Kuliner

7 Fakta Martabak Telur di Indonesia yang Wajib Kamu Tahu

Siapa di sini yang suka banget dengan martabak telur? Sebagai warga Indonesia, martabak telur adalah kuliner lokal yang sangat menggugah selera.

Lewat satu martabak telur, kamu bisa merasakan gurihnya dan lezatnya daging cincang, telur ayam, serta segarnya daun bawang dan seledri. semuanya bersatu dalam kulit tepung yang renyah.

Nggak cuma jadi cemilan semata. Sepotong martabak telur kadang dapat menjadi lauk pauk teman kamu bersantap siang maupun malam, tentu saja dengan sepiring nasi putih yang hangat.

Tapi ternyata, banyak yang nggak tahu siapa sih penemu martabak telur di Indonesia. Atau bahkan, apakah martabak asin benar-benar berasal dari Indonesia?

Untuk menjawab, Pegipegi menyisipkan 7 fakta menarik seputar martabak telur yang lezat ini. Penasaran? Mari disimak!

1. Persahabatan India-Tegal

Martabak telur nggak bakal ada tanpa persahabatan seorang pemuda dari India, Abdullah bin Hasan Almalibary dengan warga Tegal, Ahmad bin Kyai Abdul Karim. Keduanya bertemu di Semarang pada 1930 dan menjalin komunikasi sebagai sahabat sejak itu. Adalah Abdullah yang pertama kali memperkenalkan maratabak, sebelum Ahmad punya ide untuk menawarkan kepada para tetangga di Tegal.

2. Asal Usul Namanya

Foto: virapert24

Martabak telur sendiri merupakan penyempurnaan dari Murtabak, cemilan dengan bahan terigu dari India. Murtabak sendiri memiliki arti ‘berlipat’. Dengan modifikasi, seperti penambahan daging cincang dan sayuran, Ahmad pun memberikan nama martabak kepada makanan yang satu ini.

3. Sekaten dan Dugderan

Usai menyebar dari mulut ke mulut, permintaan martabak telur keduanya pun makin banyak. Nggak hanya datang dari kalangan rakyat biasa, para pejabat pun rela turun ke jalan untuk mencicipi martabak telur khas Ahmad dan Abdullah. Puncaknya saat dua pesta rakyat di Yogyakarta, Sekatenan dan Semarang, Dugderan menjadikan martabak telur sebagai sajian utamanya.

4. Asosiasi Martabak

Sama seperti kedai pecel lele, kehadiran penjaja martabak telur di Indonesia sudah nggak terhitung. Nggak heran, mereka pun memiliki asosiasi tersendiri. Namanya Al-Marjan Indonesia (Asosiasi Pedagang Martabak dan Jajanan Se-Indonesia) yang terbentuk pada 2007 lalu. Gagasannya sendiri sudah hadir sejak 1970 di kota Tegal, tempat di mana martabak terkenal pertama kali.

5. Setara Rendang

Meski nggak murni asli Indonesia, pamor martabak di luar negeri cukup baik. Bahkan, bisa dibilang, dunia internasional kenal martabak seperti mengenal rendang yang asli Indonesia. Nggak heran, banyak sekali pengusaha kuliner Indonesia di luar negeri berani membuka bisnis martabak. Seperti Dewi Ratih Naim yang punya kedai martabak Raos Kuliner di Melbourne, Australia.

6. Versi Beku

Seiring dengan canggihnya teknologi, martabak juga hadir dengan berbagai kemasan menarik. Salah satunya adalah martabak rendang beku. Dihadirkan oleh D’Marco Martabak, martabak yang satu ini bisa awet untuk diajak jalan-jalan ke luar negeri. Layaknya makanan beku lainnya, kamu hanya perlu memanaskannya di atas microwave untuk dapat menikmati.

7. Seserahan Calon Mertua

Ada mitos di Indonesia kalau martabak telur adalah makanan wajib buat kamu bawa saat bertandang ke rumah calon mertua. Kenapa? Well, ternyata martabak punya nilai eksklusif yang menunjukkan strata sosial seseorang. Jadi, kesannya mewah meski secara tampilan tradisional banget.

Foto utama: rumahmesin

Mau berburu martabak? Sekalian liburan! Yuk rencanakan liburan kamu segera. Jangan lupa pesan tiket pesawat, tiket kereta dan hotel murah di Pegipegi!

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 64 times, 1 visits today)

Comments

To Top