User Review

Bandara Kemayoran, Gerbang Jakarta di Masa Lalu

Apa yang terbesit di pikiran kamu kalau mendengar nama Kemayoran? Pekan Raya Jakarta atau yang lebih dikenal dengan PRJ, mungkin itu yang paling gampang diingat tentang Kemayoran. Tidak salah memang, karena pesta yang digelar untuk merayakan ulang tahun ibu kota negara ini digelar di sana.

Tapi, travelers tahu gak sih kalau di Kemayoran dulunya ini adalah bandar udara yang kesohor?

kemayoran1

Ya, Bandar Udara Internasional Kemayoran adalah bandar udara pertama di Indonesia yang dibuka untuk penerbangan internasional. Landasa bandara ini dibangun pada 1934 sudah beroperasi pada 6 Juli 1940, meski baru diresmikan dua hari kemudian, dan pesawat pertama yang mendarat jenis DC-3 Dakota milik perusahaan penerbangan Hindia Belanda.

Bandara Kemayoran mengalami fase bersejarah Indonesia dari masa pemerintahan Hindia Belanda, pendudukan Jepang hingga kemerdekaan Indonesia (Orde Lama dan Orde Baru). Mulai dari pesawat sipil hingga pesawat militer pernah mendarat di sini, sebut saja pesawat jenis Fokker, DC-3 Dakota yang tercatat mendarat dan terbang dari sejak awal dan akhir dioperasikannya bandar udara ini. Bahkan saat hadirnya pesawat berbadan lebar generasi awal seperti Boeing 747 dan Airbus A-300. Gak heran jika Bandara Kemayoran ini disebut sebagai bandara terbaik di Timur kala itu. Bahkan nih, Bandar Udara Kemayoran pernah loh jadi salah satu seting latar komik Tintin yang terkenal, yakni penerbangan 714 ke Sydney, dengan nampilin pemandu lalu lintas (tower) Kemayoran. Hebatnya lagi, gambar yang ditampilin ini benar-benar sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Tintin, Kapten Haddock, dan Prof. Calculus tiba di Jakarta

Tintin, Kapten Haddock, dan Prof. Calculus tiba di Jakarta

kemayoran_tintin

Sayang, bandara dengan kode KMO ini harus berhenti operasi mulai 1 Januari 1983, sedangkan sejak tahun 1975, penerbangan internasional untuk sementara dialihkan ke Halim Perdanakusuma.

Setelah kegiatan operasionalnya dihentikan, pemerintah lalu menerbitkan Peraturan Pemerintah No 31 tahun 1984, guna menghindari perebutan kewenangan antar instansi terhadap areal bekas bandara. Berdasarkan peraturan itu, kekayaan negara yang merupakan sebagian modal Perum Angkasa Pura I ditarik kembali sebagai kekayaan negara.

Lalu bagaimana kondisi bekas bandara Kemayoran sekarang? Cuma sedikit yang tersisa dari kejayaan bandara ini, salah satunya adalah menara kontrol.

Dua landasan pacu masih dipertahankan sebagai jalan utama dengan median (pembatas jalan) yang tidak permanen untuk sewaktu-waktu digunakan sebagai landasan pacu guna kepentingan militer karena struktur landasannya menggunakan konstruksi standar landas pacu bandar udara internasional yang kuat.

Yang tersisa dari Bandara Kemayoran, menara ATC yang terbengkalai

Yang tersisa dari Bandara Kemayoran, menara ATC yang terbengkalai

Pada bekas landas pacu utara-selatan diberi nama Jalan Benyamin Sueb. Tahu kan siapa beliau? Ya, beliau adalah tokoh dan artis serba bisa kelahiran Jakarta yang merupakan warga asli Kemayoran. Namanya diabadikan sebagai nama jalan oleh Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

(Visited 1,226 times, 1 visits today)

Comments

To Top