Destinasi

Amanda Zevannya: Kerja Sambil Liburan di Jepang!

Sejak jadi runner up I Miss Indonesia 2011, Amanda Zevannya pun menerima banyak tawaran pekerjaan. Salah satunya jadi host program “Kokoro No Tomo” di salah satu stasiun televisi. “Kokoro No Tomo” adalah program yang menceritakan tentang kebudayaan Jepang dan Indonesia. Gara-gara syuting “Kokoro No Tomo”, kelahiran 18 Juni 1991 ini sudah main ke Jepang sebanyak sembilan kali. Tentunya, sudah banyak cerita yang bisa Amanda bagikan.

Bukan cewek yang bisa bahasa Jepang

Nggak terasa, cewek bernama lengkap Amanda Roberta Zevannya ini sudah menjalani syuting “Kokoro No Tomo” dari tahun 2012. Sebelumnya, Amanda sama sekali nggak menyangka bisa jadi host di program tersebut karena ia nggak bisa bahasa Jepang dan sama sekali belum pernah ke Jepang.

“Waktu itu, manajemen aku kasih tahu bahwa program itu lagi cari host. Makanya mereka mengadakan casting. Karena aku nggak bisa bahasa Jepang dan nggak mengerti apa-apa soal Jepang, aku pun nggak berharap banyak. Eh, tapi malah dihubungi lagi. Lalu aku dan calon-calon lainnya dipertemukan sama produsernya buat interview. Besoknya, produsernya bilang mau pakai aku jadi salah satu host “Kokoro No Tomo”,” kenangnya.

Senang main ke Jepang

Pastinya, kesempatan ini nggak dilewatkan oleh Amanda. Kapan lagi bisa jadi host sekaligus liburan gratis ke Jepang! Apalagi Jepang adalah salah satu negara yang paling diincar untuk dijadikan tempat liburan. “Setiap kali aku syuting di sana, nggak berasa seperti lagi kerja. Aku dan yang lainnya nggak pernah tuh merasa home sick. Nggak pernah sekalipun menghitung hari supaya cepat pulang ke Indonesia. Kalau bisa, maunya di Jepang terus! Hihihi…” ungkap cewek yang pernah main di film “Mari Lari” (2014).

Karena sudah pernah ke Jepang sebanyak sembilan kali, cewek manis ini jadi punya banyak pengalaman seru yang nggak terlupakan. “Soalnya, aku sudah berkunjung dari Hokkaido sampai Okinawa. Ibaratnya, dari ujung ke ujung Jepang sudah aku kunjungi. Sebenarnya, masih ada beberapa tempat wisata yang belum aku kunjungi, sih. Tapi, aku puas banget dengan pengalaman syuting sekaligus traveling di sana,” ceritanya.

DD2A7E64-E2A5-463B-B90A-9B43BCBDF135-1

Dok. Pribadi

Hidup tanpa ponsel

Agar bisa menikmati keindahan di Jepang secara maksimal, Amanda dan kawan-kawan sengaja menjauhkan diri dari ponsel dan media sosial. “Jadi, kalau jalan-jalan di Jepang, kami sengaja nggak beli kartu perdana lokal. Dan kalau bisa ponsel kami di airplane mode off. Menurutku sih, sayang banget, ya, kalau kita main ke Jepang, tapi malah sibuk main media sosial atau sibuk chat sama teman. Setiap sudut di Jepang, worth it banget buat dinikmati,” katanya.

Jika sudah kembali ke hotel, barulah Amanda mengaktifkan ponsel menggunakan wifi di sana. “Nah, pas sudah sampai di hotel, baru deh boleh main media sosial atau chat sepuasnya sama teman,” imbuh cewek yang pernah menghabiskan waktu sampai sebulan penuh di Jepang untuk syuting dan traveling.

Berat badan selalu naik

Setiap kali Amanda pulang dari Jepang, pasti berat badannya naik sebanyak 4 – 5 kg. Bukan karena Amanda lupa diet, tapi karena di program itu, ia diharuskan untuk mencicipi berbagai kuliner di Jepang. “Apalagi orang Jepang itu punya kebiasaan untuk selalu menghabiskan semua makanan yang disajikan. Jadi, aku harus menghabiskan semua makanan yang ada, deh. Tapi, aku mau-mau aja sih habisin semuanya. Soalnya enak-enak! Hahaha…” bilangnya sambil tertawa.

