Destinasi

Atur liburan seru di Semarang

Pagoda Avalokitesvara Watugong Semarang

Semarang menyimpan segudang lokasi wisata yang tak cukup waktu satu hari untuk menikmatinya. Beberapa lokasi wisata di Semarang sangat menarik perhatian sekaligus memiliki nilai sejarah yang tinggi.

Menikmati pemandangan di Semarang tentunya membutuhkan pengaturan jadwal agar semua lokasi wisata penting di kota ini bisa dijelajahi. Yuk simak beberapa lokasi wisata di Semarang yang bisa dikunjungi oleh travelers lengkap dengan rencana perjalanannya!

Hari pertama, Kuil Sam Poo Kong

iba di Bandara Ahmad Yani, Semarang, travelers bisa langsung ke hotel atau kalau sudah gatal ingin jalan-jalan, bisa langsung ke Kuil Sam Poo Kong. Berada tepat di Kota Semarang, klenteng ini memang unik. Pada awalnya kuil ini biasa digunakan sebagai masjid. Tetapi perkembangannya berubah sebagai klenteng, bahkan bentuk bangunannya seperti sudah peruntukan untuk klenteng. Di klenteng pengunjung bisa melakukan ciam shie atau meraba masa depan. Membakar dupa dan melempar kepingan “Im” dan “Yang”, pengunjung juga melihat keberuntungan masa depan.

Museum Kereta Api Ambarawa

old-locomotive-01

Selepas dari Kuil Sam Poo Kong, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Museum Kereta Api Ambarawa. Museum ini merupakan perubahan dari stasiun kereta api terkenal di Ambarawa. Sepertinya hal museum, travelers bisa melihat benda bersejarah. Dalam Museum Kereta Api, tampak deretan lokomotif unik dan di museum ini tersimpan kereta api uap dengan nomor lokomotif B 2502 dan B 2503 buatan Maschinenfabriek Esslinge. Kereta api uap yang bergerigi ini sangat unik dan hanya tiga negara yang masih mempunyai kereta api semacam ini, yaitu Indonesia, India, dan Swiss.  Asyiknya, kita bisa mencoba naik ke kereta ini dengan hanya membayar Rp50 ribu per orang. Ada tarif khusus jika ingin menyewa secara khusus sebesar Rp3.250.000 hingga Rp5.250.000. Dengan harga itu, travelers akan menikmati pemandangan indah di sekitar Gunung Ungaran dan Gunung Merbabu serta hamparan Rawa Pening yang berada di kaki gunung.

Candi Gedong Songo

Candi Gedong Songo bisa ditempuh setelah menikmati pemandangan di Museum Kereta Api Ambarawa. Waktu terbaik melihat candi ini adalah pada waktu sore hari. Ada sejarah di balik pemberian nama Gedong Songo. Ada Sembilan candi di dalam kawasan ini. Itu sebabnya diberi nama Candi Gedong Songo. Lokasi di sekitar candi sangat sejuk dan kadang dingin. Kalau cuaca dingin, kamu bisa menikmati sumber air panas yang mengandung belerang cukup tinggi. Bosan jalan kaki, coba menyewa kuda dengan merogoh kocek Rp50 ribu.

Hari kedua, Vihara Buddhagaya Watugong

Pagoda Avalokitesvara Watugong Semarang

Berada sekira 45 menit dari pusat kota Semarang, Vihara ini dikenal memiliki banyak bangunan dan memiliki area yang luas. Salah satu ikon dari vihara ini adalah Pagoda Avalokitesvara (Metta Karuna). Menurut sejarah, vihara ini adalah yang pertama berada di Indonesia sejak keruntuhan Kerajaan Majapahit. Di Pagoda Avalokitesvara terdapat Buddha Rupang yang besar.Travelers bisa naik ke puncak pagoda tetapi harus melewati anak tangga yang menumpuk. Selain itu juga ada Pagoda Kwan Im. Bangunan yang berada di kompleks vihara ini mempunyai tinggi 39 meter. Sekira 20 patung Kwan Im dipasang di pagoda tersebut dan disesuaikan dengan arah mata angin dengan maksud sang dewi menebarkan kasih sayang ke seluruh Kota Semarang.

Lawang Sewu

lawang-sewu-ruang-tengah

Lawang Sewu adalah gedung tua yang dahulu merupakan kantor Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada 1904, bangunan ini rampung pada 1907. Gedung ini berada di Bundaran Tugu Muda yang dulu disebut Wilheminaplein. Masyarakat Semarang menyebut Lawang Sewu atau seribu pintu karena bangunan itu memiliki pintu yang sangat banyak. Untuk menikmati pemandangan Lawang Sewu, kamu harus mengeluarkan uang Rp10 ribu per orang dewasa, pemandu Rp30 ribu per orang. Gedung ini juga memiliki penjara bawah tanah dengan membayar harga masuk yang sama.

Hari ketiga, Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah memiliki arsitektur yang unik dan megah. Di masjid ini terdapat empat buah tiang yang tampak sebagai payung raksasa. Payung-payung yang berada di pelataran masjid tersebut akan terbuka bila cuaca hujan. Payung ini sama seperti yang ada di Masjidil Haram, Arab Saudi. Selain itu, kompleks masjid juga tampak berdiri menara dengan tinggi menjulang hingga 99 meter.

Alun-alun Simpang Lima

Hari terakhir di Semarang bisa diisi dengan membeli buah tangan. Kemudian travelers bisa menikmati keriuhan pasar dadakan yang berada di Alun-alun Simpang Lima yang menarik perhatian banyak orang. Kondisi yang ramai, seolah seluruh warga Semarang berkumpul di tempat yang sama. Alun-alun ini dipenuhi pusat jajanan dan kuliner. Tahu gimbal yang merupakan kuliner khas dari Semarang tersedia di tempat ini.

Nah, tunggu apa lagi, travelers? Buruan yuk rencanakan liburan seru ke Semarang!

 

(Visited 347 times, 1 visits today)

Comments

1 Comment

Comments

To Top