Destinasi

Kawasan Bedugul Bali yang cantik di mata, sejuk di hati

Danau Bedugul

Berkunjung ke kawasan Bedugul bakal memberikan pengalaman berbeda buat kamu yang berlibur di Bali. Di sini traveler disuguhkan pemandangan alam menakjubkan dengan suasana menyejukkan. Yup, berbeda dengan daerah di Bali lainnya yang mayoritas panas dengan pantai sebagai objek wisata andalannya, kamu justru akan merasakan dingin menusuk kulit saat berkunjung ke Bedugul. Juga, tidak ada hamparan pasir serta deburan ombak kamu temukan di sini.

Meski begitu, bukan berarti Bedugul tak layak dilirik. Toh, kawasan ini kerap menjadi tujuan para pelancong, baik domestik maupun mancanegara, untuk menghabiskan waktu saat liburan di Pulau Dewata. Adalah Danau Beratan dan Pura Ulun Danu di tengahnya yang menjadi andalan wisata di Bedugul. Latar belakang pemandangan pegunungan yang cantik menambah eksotisme kawasan ini dan kamu juga akan merasakan kesejukan karena berada di suhu sekitar 17 sampai 25 derajat celcius.

Danau Bedugul

foto: imgbuddy.com

Perjalanan menuju Bedugul

Kawasan wisata Bedugul terletak di Desa Candikuning, Kabupaten Tabanan atau 55 km dari Denpasar. Travaler bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan untuk menuju ke wilayah ini dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Untuk tiba di sini, pelancong akan melewati jalan berkelok dan menanjak. Tapi tenang, kamu nggak akan dibuat bosan karena sepanjang perjalanan disuguhkan pemandangan mengagumkan, plus udara sejuk menyelimuti.

Menemukan dua ikon wisata Bedugul, Danau Beratan dan Pura Ulun Danu, pun tak sulit karena terletak di pinggir jalan yang menghubungkan Denpasar dengan Singaraja. Setelah melewati perjalanan melelahkan, kamu akan disambut hamparan danau dengan pegunungan berkabut yang memanjakan mata.

Tour ke Bedugul dan legenda Danau Beratan

Memasukkan Bedugul ke dalam daftar itinerary saat traveling ke Bali, berarti kamu harus siap-siap mengelilingi berbagai tempat wisata di kawasan ini. Seperti yang sudah disinggung di atas, spot pertama yang wajib kamu kunjungi saat ke Bedugul adalah Danau Beratan. Dengan luas mencapai satu hektar lebih, danau ini termasuk yang terbesar kedua di bawah Danau Batur.

Hamparan danau yang luas dengan pegunungan sebagai latar belakangnya memanjakan pemandangan pelancong. Belum lagi cuaca dingin, yang sangat berbeda dengan kawasan Bali lainnya, karena Bedugul terletak di daerah dataran tinggi. Di Danau Beratan, pelancong nggak hanya bisa menghabiskan waktu dengan berjalan kaki di sekitarnya. Di areal danau ini disiapkan pula kapal boat atau sampan sehingga kamu bisa lebih puas mengagumi keindahannya dengan mengelilingi danau.

Danau ini termasuk salah satu danau penting, karena menjadi sumber irigasi para petani setempat, bahkan dikenal sebagai danau gunung suci. Menurut legenda di masyarakat Bali, Danau Beratan sebenarnya danau terbesar, namun karena terjadi gempa bumi dahsyat membuatnya terbelah menjadi tiga bagian, yaitu Beratan, Tamblingan dan Buyan.

Puas mengelilingi keindahan danau, Bedugul Tour bisa kamu lanjutkan dengan mampir ke Pura Ulun Danu yang letaknya persis di tepi Danau Beratan. Pura Ulun Danu dibangun untuk memuja Dewi Danu dan digunakan untuk upacara persembahan Dewi Danu, yakni dewi air, danau dan sungai oleh umat Hindu.

Pura ini memiliki sejarah panjang, terlihat dari bebatuan yang berada di halamannya yang diyakini berasal dari masa megalitikum dan sudah dijadikan tempat untuk melakukan kegiatan ritual sejak zaman dulu. Meski bangunan di atas air ini berusia tua, namun kondisi fisiknya masih kokoh, bersih dan tertata rapi.

