Berita

7 Pahlawan Nasional Indonesia di Uang Kertas Rupiah Baru

Nampaknya uang rupiah baru sudah makin beredar, ya? Saat mengambil uang di ATM, biasanya juga terselip uang rupiah baru, begitu pula ketika menerima uang kembalian sehabis belanja. Jangan cuma bisa menerima atau menyimpan uang rupiah baru, travelers! Tapi, kamu juga perlu mengenal sosok tujuh pahlawan Indonesia di uang kertas rupiah baru.

1. Dr. Ir. Soekarno & Dr. Drs. Mohammad Hatta (Rp 100 ribu)

Siapa sih yang nggak kenal dengan Soekarno yang sering disapa Bung Karno? Beliau adalah Presiden Republik Indonesia pertama yang menjabat pada 9 Juli 1959 sampai 25 Juli 1966. Soekarno juga berperan besar dalam Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945 dan dijuluki Bapak Proklamator Indonesia. Soekarno lahir pada 6 Juni 1901 dan wafat pada 21 Juni 1990. Meskipun sudah tiada, tapi jasanya tetap dikenang hingga sekarang lewat kumpulan quote-nya yang inspiratif.

Sedangkan Mohammad Hatta yang akrab dengan sebutan Bung Hatta adalah Wakil Presiden Indonesia pertama yang menjabat pada 18 Agustus 1945 – 1 Desember 1956. Beliau juga pernah menjabat sebagai Perdana Menteri Indonesia ketiga pada 29 Januari 1948 – 5 September 1950, dan Menteri Pertahanan Indonesia pada 29 Januari 1948 – 15 Juli 1948. Beliau lahir pada 12 Agustus 1902 dan wafat pada 14 Maret 1980.

2. Ir. H. Djuanda Kartawidjaja (Rp 50 ribu)

Masih ingat dengan Deklarasi Djuanda tahun 1957? Yang menyatakan bahwa laut Indonesia adalah termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam Kepulauan Indonesia menjadi satu kesatuan wilayah NKRI atau dikenal dengan sebutan Negara Kepulauan dalam konvensi hukum laut United Convention on Law of the Sea (UNCLOS). Nah, itulah jasa terbesar Djuanda Kartawidjaja yang lahir pada 14 Januari 1911 dan wafat pada 7 November 1963.

Djuanda Kartawidjaja merupakan Perdana Menteri Indonesia ke-10 pada 9 April 1957 – 9 Juli 1959, Menteri Keuangan Indonesia ke-11 pada 10 Juli 1959 – 6 Maret 1962, Menteri Pertahanan Indonesia ke-11 pada 9 April 1957 – 9 Juli 1959, Menteri Pekerjaan Umum Indonesia ke-5 pada 29 Januari 1948 – 4 Agustus 1949, dan Menteri Perhubungan Indonesia ke-3 pada 2 Oktober 1946 – 4 Agustus 1949 dan 6 September 1950 – 30 Juli 1953.

3. Dr. G.S.S.J. Ratulangi (Rp 20 ribu)

 

Dr. G.S.S.J. Ratulangi lebih akrab dengan nama Sam Ratulagi. Beliau adalah aktivis Kemerdekaan Indonesia dari Sulawesi Utara. Filsafat Sam Ratulagi yang terkenal adalah ‘Si tou timou tumou tou’ yang artinya manusia baru dapat disebut sebagai manusia, jika sudah dapat memanusiakan manusia. Sam Ratulagi juga merupakan Gubernur Sulawesi pertama pada 2 September 1945 – 30 Juni 1949.

Sam Ratulagi lahir pada 5 November 1980 dan wafat pada 30 Juni 1949 setelah sempat menjadi tawanan musuh. Beliau dimakamkan di Tondano dan namanya diabadikan dalam bentuk nama bandara, yaitu Bandara Sam Ratulagi dan nama perguruan tinggi, yaitu Universitas Sam Ratulagi.

