Berita

Begpackers, Fenomena Turis Asing Mengemis di Indonesia

Indonesia lagi kebanjiran tren traveling baru. Sayangnya, trennya kali ini justru negatif yang datang dari turis-turis mancanegara.

Dengan alasan kehabisan ongkos, beberapa turis mancanegara rela mengemis di pinggir jalan agar mendapatkan uang, modal mereka melanjutkan perjalanan. Fenomena ini muncul di beberapa kota Indonesia seperti Pekalongan dan Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Aturan bebas visa yang berlaku di Indonesia dituding menjadi alasan mengapa fenomena tersebut dapat terjadi. Lewat peraturan tersebut, Penerima Bebas Visa Kunjungan diberikan izin tinggal kunjungan untuk 30 hari dan tidak dapat diperpanjang masa berlakunya ataupun dialihstatuskan menjadi izin tinggal lainnya.

Bukan Hanya di Indonesia.

Namun, fenomena ini nggak cuma dialami oleh Indonesia. Beberapa negara tetangga kedatangan para begpackers yang ingin traveling tanpa modal cukup.

Buat yang belum tahu, begpackers sendiri adalah sebutan buat para turis yang rela mengemis di jalan-jalan negara Asia Tenggara, dana buat mereka travelling. Fenomena ini sedang ramai di Thailand, di mana banyak turis luar atau bule menggelar lapak di jalanan buat mengemis.

Keberadaan mereka yang menganggu citra turis lainnya pun mengundang komentar beragam di sosial media. Nggak jarang ada yang mencaci kelakuan memalukan para bule yang haus akan traveling ini.

Nah, penasaran nggak sih dengan fenomena begpackers ini? Tenang, Pegipegi sudah siapkan beberapa fakta menarik soal begpackers. Simak!

1. Singapura Yang Pertama

(Picture: Twittter/ @ImSoloTraveller)

Meski belakangan baru heboh di Bangkok, Thailand, nyatanya fenomena begpackers pertama kali justru mencuat di Singapura. Seorang warga bernama Maisarah Abu Samah mengabadikan pemandangan yang aneh saat jalan-jalan ke pusat kota. “Pertama kali saya melihat fenomena ini dan keheranan. Pertama, di Singapura, jarang ada penggemis di pinggir jalan karena aturan yang tegas dari pemerintah” ujarnya yang dilansir oleh The Sun. Usai sukses mencuri perhatian, virus begpackers pun menyebar ke beberapa negara Asia Tenggara seperti Thailand, Laos, bahkan Malaysia.

2. Nggak Cuma Mengemis

Para turis begpackers punya banyak cara buat mendapatkan dana travelling mereka. Nggak cuma mengemis, banyak dari mereka yang rela bawa alat musik beserta pengeras suara buat mengamen layaknya di negara sendiri. Beberapa di antaranya pula menjajakan hasil potret travelling mereka kepada orang lokal demi mengais sedikit uang dari orang lewat.

3. Menyebar ke Online

Nggak cuma offline, kegiatan begpacking mereka juga lakukan di dunia maya, lho! Banyak para turis menggunakan fasilitas crowd-funding, Kickstarter untuk mendanai mereka. Saking niatnya, mereka juga membuat video profile mereka dan negara yang mereka kunjungi demi menarik simpati dari netizen yang melihat.

4. Variasi Spanduk

Foto: thesun

Lantaran nggak fasih berbicara dalam bahasa lokal, banyak dari begpackers membekali diri dengan spanduk bertuliskan permintaan mereka. Dari yang paling ngenes sampai yang berkelas, ada! “Saya sedang travelling keliling Asia tanpa uang. Tolong bantu perjalanan saya ya” tulis seorang turis yang coba mengemis di atas jembatan penyeberangan kota Bangkok.

5. Inspirasi Sepasang Sahabat

Foto: mirror

Nggak bakal ada api kalau nggak ada yang menyulut. Heboh fenomena begpackers nyatanya terinspirasi dari sepasang sahabat dari Inggris, Lilly dan Sara yang travelling ke 48 negara bagian di Amerika Serikat tanpa uang. Selama lima bulan, mereka menggunakan Tinder untuk mencari kenalan buat makan, tempat tinggal hingga akses hiburan secara gratis. Kisah ini sempat diabadikan beberapa media Inggris seperti BBC hingga The Sun. Sadis!

6. Amarah di Media Sosial

 

Aksi nekat para turis begpackers nggak cuma mengganggu kehidupan warga lokal, tetapi juga netizen. Kebanyakan para pengguna media sosial menyayangkan perilaku para begpackers yang dianggap memalukan. “Bule miskin, hanya di Bangkok!” cuit akun Twitter @IamSoloTraveler. “Apa kamu seorang pecundang? Nggak tahu mau ngapain di kehidupan ini? Pergi deh ke Bangkok. Silahkan mengajar, ngeblog atau mengemis di pinggir jalan” tambahnya.

7. Perilaku Mengejutkan Turis Asing

Foto: metro

Citra buruk turis begpackers nggak cuma soal cara mereka mendapatkan dana untuk travelling. Beberapa dari mereka juga punya perilaku buruk, terutama soal sopan santun. Seperti yang ditunjukkan sebuah video viral. Seorang penumpang bus asal Bangkok, Narong Thaopanya merasa terganggu dengan aksi seorang bule yang sengaja mengangkat kakinya di sebuah bus. “Saya sudah memintanya untuk menurunkan kaki namun dia menolak” kesalnya.

8.  Cukup Dimaklumi

Fenomena begpackers di Indonesia ternyata masih cukup dimaklumi. Para turis yang mengemis justru diperlakukan layaknya tamu kehormatan. Mulai dari yang dihantar khusus ke tujuan wisata hingga ada turis yang dapat meraup Rp 1 juta perhari berkat mengemis. Cukup miris mengingat jika ditilik dari tujuan mereka ke sini, berwisata.

Daripada jadi begpackers, lebih baik travelling murah deh dengan pesan tiket kereta api secara online melalui Pegipegi! Dijamin lebih murah, aman, dan nyaman! Dan jangan lupa sekalian booking hotel murah lewat Pegipegi juga, ya!

pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Foto utama: Vladimir

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top