Pura yang diketahui dibangun sebelum tahun saka 1556 ini memiliki arsitektur yang sangat khas Pulau Balidwipa, nama lain Bali di masa lampau. Terdapat empat bangunan suci masing-masing untuk pemujaan dewa Diwa yaitu Pura Lingga Petak, tempat pemujaan dewa Wisnu disebut Pura Penataran Puncak Mangu, pura utama yang disebut Pura Dalem Purwa dan terakhir tempat pemujaan untuk Sang Hyang Widhi yaitu Pura Dalem Purwa, yang juga berfungsi sebagai tempat memohon kesuburan, kemakmuran dan kesejahteraan.

Bedugul rupanya tidak hanya berisi Danau Beratan dan Pulau Ulun Danu yang jadi andalan memikat atensi wisatawan. Masih ada beberapa spot lain yang sayang banget kalau dilewatkan. Tak jauh dari danau, terdapat Kebun Raya Eka Karya Bedugul, yang merupakan satu-satunya kebun raya di Bali dan menjadi hutan lindung sebagai paru-paru kota. Tak hanya itu, di seberang danau ini juga berdiri sebuah mesjid tua, Masjid Besar Al-Hidayah. Masjid ini berdiri di sebuah bukit kecil dan dari pelataran mesjid traveler bisa menyaksikan kemolekan Danau Beratan dengan ditemani semilir angin.

Suasana di kebun raya sangat sejuk dan pas dijadikan tempat rekreasi keluarga. Terdapat beberapa spot menarik di Kebun Raya Bedugul yang sayang dilewatkan, diantaranya Candi Bentar, Roses Garden hingga rumah tradisional Bali. Di sini juga tersedia aktivitas wisata petualangan yang dikenal dengan sebutan Bali Treetop.

Harga tiket masuk ke kebun raya cukup terjangkau, hanya dengan uang Rp 7.000 per orang, traveler sudah bisa menikmati pemandangan yang menyejukkan di sini. Lelah berjalan-jalan di areal kebun raya, tiba saatnya mampir di pasar Candi Kuning. Di pasar ini tersedia berbagai sayuran dan buah asil panen petani setempat seperti worter, tomat, salah, jeruk dan markisa.

Jangan lupa pula menikmati jagung manis yang banyak dijual di sekitar panas. Rasa manis dan panasnya pas untuk dinikmati di cuaca dingin. Jika ingin membeli oleh-oleh, di pasar Candi Kuning pun banyak yang menjual kerajinan khas Bali hingga kain pantai.

Tips traveling ke Bedugul

Karena pengunjung harus melalui jalan berliku dan menanjak, disarankan membawa obat-obatan pribadi terutama bagi traveler yang suka mengalami mabuk darat. Mengingat Bedugul terletak di kawasan dataran tinggi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan. Tak seperti daerah Bali lainnya, Bedugul sering turun hujan tiba-tiba meski tidak dalam musimnya.

Genangan air pun sering terjadi jika hujan turun cukup lebat. Karenanya, jangan lupa selalu menyediakan payung dan menggunakan sandal yang nyaman. Kalau kamu lupa membawa payung dan sudah terlanjur tiba di Bedugul nggak perlu cemas karena banyak penyewaan payung yang dijajakan pendudu setempat.

Traveler juga disarankan membawa jaket atau baju hangat agar udara dingin tidak terlalu menusuk kulit. Body lotion atau body butter pun dibutuhkan, khususnya untuk kaum hawa, yang tak mau kulitnya kering karena cuaca terlalu dingin.

Terakhir, tapi bisa dibilang yang paling penting, traveler wajib mematuhi segala peraturan yang berlaku di kawasan ini, termasuk saat berkunjung ke Pura Ulun Danu. Pengunjung dilarang memasuki bagian dalam pura karena ini dikhususkan sebagai tempat ibadah yang disucikan.

(Visited 5,273 times, 1 visits today)

Comments

To Top