Destinasi

6 Pasar Legendaris di Solo untuk Belanja, Sekaligus Wisata

Kata siapa pasar cuma jadi tempat yang kotor, sumpek, dan becek? Kalau kamu main ke Solo, pasti kamu bakal betah berlama-lama di pasar-pasar legendarisnya. Soalnya, pasarnya dibuat nyaman, aman, dan barang-barang yang dijual juga unik dan terjangkau. Bukan sekadar belanja yang bisa kamu lakukan di sana, tapi kamu juga bisa bewisata di sana sambil menikmati nilai sejarah dari pasar-pasar tersebut. Keenam pasar tersebut adalah:

1. Pasar Gede

Pasar Gede Hardjonegoro atau yang biasa dikenal dengan Pasar Gede adalah salah satu fragmen sejarah Kota Solo. Pasar yang berada di jalan Jendral Sudirman menuju jalan Urip Sumohardjo ini menjadi ruang interaksi sosial sekaligus monumen sejarah Kota Solo. Pasar Gede dirancang oleh arsitek Belanda bernama Thomas Karsten dan mulai dibandung pada tahun 1927 dan selesai pada tahun 1930. Nggak heran jika pasar ini menjadi pasar tertua di Solo.

Pasar Gede memiliki dua lantai. Lantai dasar digunakan untuk berdagang buah, jamu, sayuran, dan berbagai macam kebutuhan rumah tangga lainnya. Sedangkan lantai dua digunakan untuk menjual daging. Pasar ini berbeda dari pasar biasanya karena rancangannya termasuk canggih. Separuh dinding pasar lantai dua dirancang secara terbuka dan hanya diberi anyaman kawat sebagai pagar. Hal ini berfungsi sebagai ventilasi udara, sekaligus pendingin ruang. Juga berfungsi untuk menghilangkan bau daging yang nggak sedap. Pasar Gede juga memerhatikan sisi ergonomis para pelanggan dengan membuat jalur khusus bagi pengguna kursi roda.

pasar gede

www.thetravelearn.com

2. Pasar Barang Antik Triwindu

Pasar Barang Antik Triwindu bukan sekadar pasar barang antik biasa, tapi pasar ini khusus menyediakan barang-barang antik dari Keraton Surakarta, seperti keris kuno, patung, dan lampu antik. Barang antik biasa yang bukan dari Keraton Surakarta juga ada sih, seperti koleksi kain batik, keris kuno, patung, lampu antik, uang dan koin kuno, gramofon tua dari Eropa, wayang-wayang yang terlukis di papan kayu tua, sepeda dari tahun 1930-an, dan lain-lain. Ada juga berbagai benda yang diklaim sebagai fosil makhluk purba di Sangiran. Kamu juga bisa mendapatkan onderdil langka yang sudah nggak diproduksi lagi.

Yang lebih unik lagi adalah Pasar Barang antik Triwindu sampai sekarang masih menerima sistem barter. Kamu dapat menukar koleksi kamu dengan barang antik yang lain. Tentu aja dengan negoisasi dan kesepakatan tentang nilai barang yang dibarter. Jadi, kamu bisa mampir ke sini untuk cari oleh-oleh, membeli barang antik untuk keperluan pribadi, atau sekadar menikmati suasana kota Solo yang khas dengan barang antik keratonnya. Tunggu apa lagi, kamu bisa mampir langsung ke Pasar Barang Antik Triwindu yang beralamat di jalan Pangeran Diponegoro atau di depan Pura Mangkunegaran.

pasar barang antik triwindu

www.arifwahyu93.wordpress.com

3. Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Kraton

Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Kraton yang berada di alun-alun utara Kota Solo banyak dikunjungi oleh para wisatawan dari berbagai negara dan sangat terkenal karena barang-barang antik yang dijajahkan. Di sepanjang kios di pasar tersebut, kamu bisa menemukan banyak keris yang menyimpan sejarah Solo. Cinderamata keraton juga bisa kamu temui di sepanjang kios yang berada di dalam pasar.

