Tips

5 Tips Terhindar Tembak Harga Saat Naik Becak di Yogyakarta

Kota Yogyakarta memiliki banyak sekali transportasi tradisonal. Selain andong dengan kusirnya, becak menjadi hal yang kamu sering temui di setiap sudut Kota Pelajar ini.

Bagi wisatawan, keliling kota Jogja dengan menumpang becak punya sensasi tersendiri. Sambil melihat-lihat bangunan tua dan tempat-tempat eksotis, kamu juga bisa menikmati angin semilir khas Jogja yang bikin tenang.

Tapi, pastikan kamu menumpangi becak di Jogja sesuai dengan persetujuan tarif di awal. Maklum, beberapa kasus klasik, seperti tembak harga, kerap terjadi, terutama buat para turis yang baru pertama kali ke Jogja.

Seperti kasus yang sempat diupdate oleh akun Twitter @jogjaupdate beberapa waktu yang lalu. Di mana, ada beberapa turis yang mengaku dikerjai tukang becak ‘nakal’ sepanjang Malioboro.

Nah, untuk mengantisipasi hal tersebut, Pegipegi punya 5 tips naik becak yang aman dan nyaman selama liburan kamu di Yogyakarta. Simak ya!

1. Wajib Tahu Rute

Foto: kotajogja

Kata orang yang tinggal di sana, Jogja itu kecil, kok. Dan kini, Pemerintah Daerah sudah banyak memberlakukan sistem satu jalur di beberapa jalan protokolnya. Otomatis, rutenya pun mudah diingat. Nah, sebelum naik becak, wajib banget rasanya kamu mengetahui rute yang ingin kamu tuju. Kalau bisa, aktifkan GPS kamu sepanjang jalan. Di beberapa kasus yang pernah terjadi, banyak turis yang merasa menempuh rute yang lebih jauh sehingga ia harus membayar biaya tambahan.

2. Tentukan Harga di Awal

Foto: panduanwisata

Becak bukan kaya ojek online ataupun taksi yang memiliki argo. Sistem tawar-menawar pun harus kamu ladeni di awal. Nah, untuk satu kilometer, tarif rata-rata becak berkisar antara Rp 10-15 ribu. Ya, boleh deh kasih tip untuk abangnya di akhir perjalanan. Intinya, jangan asal naik becak tanpa bernegosiasi harga. Bisa-bisa kamu kena tembak di akhir perjalanan.

3. Punya Alasan Pas

Foto: harianjogja

Jika kamu sudah pernah naik becak di Jogja, pertanyaan yang kerap muncul dari bibir abangnya “Sampai kapan di Jogja?”. Nah, kalau sudah kode seperti itu, biasanya abang becak bakal menawari kamu buat beli oleh-oleh, entah itu batik hingga bakpia. Usut punya usut, mereka cukup menjalin kerjasama dengan toko-toko tersebut. Bukannya menolak, tapi,  jika kamu merasa belum butuh oleh-oleh, bilang saja “Sampai bulan depan, bang!”

4. Lafal Bahasa Jawa

Foto: loupiote

Yogyakarta menggunakan Bahasa Jawa sebagai alat komunikasi utama. Jadi, seakan ada sugesti bahwa jika turis bisa lancar berbahasa jawa, segalanya selama liburan akan sangat mudah. Pegipegi pernah mempraktikan hal tersebut kala melakukan negosiasi dengan abang becak. Rata-rata, jika kamu mampu berkomunikasi dengan Bahasa Jawa, keakraban pun terjalin dan tarif becak sudah pasti bisa lebih murah. Minimal bisa nanya “Ke Malioboro, piro pak? Cedak toh”

5. Cari Becak Yang Nggak Mangkal

Foto: solopos

Kalau yang satu ini memang sudah teruji berkali-kali. Khususnya para turis yang sudah bolak balik naik becak di Jogja. Kalau bisa, hindari menumpang becak yang sedang mangkal. Cari deh becak yang tengah melaju di jalan dan segera kamu berhentikan. Tarif yang diberikan jauh lebih miring ketimbang kamu naik becak pangkalan.

Foto: jogjadaily

Ingin jalan-jalan di Yogyakarta naik becak? Yuk, liburan aja ke Yogyakarta! Ayo pesan tiket pesawattiket kereta api, dan cari hotel murah di Yogyakarta lewat Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah ke yogyakarta pesan tiket kereta api murah ke yogyakarta  cari hotel murah di yogyakarta

*Harga berlaku saat artikel dibuat

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

(Visited 569 times, 4 visits today)

Comments

To Top