tanaman palawija. Nggak heran, di masa itu, bunga amarilis dibabat habis keberadaannya.

Baru memasuki 2016, khususnya warga Gunung Kidul, Yogyakarta mulai melestarikan keberadaan bunga amarilis. Julukan tanaman hama pun seakan dicabut dari benak mereka yang memutuskan untuk merawat bunga ini.

Sektor pariwisata kebun bunga amarilis adalah alasan utamanya. Selain itu, bunga amarilis juga nggak membutuhkan perawatan yang rumit sehingga bibitnya pun mudah ditemukan di berbagai situs online.

Makin Cantik Kala Mekar

Khususnya bagi kamu yang tinggal di kota besar, bunga amarilis bakal jarang ditemukan. Namun, nggak usah khawatir lantaran kawasan Gunung Kidul, Yogyakarta punya spot yang cocok buat kamu sambangi.

Terletak di Desa Salam, kamu bisa bertemu dengan hamparan kebun bunga amarilis yang indah. Dengan lahan seluas 5.000 meter persegi, kebun bunga di Desa Salam ini nggak pernah sepi pengunjung.

A post shared by Henny.Kd (@hanny_wandira) on

Makin ramai karena bunga amarilis dalam proses pemekaran pada hingga akhir tahun. Pesonanya pun memang semakin cantik saat sang bunga memasuki proses tersebut.

Nggak cuma bisa berselfie ria, kamu juga bisa menanam bunga amarilis sendiri di rumah, lho! Cukup dengan kocek Rp 3.000, kamu sudah bisa bawa pulang bibit bunga amarilis.

Nah, travelers, kamu jadi ingin liburan di Yogyakarta? Kalau iya, langsung aja rencanakan perjalanan kamu dengan pesan tiket pesawattiket kereta api, dan cari hotel murah di Yogyakarta lewat Pegipegi! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah ke yogyakarta pesan tiket kereta api murah ke yogyakarta  cari hotel murah di yogyakarta

Foto oleh: Shutterstock

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 76 times, 2 visits today)

Comments

To Top