Tips

9 Pertanyaan yang Sebaiknya Nggak Ditanyakan ke Travelers

Punya teman traveler memang seru karena kamu jadi tahu banyak hal soal traveling! Bahkan, kamu juga jadi punya teman yang asyik buat diajak traveling. Banyak bertanya boleh-boleh aja, tapi jangan sampai pertanyaan kamu malah menyinggung perasaannya. Kalau menurut pegipegi sih, sembilan pertanyaan sejenis ini lebih baik nggak ditanyakan.

1. Uang kamu nggak berseri, ya? Kok jalan-jalan terus!

Lalu disambung dengan pertanyaan, dapat uang dari mana? Pertanyaan macam ini cuma bikin kamu terlihat seperti orang sirik di matanya. Padahal, belum tentu traveler tersebut anak orang kaya yang uangnya nggak berseri. Kamu nggak akan pernah tahu kerja keras apa aja yang sudah ia lakukan agar bisa sering traveling. Bisa jadi, ia juga sudah menyiapkan itinerary dari jauh-jauh hari, mencari tiket pesawat murah pada jam tertentu, dan mencari hotel yang murah banget buat hidup hemat ketika traveling.

Bukan hanya itu, tapi kebanyakan travelers adalah orang yang rela hidup irit habis-habisan demi traveling. Di kesehariannya, mereka rela naik angkot atau jalan kaki demi menghemat ongkos. Mereka juga rela menekan biaya shopping dan makan enak supaya bisa traveling terus. Bahkan, dengan mencari penghasilan tambahan di luar jam kerja.

money

www.shutterstock.com

2. Ngapain traveling terus? Cuma buang-buang uang!

Seringkali, traveling dikaitkan dengan hobi mewah yang dilakukan cuma buat buang-buang uang. Padahal, traveling nggak selalu harus mahal, kok. Di zaman sekarang, traveling makin mudah dilakukan karena banyak online travel agent yang menawarkan tiket pesawat dan hotel dengan harga miring.

Sama halnya dengan kamu yang hobi koleksi gadget, game, sepatu branded, dan lain-lain. Pastinya kamu bekerja keras untuk hobi atau passion kamu kan? Begitu juga travelers yang bekerja keras supaya mereka bisa traveling. Lagipula, traveling nggak cuma buang-buang uang, kok. Kamu bisa menghilangkan stres, mencari pengalaman baru, bertemu dengan banyak teman baru, bahkan bisa menemukan ide baru yang bisa berdampak untuk pekerjaanmu.

3. Kamu gila, ya, resign demi traveling?

Hal ini sih biasanya dilakukan travelers supaya traveling mereka lebih maksimal. Karena, seringkali pekerjaan tetap mereka menghalangi mereka untuk berpetualang. Tapi, banyak orang yang berpendapat sinis dan menganggap hal itu gila. Mereka berpendapat, buat apa melepaskan gaji tetap cuma untuk sesuatu yang nggak jelas? Padahal, keberanian travelers untuk mengambil risiko patut dicontoh, lho.

Mereka berani lepas dari zona nyaman demi sesuatu yang jadi passion mereka. Misal dari pekerja kantoran, jadi travel blogger, penulis buku traveling, atau kontributor di media traveling. Semua pekerjaan itu memang penghasilannya nggak menentu dan nggak senyaman kerja kantoran, tapi kalau dijalani sungguh-sungguh, pasti hasilnya luar biasa!

4. Kamu nggak betah di rumah, ya?

Sepertinya hal ini sudah nggak perlu ditanya lagi, deh. Yang namanya travelers sudah pasti suka berpetualang dan mencoba hal baru. Jelas mereka nggak betah cuma tinggal di satu tempat, terutama rumah sendiri. Setelah selesai dari perjalanan yang satu, belum sampai ke rumah, mereka biasanya langsung merencanakan traveling selanjutnya. Nggak heran kalau rumah mereka cuma ditempati sesekali bagaikan kamar kos.

leaving home

www.huffingtonpost.ca

5. Pacarmu nggak apa-apa sering kamu tinggal?

Kalau kenapa-kenapa, mereka jelas sudah putus dari kemarin-kemarin. Justru karena nggak apa-apa sering ditinggal makanya hubungan travelers dan pacar mereka tetap langgeng. Kebanyakan orang malah senang berpacaran dengan travelers karena travelers dianggap sebagai pribadi mandiri yang nggak bergantung sama pasangan.

