Kuliner

Bubur, Makanan yang Tidak Boleh Disajikan Saat Imlek

Bubur adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar beras dengan air yang banyak, sehingga memiliki tekstur yang lembut dan berair. Makanan ini lebih enak disajikan dalam suhu panas atau hangat dan bisa bikin kondisi tubuh yang kurang sehat jadi membaik. Itulah sebabnya bubur sering banget dijadikan sebagai makanan untuk orang sakit.

Asal-usul bubur

Cerita ini sih belum diselidiki soal kebenarannya. Tapi, kamu bisa mengambil pelajaran dari kisah ini. Di zaman dahulu kala, ada sepasang orangtua dan seorang anak yang sudah dewasa di sebuah rumah. Kedua orangtua tersebut masih sibuk bekerja sampai usia tua untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka dan nggak ingin membebani anaknya. Akibatnya, anak tersebut nggak pernah belajar mandiri, padahal usianya sudah cukup dewasa.

Lalu, orangtuanya meninggal. Tapi, anak itu masih bisa makan semua makanan yang disimpan di rumah, tapi ia nggak tahu bagaimana menghasilkan uang untuk melanjutkan hidup jika makanan di rumah sudah habis. Hingga akhirnya, ia sudah nggak punya apa-apa lagi karena warisan yang ditinggalkan sudah habis. Ia pun menjual rumah untuk membeli makanan dan terpaksa pindah ke sebuah gubuk.

Ketika musim dingin tiba, anak itu kedinginan dan kelaparan. Kemudian ia hanya memakan bubur beras encer yang dibuat dari air dan beberapa butir beras yang ia ambil dari jerami di gubuk. Suatu hari, pada hari kedelapan bulan lunar ke-12, hembusan angin menerjang gubuknya, hingga gubuk itu rubuh dan ia terkubur di sana. Sejak saat itu, setiap hari kedelapan bulan lunar ke-12, masyarakat Tiongkok selalu membuat bubur beras agar mengingatkan mereka tentang menjadi mandiri dan mau bekerja keras.

bubur polos

www.saudagarberas.com

Bubur ayam = bubur paling terkenal

Kalau tadi kan pegipegi sharing soal asal-usul bubur biasa yang nggak ada rasanya. Di zaman yang makin modern, bubur nggak lagi terasa hambar. Yup, bubur juga bisa terasa lezat! Karena, bubur bukan hanya untuk dinikmati oleh orang sakit. Siapa pun bisa menikmati kelezatannya.

Seperti yang kita tahu, bubur ayam adalah bubur yang paling terkenal di antara semua jenis bubur. Tentu aja bubur ini menggunakan irisan daging ayam dan beberapa bumbu seperti kecap asin, kecap manis, merica, garam, dan kaldu ayam. Bubur ini juga makin lezat karena ada tambahan toping lain, seperti taburan daun bawang cincang, bawang goreng, seledri, sayur asin, tempe goreng, cakwe, kerupuk, bahkan jeroan. Awalnya makanan ini lebih sering dijadikan sebagai menu sarapan, tapi kini menu tersebut bisa dimakan kapan aja, terutama di malam hari.

28-1

http://kuliner.panduanwisata.id/

Cerita bubur ayam di masa lalu

Dengar-dengar, asal mula bubur ayam dimulai sejak era Kaisar Shih Huang Ti (238 SM) yang ahli menyatukan warga Tiongkok. Ada sebuah masa di mana kekaisaran Tiongkok terpecah belah menjadi beberapa bagian kerajaan kecil. Kejadian ini bikin warga jadi kesusahan dalam segala hal, terutama masalah makan. Apalagi, ketika itu mereka juga mengalami kemarau panjang.

Masalah ini membuat kaisar berpikir keras untuk membuat alternatif makanan, sehingga rakyat dan prajurit nggak mati kelaparan. Awalnya kaisar ingin melakukan revolusi pertanian, tapi setelah dipikir-pikir, itu bakal memakan waktu yang sangat panjang.

Suatu hari kaisar nggak sengaja melihat nasi yang ia santap melunak setelah disiram kuah sayur yang panas. Lalu ia kepikiran ide untuk melunakkan nasi supaya bisa menghasilkan hidangan nasi yang lebih banyak dan bisa dimakan seluruh rakyat dan prajurit. Setelah melakukan percobaan berkali-kali, akhirnya ditemukan cara untuk membuat hidangan beras encer yang disebut bubur. Bubur tersebut pun dimasak secara massal dan dicampur dengan kuah sayur dan diberi kaldu ayam.

Masalah pangan akhirnya bisa teratasi dengan adanya bubur ayam. Sejak itu, bubur ayam dianggap sebagai simbol persatuan dan keharmonisan. Karena, sifatnya mampu mengenyangkan semua rakyat secara merata, namun nggak membuat bubur kehilangan cita rasa.

Pantang dimakan saat Imlek

Meskipun dianggap sebagai simbol persatuan dan keharmonisan oleh warga Tiongkok, tapi bubur jenis apa pun nggak boleh disajikan saat Imlek. Karena, bubur juga dapat diartikan sebagai lambang kemiskinan dan kesusahan. Dianggap seperti itu pasti karena cerita asal-usul bubur di atas begitu melegenda. Jadi, nggak heran jika warga Tiongkok nggak berani menyajikan bubur saat Imlek karena mereka takut tertimpa sial.

Wah, sayang banget, ya, jika makanan seenak bubur nggak disajikan ketika Imlek. Ehm, jika keluarga kamu sangat percaya dengan tradisi tersebut, hormati aja. Toh, kamu bisa menikmati enaknya bubur ayam setelah Imlek selesai, kan?

(Visited 699 times, 1 visits today)

Comments

To Top