Destinasi

Bertualang di alam liar Bukit Lawang

bukit-lawang-medan

Petualangan outdoor di Bukit Lawang dengan ditemani aneka hewan langka memberikan pengalaman seru buat traveler. Di mana lagi kamu bisa menjelajah hutan sambil melihat bagaimana orangutan dan binatang langka lainnya hidup di alam bebas?

Mungkin masih banyak yang bertanya-tanya soal Bukit Lawang ini. Meski memiliki panorama alam yang mempesona, Bukit Lawang tidak sepopuler objek wisata lainnya di Medan.

bukit-lawang-medan

foto : maestrobali.com

Secara harfiah, Bukit Lawang berarti pintu masuk. Memang, Bukit Lawang adalah sebuah desa kecil yang terletak di selatan Taman Nasional Gunung Leuseur. Posisinya sekitar 120 km dari kota Medan dan dapat ditempuh selama empat hingga lima jam dari pusat kota.

Bukit Lawang populer dengan wisata alam yang menantang dan berada di kaki Gunung Leuser. Dari sinilah, traveler bisa memulai penjelajahan ke dalam hutan Sumatera yang terkenal memiliki medan sangat sulit sehingga menawarkan pengalaman menakjubkan.

 

Kegiatan di Bukit Lawang

bukit-lawang-orangutan

foto : www.enostourmedan.com

 

Bukit Lawang adalah salah satu tempat di dunia dengan orangutan sebagai daya tarik utamanya. Bukit Lawang diklaim sebagai salah satu lokasi menarik untuk menemukan hewan primata yang jumlahnya makin menurun dari tahun ke tahun akibat perburuan liar.

Bukit Lawang juga menjadi pusat rehabilitasi orangutan yang dilatih hidup di alam bebas dan telah beroperasi sejak 1973. Pusat rehabilitasi ini menampung banyak orangutan yatim piatu yang dilatih agar kembali siap hidup di alam bebas.

Tidak hanya terkenal dengan pusat rehabilitasi orangutan, hutan di Bukit Lawang adalah tempat di mana flora dan fauna langka dilestarikan. Salah satu tumbuhan yang terkenal di Bukit Lawang adalag bunga Rafflesia Arnoldi, yang diameternya bisa mencapai hingga tiga meter.

Dengan segala keanekaragaman flora dan fauna di dalamnya, Bukit Lawang jungle track di malam hari menjadi aktivitas favorit pengunjung untuk melihat satwa liar hidup di habitat mereka. Namun, setiap pengunjung harus didampingi pemandu berpengalaman karena melakukan petualangan sendirian di dalam hutan Bukit Lawang sangat berbahaya.

Kalau terlalu takut untuk bertualang di malam hari, pengunjung bisa meminta pemandu untuk melakukan trekking hutan di siang hari. Pilihlah waktu yang pas untuk mengelilingi Bukit Lawang, karena di jam-jam tertentu ada aktivitas pemberian makan orangutan oleh pusat rehabilitas, pukul 08:30 dan 15:00.

Pengunjung Bukit Lawang bahkan bisa ikut memberi mereka makan dan minum seperti pisang, susu dan makanan lainnya. Namun, kegiatan ini harus seizin dan bimbingan staf pusat rehabilitasi Taman Nasional Gunung Leuser.

Jangan lupa juga meminta pemandu untuk mengantar kamu ke gua kelelawar di Bukit Lawang. Kondisi gua kelelawar ini gelap total, tanpa pencahayaan alami sama sekali, sehingga membawa alat penerangan sangat diperlukan saat memasuki gua. Di dalam gua kelelawar kamu bisa merasakan bau khas dari heran ini serta sensasi nyanyian kelelawar dan suara tetesan air Sungai Bahorok.

Setelah puas menjelajahi hutan Bukit Lawang, traveler bisa menguji adrenalin dengan kegiatan lainnya yang tak kalah menantang. Karena lokasi Bukit Lawang sangat dekat dengan arus sungai Bahorok yang deras, pengunjung dapat menikmati kegiatan tubing.

Kegiatan ini mirip seperti arung jeram, perbedaannya adalah kamu akan menggunakan ban dalam yang hanya bisa dinaiki satu orang sebagai alat bantu mengarungi derasnya aliran sungai.

Rasakanlah sensasi aliran Sungai Bahorok dengan pemandangan rimbunnya pepohonan di kanan kiri sungai, serta bebatuan aneka ukuran yang bisa jadi rintangan kamu.

(Visited 468 times, 1 visits today)

Comments

To Top