Dan makanan yang paling disukai Amanda di Jepang adalah sukiyaki. “Karena sukiyaki adalah makanan paling lengkap kalau menurut aku. Sayurannya ada, buah-buahannya ada, dagingnya ada, dan masih banyak bahan lainnya. Karena cobain sukiyaki, aku jadi bisa makan telur mentah. Sebelumya, aku nggak suka sama sekali sama telur mentah. Kalau makan sukiyaki kan, kita harus aduk telur mentah dulu tuh, lalu dicampur ke daging, baru deh dimakan,” beber Amanda.

Selain sukiyaki, Amanda juga suka banget sama desserts di Jepang. “Jadi lapar deh, kalau omongin desserts! Hihihi… Soalnya, segala desserts di Jepang pasti dibuat unik. Misalnya, es krim yang rasanya biasa aja, tapi mereka bisa bikin packaging-nya unik banget. Tapi, dessert yang paling aku suka di sana adalah pudingnya. Kami sebutnya purin. Itu adalah puding karamel susu. Egg pudding pakai karamel gitu, deh. Yuzu gelato juga lucu! Itu lho, es krim pakai jeruk khas Jepang. Enak juga tuh!” curhat-nya antusias.

maxresdefault

www.youtube.com

Tokyo and Hokkaido are the best!

Selama berada di Jepang, alumni Universitas Indonesia Depok, jurusan Ilmu Komunikasi ini paling suka main di Tokyo dan Hokkaido. “Tokyo itu kayaknya sudah jadi favorit semua orang yang pernah ke Jepang. Karena, Tokyo itu kan kota banget. Aku suka banget sama kota dan keramaian. Tokyo juga asyik banget buat shopping. Apa aja juga ada di sana,” paparnya.

“Kalau Hokkaido, aku juga suka karena udaranya enak banget. Kami kan syutingnya pas lagi summer dan Hokkaido itu letaknya di utara, jadi walaupun lagi summer, di sana udaranya tetap terasa sejuk dan windy-windy gitu, deh. Air di sana terkenal paling segar, berasnya terkenal paling bagus, susunya terkenal enak, dagingnya juga the best. Pokoknya semua sumber daya di Hokkaido itu paling the best dibandingkan semua tempat di Jepang. Cinta banget deh sama Hokkaido!” lanjut cewek yang juga pernah tampil di video klip single Istimewa milik Petra Sihombing.

Yang bikin Amanda makin kagum dengan Hokkaido adalah kota Otaru yang terlihat sangat cantik. “Spot utamanya dibuat seperti Eropa, tapi touch Jepangnya masih ada. Benar-benar kota yang sangat romantis. Di Hokkaido juga ada satu kota kecil, namanya Higashikawa. Di sana angka kiriminalnya nol (zero crime). Keren banget, ya! Dan airnya segar banget. Kita bisa minum air secara langsung karena airnya didapat dari salju yang mencair di sana. Tahun lalu, aku main ke Higashikawa lagi pas summer, jadi ada hanabi (festival kembang api). Menurutku, itu adalah festival kembang api terkeren yang pernah aku lihat seumur hidupku,” puji Amanda.

Akihabaraaaa!! #kntshootingdiary #japan #japanlove

A photo posted by Abigail Amanda Zevannya (@amandazevannya) on

She is clothed with strength and dignity. She laughs without fear of the future. – Proverbs 31:25 (NLT) Captured by @desbins

A photo posted by Abigail Amanda Zevannya (@amandazevannya) on

Ambil kursus bahasa Jepang

Karena lumayan sering ke Jepang, sekarang Amanda sudah bisa berbahasa Jepang, meskipun cuma sedikit. “Lama-lama jadi lumayan bisa sih karena kami kan sering bertemu dengan banyak klien dari Jepang. Dan karena “Kokoro No Tomo” adalah progam ngehost-ku yang paling panjang, aku sampai sengaja ambil kursus bahasa Jepang di Jakarta. Tapi, bukan kursus bahasa Jepang yang aktif. Cuma pasif. Kalau dengar orang ngomong bahasa Jepang, aku bisa ngerti, tapi kalau mau dijawabin, ya, susah. Hahaha…” akunya.

Menurut Amanda, bahasa Jepang bukanlah bahasa yang mudah dipelajari. “Belajar bahasa Jepang itu nggak semudah belajar bahasa Indonesia atau Inggris karena kan ada kanji-kanjinya. Bisa bahasa Jepang pasif aja sudah bagus banget. Lumayan buat berkomunikasi dengan klien atau orang Jepang di sana. Selain untuk urusan pekerjaan, berkomunikasi dengan bahasa Jepang juga bisa menambah teman, lho. Kami jadi sering saling mengajari bahasa dari negara masing-masing. Seru banget!” bilangnya sambil tersenyum.

(Visited 911 times, 1 visits today)

Comments

To Top