Bukan hanya wisatawan lokal yang mengunjungi Pasar Keris dan Cenderamata Alun-Alun Utara Kraton Solo, tapi juga turis asing dari berbagai negara yang ingin memborong barang antik untuk dipajang di rumah mereka masing-masing. Selain keris, banyak juga barang tradisional yang dijual di pasar ini, misalnya blangkon dan alat-alat musik tradisional Jawa.

pasar keris

www.jalansolo.com

4. Pasar Klewer

Pasar Klewer merupakan bangunan yang sudah ada sejak tahun 1942 dan diresmikan pertama kali oleh Presiden Soeharto. Bangunan Pasar Klewer terdiri dari dua lantai yang membuat para pengunjung dan pelaku pasar lebih nyaman untuk memilih dan berjalan-jalan menyusuri setiap sudut lorong pasar.

Pasar yang terletak di jalan Dr. Radjiman Solo, tepatnya di sebelah alun-alun lor Solo ini menyediakan berbagai macam kain dan pakaian, mulai dari pakaian anak-anak, dewasa, orangtua, pakaian resmi, pakaian sekolah, pakaian blouse cantik, pakaian santai, dan lain-lain. Namun, yang menonjol di Pasar Klewer adalah di sana tersedia berbagai macam batik dari seluruh kota, selain kota Solo, seperti Yogyakarta, Perkalongan, Banyumas, dan lain-lain. Di lantai duanya kamu akan menemui beberapa penjahit yang siap untuk menjahit kain yang baru kamu beli untuk dijadikan pakaian yang diinginkan.

pasar klewer

www.aditgoshgosh.wordpress.com

5. Pasar Klithikan Notohardjo

Pasar Klithikan Notohardjo dibangun tahun 2006 oleh pemerintah Kota Solo. Tujuan dibangunnya Pasar Klithikan Notohardjo adalah untuk menampung pedagang kaki lima yang direlokasi dari kawasan Taman Monumen 45 Banjarsari yang berjumlah 909 orang. Dari tahun ke tahun,  jumlah pedangang di pasar yang terletak di Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon ini makin bertambah. Mungkin jumlahnya sekarang sudah ratusan. Nggak heran bila banyak pedagang suka berdagang di sana karena mereka nggak diharuskan bayar sewa tempat. Mereka hanya membayar uang sapu sebesar Rp 3000 dan uang parkir sebesar Rp 1000, jika bawa kendaraan.

Barang-barang yang dijual di Pasar Klithikan Notohardjo kebanyakan memang barang bekas, tapi barang-barang tersebut masih bagus dan memiliki nilai guna yang tinggi. Soalnya, pedagang-pedagang di sana bisa menyulap barang-barang itu menjadi barang bagus. Soal harga, nggak usah takut bakal dimahalin karena kamu bisa menawar harganya, kok.

pasar klithikan

http://m.cumicumi.com/

6. Pasar Kliwon

Pasar Kliwon merupakan tempat penjualan kambing di Solo yang ramai setiap hari pasaran Kliwon. Pasar ini berada di Kampung Arab, yaitu tempat tinggal khusus orang-orang Arab di zaman penjajahan Belanda. Di Pasar Kliwon berdiri Rumah Sakit Kustati, salah satu rumah sakit terkenal di Solo. Menurut cerita, tanah untuk bangunan rumah sakit tersebut merupakan hadiah dari PB X kepada seorang keturunan Arab yang pernah menjadi guru mengaji dan menyembuhkan putri Sunan yang bernama Kustati. Untuk mengenang jasa Sunan, rumah sakit tersebut diberi nama Kustati.

Kuliner yang terkenal di sekitar Pasar Kliwon adalah  Sate Kambing Hj. Bejo di belakang Luwes Lojiwetan yang terkenal dengan sate buntelnya. Kamu juga bisa juga coba Sate Kambing Pak Min Sinthong di depan Masjid Riyadh. Di sebelah Lawang Gapit bagian selatan, kamu bisa mencicipi Es Plengeh atau sekadar rekreasi pada sore hari di Alun-Alun Kidul. Di sore hari, di sekitar sana menjadi semacam pasar dadakan yang dipenuhi dengan berbagai macam penjual makanan ringan.

pasar kliwon

www.joglosemar.co

Seru, ya, traveling ke Solo sambil main-main ke pasar! Buat kamu yang berada di luar Solo dan pengin mampir ke pasar-pasar tersebut, kamu bisa lho pesan tiket pesawat dan hotel murah di Solo supaya traveling kamu makin menyenangkan! Selamat menjelajah pasar di Solo!

cari tiket pesawat murah ke solo cari hotel murah di solo

(Visited 4,401 times, 13 visits today)

Comments

To Top