Pantai

Bersua Lumba-lumba di Pantai Lovina

Pantai Lovina Bali

Jalan-jalan ke Bali, kawasan Kuta, Legian atau Sanur menjadi destinasi utama para pelancong dalam dan luar negeri. Tapi kalau kamu ingin mencari sensasi berbeda, datanglah ke Pantai Lovina. Kenapa Lovina? Traveler mungkin udah sering dengar Pantai Lovina ini dalam beberapa tahun terakhir. Maklum, pantai yang terletak di Desa Kalibukbuk, Buleleng ini pamornya sedang naik daun beberapa tahun terakhir.

Pantai Lovina Bali

foto: adityalovinabali.com

Meski pasirnya berwarna hitam, Pantai Lovina ini gak kalah cantik dengan pantai lainnya di Pulau Dewata. Melihat kehidupan lumba-lumba di alam bebas menjadi daya tarik utama yang ditawarkan kepada para traveler ke Pantai Lovina. Tapi, karena letaknya yang lumayan jauh dari Bandara Ngurai Rai, berburu atraksi lumba-lumba di Lovina kerap jadi penghalang wisatawan untuk datang ke sana.

Apalagi butuh perjuangan ekstra kalau kamu ngotot untuk menginap di pusat kota seperti Denpasar. Perjalanan melelahkan harus ditempuh demi melihat lumba-lumba berenang di alam bebas. Jarak dari Denpasar hingga Pantai Lovina mencapai 100 km lebih atau dengan kata lain kamu butuh waktu tempuh hingga tiga jam untuk tiba di lokasi ditambah ruas jalan berkelok yang bisa bikin kepala pusing.

Karena waktu terbaik menikmati Pantai Lovina adalah pagi hari, bisa dibayangkan pukul berapa kamu harus berangkat. Setidaknya, kamu harus start melakukan perjalanan dari Denpasar ke Lovina pukul tiga pagi untuk bisa mengejar tur lumba-lumba di sana. Tapi kalau gak mau repot bangun pagi buta, kamu bisa memilih menginap di kawasan sekitar Pantai Lovina. Di sana tersedia sederet penginapan mulai dari kelas melati hingga hotel berbintang yang bisa kamu pilih sesuai budget liburan.

Terlepas dari perjuangan yang kamu tempuh untuk datang ke Pantai Lovina, semua itu dijamin bakal terbayar lunas. Setibanya di sana, kamu bakal menemukan penyewaan jukung atau perahu tradisional yang lazim digunakan untuk mengantar traveler ke tengah lautan melihat lumba-lumba.

Kalau sedang beruntung, kamu akan disambut kawanan mamalia laut yang bisa saja tiba-tiba muncul di dekat jukung yang kamu tumpangi. Latar belakang matahari terbit menjadikan pengalaman berburu lumba-lumba liar di Pantai Lovina semakin eksotis.

Hanya saja, ada yang perlu kamu perhatikan sebelum memutuskan menyambangi Pantai Lovina. Karena faktor utama yang jadi penentu munculnya lumba-lumba adalah cuaca, jadi, musim panas di bulan April hingga Oktober diklaim menjadi momen terbaik untuk membuka kesempatan melihat lumba-lumba lebih lebar.

Selain melihat atraksi alami lumba-lumba, ada beberapa kegiatan bahari lainnya yang bisa kamu lakukan di Lovina Beach, seperti snorkling. Jangan khawatir kalau kamu gak bawa perlengkapan, karena di sana juga banyak disewakan kebutuhan snorkling dengan harga terjangkau. Ombak Pantai Lovina yang relatif tenang juga memungkinkan kamu untuk berenang di pinggir pantai.

Nama Pantai Lovina sempat “diharamkan” di Bali

Sebelum terkenal seperti sekarang, nama Pantai Lovina sempat mendapat pertentangan. Asal-usul Pantai Lovina sendiri tak lepas dari tokoh Bali Anak Agung Pandji Tisna yang pernah menjelajah negara Eropa dan Asia di tahun 1950-an. Singkat cerita, sekembalinya ke Pulau Dewata, Pandji Tisna berniat memajukan pariwisata di daerahnya dan kemudian membuka pondok yang kemudian dinamakan Lovina.

Sayang, nama Pantai Lovina tidak sepenuhnya diterima masyarakat setempat, karena dinilai tidak sesuai dengan budaya lokal. Lalu pada 1980, di tengah pesatnya pariwisata Bali, pemerintah setempat “mengharamkan” nama Lovina, sehingga “Kalibukbuk” dan “Air Sahih” dikenal sebagai kawasan wisata di Buleleng.

Namun seiring terus berkembangnya pariwisata di Bali Utara, banyak pebisnis yang meminta agar nama Pantai Lovina dihidupkan kembali dan akhirnya terus tersohor sampai sekarang.

(Visited 736 times, 1 visits today)

Comments

To Top