Destinasi

Menengok lika-liku kemerdekaan RI di Benteng Vredeburg, Yogyakarta

benteng-vredeburg

Nggak terasa kita akan memperingati Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus mendatang. Benteng Vredeburg adalah lokasi yang pas buat kamu kunjungi di hari libur nasional ini bersama keluarga, travelers. Ini adalah momen yang baik untuk mengingat kembali jalan berliku yang ditempuh bangsa untuk meraih kemerdekaan, sekaligus mengenang dan memberi penghormatan kepada jiwa-jiwa yang telah gugur di medan pertempuran melawan penjajah.

benteng-vredeburg

foto : wisatanesia.co

Sejarah berdirinya Benteng Vredeburg

Selain mendapat tekanan dari VOC, Kesultanan Mataram Islam juga sering kali mendapat rongrongan dari dalam berupa pemberontakan yang terjadi silih berganti. Awal mula perpecahan Mataram Islam terjadi ketika Sultan Amangkurat II mengambil sikap pro VOC meski ditentang oleh anggota keluarga kesultanan. Sultan Amangkurat III mengambil langkah berbeda dengan menentang VOC dan hal ini membuat VOC tidak puas. VOC mengadu domba anggota keluarga Kesultanan Mataram dengan menobatkan Pangeran Puger menjadi sultan.

Pemberontakan kembali pecah antar kubu Amangkurat III dan Pakubuwono I. Kemudian VOC memanfaatkan kericuhan ini dengan pura-pura mendamaikan kedua belah pihak. VOC menjadi mediator kedua kubu dalam Perjanjian Giyanti yang menyepakati pemisahan kawasan Yogyakarta dan Solo menjadi dua kerajaan, yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta. Sejak pertama kali dibentuk Kesultanan Yogyakarta telah menunjukkan perkembangannya di segala bidang. Dan hal ini membuat VOC merasa cemas.

Dengan dalih untuk menjaga keselamatan Sultan Hamengku Buwono I bersama seluruh keluarganya, pada tahun 1760 VOC meminta agar Sultan membangun sebuah benteng di dekat keraton yang kelak disebut dengan Benteng Vredeburg. Entah apa yang dipikirkan oleh Sultan saat itu karena beliau mengiyakan permohonan Belanda tanpa perlawanan. Benteng Vredeburg juga direnovasi oleh Sultan atas kemauan Belanda di tahun 1765. Setelah renovasi selesai Belanda menempatkan sebuah meriam dengan moncong dan jarak tembak yang cukup dekat ke Keraton Yogyakarta. Meriam ini masih bisa kamu lihat saat ini di Benteng Vredeburg, travelers.

 

Ada apa aja di Benteng Vredeburg Yogyakarta?

Benteng Vredeburg sempat berpindah tangan ke Jepang di masa pendudukannya dan difungsikan sebagai penjara buat para pejabat Belanda dan pribumi yang menentang Jepang. Benteng Vredeburg juga pernah menjadi rumah sakit bagi korban perang, gudang mesiu dan perbekalan di tahun 1945 dan penjara bagi tokoh-tokoh legendaris seperti Muhammad Yamin dan Tan Malaka yang dijebloskan ke balik jeruji besi karena perbedaan persepsi tentang revolusi di tahun 1946.

Di era kemerdekaan Kesultanan Yogyakarta berinisiatif untuk merenovasi beberapa bagian Benteng Vredeburg yang telah hancur. Pada masa ini Benteng Vredeburg beralih fungsi menjadi markas TNI, tahanan bagi para terduga PKI dan sempat pula diusulkan menjadi pusat kebudayaan. Baru di tahun 1981 Benteng Vredeburg secara resmi dinobatkan sebagai cagar budaya oleh Mendikbud Fuad Hasan dan namanya berubah menjadi Museum Benteng Yogyakarta di tahun 1992. Arsitektur Benteng Vredeburg masih dipertahankan seperti saat pertama kali dibangun, lengkap dengan empat pos penjagaan di empat penjuru yang ada di bagian teratas Benteng Vredeburg.

Setelah berjalan-jalan di taman Benteng Vredeburg yang nyaman dan asri, masuklah ke ruang pameran yang dilengkapi dengan AC dan kamu bisa melihat-lihat aneka koleksi Museum Benteng Vredeburg yang berupa senjata, seragam, foto-foto para pejuang juga diorama perang kemerdekaan RI. Kamu juga bisa beristirahat n ngopi-ngopi di sebuah kafe yang baru-baru ini didirikan di halaman dalam Benteng Vredeburg.

Pada saat-saat tertentu kamu bisa menikmati pameran seni rupa di lantai atas Benteng Vredeburg atau pasar seni yang digelar bersamaan dengan Festival Kesenian Yogyakarta (FKY), travelers. Benteng Vredeburg juga pernah menjadi saksi bisu kebangkitan aliran musik underground di Yogyakarta pada akhir tahun 90-an. Tapi pertunjukan semacam ini sekarang sudah tak boleh lagi diadakan di Benteng Vredeburg karena pengelola khawatir bangunan museum yang udah berusia ratusan tahun ini ‘ternoda’ oleh ulah penonton.

Benteng Vredeburg terletak tepat di penghujung Jalan Malioboro, bersebelahan dengan Pasar Beringharjo di sisi utara, gedung Kantor Pos dan Bank Indonesia di sebelah selatan. Sedangkan tepat di depan Benteng Vredeburg adalah Gedung Agung, istana kenegaraan RI selain Istana Bogor dan Istana Merdeka Jakarta. Penataan ruang yang ciamik ini membuat banyak orang betah nongkrong di trotoar depan Benteng Vredeburg. Tempat ini adalah tempat nongkrong wajib bagi penghuni Yogyakarta, komunitas motor antik dan lokasi favorit para mahasiswa Yogya yang hobi unjuk rasa.

Nggak sabar pengen berwisata sejarah sekaligus nongkrong di Benteng Vredeburg Yogyakarta? Ayuk hubungi Pegipegi sekarang buat dapetin info terlengkap seputar pemesanan tiket dan booking hotel murah tapi nyaman di Yogyakarta.

(Visited 125 times, 1 visits today)

Comments

To Top