4. Frans Kaisiepo (Rp 10 ribu)

 

Frans Kaisiepo adalah pahlawan nasional Indonesia asal Papua. Beliau juga merupakan Gubernur Irian Barat keempat dari tahun 1964-1973. Frans terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan tentang pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Beliau mengusulkan nama Irian (kata dalam Bahasa Biak) yang berarti tempat yang panas.

Frans Kaisiepo lahir pada 10 Oktober 1921 dan wafat pada 10 April 1979. Frans dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih. Untuk mengenang jasanya, nama Frans Kaisiepo diabadikan menjadi nama bandara di Biak, yaitu di Bandara Frans Kaisiepo.

5. Dr. K.H. Idham Chalid (Rp 5 ribu)

Idham Chalid lahir pada 27 Agustus 1921 dan wafat pada 11 Juli 2010. Idham Chalid merupakan politisi Indonesia yang berpengaruh pada masanya. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia keempat pada 28 Oktober 1971 – 1 Oktober 1977, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat keenam pada 28 Oktober 1971 – 1 Oktober 1977, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia ketiga pada 6 Juni 1968 – 28 Maret 1973, Wakil Perdana Menteri Indonesia pada 24 Maret 1956 – 9 April 1957, 9 April 1957 – 9 Juli 1959, 22 Februari 1966 – 28 Maret 1966, dan 28 Maret 1966 – 25 Juli 1966.

Beliau juga sempat menjadi Menteri Sosial pada 12 Desember 1970 – 11 September 1971, dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung Republik Indonesia ketujuh pada 1978 – 1983.

6. Mohammad Hoesni Thamrin (Rp 2 ribu)

Mohammad Husni Thamrin adalah seorang politisi era Hindia Belanda dari tahun 1919 – 1940 yang dianugrahi gelar pahlawan nasional Indonesia. Ia adalah keturunan Belanda dan Betawi, namun nggak menyandang nama Belanda dari ayahnya, karena sejak kecil ia dirawat oleh paman dari pihak ibu. Mohammad Husni Thamrin lahir pada 16 Februari 1894 dan wafat pada 11 Januari 1941.

7. Tjut Meutia (Rp 1000)

Tjut Meutia adalah pahlawan nasional Indonesia dari Aceh. Beliau lahir di Keureutoe, Pirak, Aceh Utara, tahun 1870 dan meninggal di Alue Kurieng, Aceh, pada 24 Oktober 1910. Awalnya Tjut Meutia melakukan perlawanan terhadap Belanda bersama suaminya Teuku Muhammad atau Teuku Tjik Tunong. Namun pada bulan Maret 1905, Tjik Tunong berhasil ditangkap Belanda dan dihukum mati di tepi pantai Lhokseumawe.

Sebelum meninggal, Teuku Tjik Tunong berpesan kepada sahabatnya, Pang Nagroe agar mau menikahi istrinya dan merawat anaknya Teuku Raja Sabi. Tjoet Meutia kemudian menikah dengan Pang Nagroe sesuai wasiat suaminya dan bergabung dengan pasukan lainnya di bawah pimpinan Teuku Muda Gantoe. Pada suatu pertempuran dengan Korps Marechausée di Paya Cicem, Tjoet Meutia dan para wanita melarikan diri ke dalam hutan. Pang Nagroe sendiri terus melakukan perlawanan hingga akhirnya tewas pada tanggal 26 September 1910.

Tjoet Meutia kemudian bangkit dan terus melakukan perlawanan bersama sisa-sisa pasukannya. Ia menyerang dan merampas pos-pos kolonial sambil bergerak menuju Gayo melewati hutan belantara. Namun pada tanggal 24 Oktober 1910, Tjoet Meutia bersama pasukkannya bentrok dengan Marechausée di Alue Kurieng. Dalam pertempuran itu Tjoet Njak Meutia gugur.

Jangan lupa untuk menghormati jasa pahlawan yang sudah memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia, ya, travelers! Dan jangan lupa untuk mengatur keuanganmu dengan bijak supaya nantinya kamu bisa traveling terus. Agar bujet traveling kamu terjangkau, yuk, pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Foto utama: http://likeship.me

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

 

 

(Visited 200 times, 1 visits today)

Comments

To Top