Saat pasangan mereka sibuk dengan pekerjaannya, si traveler malah nggak minta dimanjain. Karena, mereka juga punya kesibukan sendiri yang bisa memuaskan passion-nya, yaitu traveling. Malahan enak kan, bisa dibeliin oleh-oleh terus atau malah diajak traveling ke tempat seru!

airport

www.lintasanpenaku.blogspot.com

6. Kok traveling-nya sendirian terus?

Pertanyaan ini yang sering ditanyakan ke solo travelers. Yang menyebalkan adalah hal ini dikaitkan dengan jomblo atau nggak punya teman. Bukan karena nggak punya teman atau pacar, tapi dengan jadi solo traveler, mereka bisa mendapatkan pengalaman yang lebih bernilai ketimbang traveling ramai-ramai.

Mereka jadi terlatih berkomunikasi bahasa asing lebih lancar karena apa-apa harus tanya sendiri. Mereka juga mandiri karena segala sesuatu diurus sendiri. Kalau pun banyak itinerary yang gagal untuk dilakukan, nggak jadi masalah untuk mereka. Justru mereka bisa belajar dari kesalahan di masa lalu. Kesempatan untuk bertemu teman baru juga lebih besar kalau traveling sendirian. Ternyata jadi solo traveler bukan sesuatu yang buruk, kan?

solo traveler

www.trekeffect.com

7. Kamu traveling kok nggak update foto di Instagram?

Maksudnya, traveling ke tempat mahal kok malah nggak dipamerin? Justru traveler sejati nggak mengutamakan update foto di Instagram seperti turis-turis pada umumnya. Karena, yang dicari oleh mereka adalah sensasi traveling, bukan pamernya.

Sayang banget, kan sudah jauh-jauh main ke Raja Ampat, tapi seharian malah sibuk foto-foto, edit foto, dan cari sinyal buat update di Instagram. Atau bisa jadi mereka sudah sering ke tempat tersebut, jadi malas buat foto-foto lagi.

selfie

www.stock-clip.com

8. Fotonya bagus! Siapa yang fotoin?

Ini adalah pertanyaan yang biasanya ditanya pas traveler melakukan solo traveling. Memang sih pertanyaannya cuma pertanyaan simpel. Kalau cuma sekali, dua kali sih nggak apa-apa. Tapi, kebanyakan traveler bosan ditanya seperti itu karena sudah keseringan. Mereka jadi merasa dicurigai sedang pergi dengan seseorang yang misterius.

Namanya juga solo traveler, pasti yang fotoin jelas orang lain. Biasanya, mereka suka minta tolong orang lain yang kelihatannya baik hati dan bisa diandalkan. Tinggal diarahkan aja, fotonya ingin diambil dari sudut seperti apa. Makanya, hasilnya bisa bagus. Ada juga traveler yang kreatif, mereka foto sendiri dengan menggunakan tripod dan timer.

self photo

www.discoveringice.com

 

9. Boleh titip oleh-oleh?

Pertanyaan seperti ini nampaknya sudah nggak zaman lagi, deh. Kalau ada teman yang traveling, bukannya lebih baik jika kita mengucapkan have fun dan sejenisnya? Kecuali kalau si traveler yang menawarkan diri. Kalau pun ia menawarkan diri, sebaiknya kamu juga tahu diri saat titip oleh-oleh. Jangan minta oleh-oleh yang harganya terlalu mahal. Kalau harganya mahal, lebih baik titip beli aja. Tapi, jangan lupa untuk kasih uangnya terlebih dahulu dan perhitungkan juga kelebihan berat bagasi yang ia tanggung.

^86633390C87633299B6B6705793BB48020F34ED78483F4B017^pimgpsh_fullsize_distr

Seperti itu deh, pertanyaan yang sebaiknya dihindari. Daripada banyak bertanya hal yang nggak penting ke para travelers, sebaiknya ajak mereka liburan murah aja bareng pegipegi. Kamu bisa ajak mereka buat pesan tiket pesawat dan hotel murah lewat pegipegi.com! Pastinya mereka akan makin senang berteman denganmu. Selamat traveling!

cari tiket pesawat murah cari hotel murah

(Visited 834 times, 1 visits today)

Comments

To Top