Destinasi

Bermain dengan kera-kera jinak di Ubud Monkey Forest

Monyet di Ubud Monkey Forest

Monkey Forest Ubud menjadi salah satu primadona tujuan wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin menikmati atmosfir berbeda selain pantai di Bali. Lucunya tingkah kera-kera yang sudah jinak menjadi pemandangan umum yang sering dijadikan objek kamera. Tempat ini sebenarnya adalah kompleks pura dan cagar alam dengan nuansa yang cukup rindang.

Ubud Monkey Forest Bali

foto: terraceatkuta.com

 

Lokasi Monkey Forest Ubud

Monkey Forest Ubud terletak di Jalan Monkey Forest/Jalan Ubud, Padangtegal, Ubud, Bali. Monkey Forest atau disebut juga dengan nama Sacred Monkey Forest Sanctuary dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dari Bandara Udara Ngurah Rai Denpasar. Setelah itu kamu bisa membeli tiket masuk sebesar Rp 20.000* untuk anak-anak dan Rp 30.000* untuk orang dewasa. Jam buka cagar alam Monkey Forest ini adalah mulai hari Senin – Minggu pukul 08.30 – 18.00.

Kera-kera jinak di Ubud Monkey Forest

Monyet di Ubud Monkey Forest

foto: www.justtravelous.com

Monkey Forest, atau masyarakat lokal menyebutnya dengan Mandala Suci Wenara Wana menempati kawasan seluas 27 hektar. Pepohonan hijau dan tinggi yang menyebar didalamnya menjadi habitat yang sangat cocok bagi ratusan kera yang sudah sangat familiar dan tidak canggung lagi bila berhadapan dengan wisatawan. Ribuan pengunjung per bulan pun cukup terhibur dengan tingkah laku binatang berekor ini.

Karena termasuk bintang yang aktif, kera-kera ini punya rasa ingin tahu yang tinggi. Apalagi kalau mencium bau makanan. Ia akan segera melompat dan mendekati ‘korban’. Kera ekor panjang ini juga memiliki kebiasaan cukup unik. Beberapa suka menyambut wisatawan yang baru datang sambil duduk santai dekat dengan pintu masuk dan wajah penuh selidik. Sementara yang lain lebih suka bermain-main di dalam hutan.

Sebagian besar pengunjung merasa terhibur dengan ulah mereka. Namun anak-anak yang baru pertama kali melihat kera mungkin sedikit ketakutan karena aksi kera-kera tersebut yang tidak dapat diduga. Oh ya, kera-kera ini juga sangat suka makan pisang. So kalau kamu pengin narsis dan selfi bareng mereka, kamu harus siap-siap bawa bekal pisang agar mereka mau diam sejenak menghabiskan menu makan yang diberikan.

Karena cukup luas, di tempat ini kamu bisa jalan-jalan santai sambil menikmati rindangnya pepohonan. Monkey Forest Ubud ini juga punya 3 pura yang letaknya ada di hutan, yaitu Pura Prajapasti (Pura Kremasi), Pura Beji (Pura Pemandian Suci), dan Pura Dalem (Pura Kematian/Kuburan).

Masih belum diketahu mulai kapan kera-kera tersebut menjadi penghuni area Pura Dalem yang difungsikan sebagai tempat pekuburan. Namun masyarakat lokal percaya kalau kera-kera tersebut adalah binatang suci yang menjadi penjaga pura-pura di Monkey Forest dari roh-roh jahat di Pura Dalem (Pura Kuburan), yaitu hutan kecil yang letaknya ada di sebelah selatan Ubud.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, kamu disarankan untuk tidak menyimpang dari alur jalan yang telah disediakan karena bisa jadi kera-kera tersebut mengira kamu akan bertindak kasar atau menyerang. Dan kalau pengin memberi makan, jauh lebih aman kalau disekitarmu ada pemandu. Ini penting lho travelers karena kalau mereka ‘merampas atau mengambil barang, seperti kacamata, air mineral, tas, dan kamera, kamu bisa minta tolong pada pemandu untuk mendapatkannya lagi.

Memborong souvenir di Monkey Forest

Setelah kamu selesai bermain-main dengan kera-kera jinak di Monkey Forest, jangan lupa juga untuk membeli oleh-oleh souvenir untuk orang-orang rumah, atau teman kantor ya. Ada banyak kios-kios yang menjajakannya di sekitar Jalan Monkey Forest. Ada batik, sarung, pakaian, tenun ikat, ukiran kayu, lukisan keranjang, perhiasan perak, dan manik-manik.

Nah travelers, kalau kamu tertarik untuk mengintip jenakanya kera-kera jinak di Monkey Forest Ubud, kamu bisa pesan pesan tiket pesawat atau booking hotel dekat Monkey Forest Ubud di Pegipegi.com. Selamat berlibur.

 

Keterangan * : Harga berlaku saat artikel ini ditulis.

(Visited 344 times, 1 visits today)

Comments

To Top