Destinasi

Air Terjun Songgolangit, primadona dari Jepara

air-terjun-songgolangit

Kota Jepara makin populer dengan wisata alamnya belakangan ini, termasuk Air Terjun Songgolangit. Air terjun yang diselimuti kisah misteri ini bisa menjadi penyejuk di tengah keramaian kota.

Air Terjun Songgolangit diambil dari bahasa Jawa, dimana songgo artinya menyangga sedangkan langit berarti langit, sehingga secara gamblang Air Terjun Songgolangit adalah air terjun yang menyangga langit.

air-terjun-songgolangit

foto : bisnisaceh.com

Jika dilihat dengan sekasama, Air Terjun Songgolangit Jepara memang tampak menopang langit dengan ketinggian kurang lebih 80 meter dan memiliki lebar 2 meter.

Air Terjun Songgolangit terlihat begitu gagah dari bawah kolam penampungan yang memiliki kedalaman hingga tiga meter. Kolam inilah yang sering dijadikan tempat berenang atau sekadar main air oleh para pelancong.

Oya, menurut masyarakat sekitar mandi di kolam Air Terjun Songgolangit bisa membuat wajah kita awet muda. Percaya atau tidak, yang jelas menceburkan diri ke kolam bisa membuat badan terasa segar.

Ramainya pengunjung yang datang ke Air Terjun Songgolangit membuat pengelola melengkapi sejumlah fasilitas umum. Parkiran yang lumayan luas, warung-warung yang menyediakan makanan ringan dan minuman serta toilet umum sudah tersedia di sekitaran lokasi Air Terjun Songgolangit.

 

Menuju Air Terjun Songgolangit

Air Terjun Songgolangit berada di Dusun Nglencer Desa Bluncu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, tepatnya berjarak 35 kilometer ke arah utara dari pusat kota.

Untuk menuju Air Terjun Songgolangit sangat mudah dijangkau. Karena berada di pusat kota, penunjuk arah menuju lokasi pun sudah sangat jelas. Kondisi jalannya juga mudah dilalui karena cukup mulus dan beraspal untuk kendaraan roda dua dan roda empat.

Dari pusat kota Jepara, wisatawan harus mengambil jalan ke arah Kabupaten Pati dengan melewati Kecamatan Mlonggo, Kecamatan Bangsri dan Kecamatan Kembang. Jarak dari kota hingga kecamatan terakhir sebelum mencapai Air Terjun Songgolangit sekitar 20 kilometer.

Setibanya di Kecamatan Kembang, perjalanan menuju Air Terjun Singgolangit dilanjutkan dengan melewati hutan jati sampai tiba di Desa Cepogo. Setelah melewati hutan jati sepanjang 2 kilometer, dilanjutkan kembali ke Desa Bucu sepanjang 11 kilometer, di mana Air Terjun Songgolangit berada.

Setibanya di pintu gerbang Air Terjun Songgolangit, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk sebesar Rp 1.500 untuk hari biasa atau Rp 2.000 di hari libur.

 

Legenda Air Terjun Songgolangit

Sudah menjadi rahasia umum, setiap kawasan wisata, khususnya wisata alam, di Indonesia memiliki legenda tersendiri. Demikian pula dengan Air Terjun Songgolangit di Jepara ini.

Alkisah, ada seorang lelaki asal Desa Tunahan menjalin kasih dengan seorang gadis dari desa Blucu. Romantisme mereka berlanjut hingga ke pelaminan dan kemudian pasangan muda ini tinggal di rumah orang tua perempuan.

Suatu malam, ketika sang istri sedang bersiap menyiapkan makanan ia menyenggol perabotan hingga membuat gaduh. Ibunya kemudian menegur dengan maksud baik, supaya lebih hati-hati agar suaminya yang sedang tidur tidak terganggu.

Namun ternyata sang suami salah mendengar perkataan mertuanya sehingga terjadilah cekcok yang berujung kepergian pasangan pengantin baru ini. Si suami berniat mengajak istrinya pulang ke desanya dengan menggunakan pedati.

Karena ketika itu sudah larut malam dan tidak ada penerangan yang cukup, mereka kesasar dan pedati yang ditumpangi jatuh ke jurang yang dalam sehingga tidak bisa ditemukan. Jurang ini kemudian dipercaya menjadi cikal-bakal Air Terjun Songgolangit.

Masyarakat setempat percaya pasangan suami istri tersebut menjadi penunggu Air Terjun Songgolangit. Bahkan hingga sekarang, kisah tersebut masih melekat sampai-sampai pernikahan antara orang Desa Tunahan dan Desa Blucu menjadi pantangan karena dikhawatirkan rumah tangga mereka akan mengalami goncangan hebat.

(Visited 1,634 times, 1 visits today)

Comments

To Top