Berita

5 Fakta Turis China yang Liburan ke Indonesia

Tidak bisa dipungkiri, turis China yang liburan ke Indonesia semakin banyak. Dari situ, kita bisa mengetahui fakta seru soal turis China. Apa aja faktanya?

1. Paling ramai di bulan September 2017

Jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada bulan September 2017 naik sekitar 20,47 persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada September 2016. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Agustus 2017, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mengalami penurunan sekitar 13,67 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa secara kumulatif, dari Januari hingga September 2017, jumlah wisatawan mancanegara mengalami peningkatan sebesar 25,05 persen dibandingkan tahun lalu. Di mana, pada 2016, kunjungan berjumlah sebesar 8,36 juta dan menjadi 10,64 juta kunjungan pada 2017. Dan dari 1,21 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada September 2017, di antaranya adalah China 15,04 persen, Singapura 10,13 persen, Australia 9,77 persen, Malaysia 8,8 persen, dan Jepang 4,64%.

2. Paling ramai di Bali!

Zaman dulu, orang China punya prinsip untuk punya rumah, pasangan hidup, dan mesin jahit. Sekarang, standar hidup mereka pun bertambah. Mereka dituntut untuk punya mobil dan liburan ke Bali. Orang China menyebut Pulau Bali dengan sebutan Bali Dao (baca: pa li tao).

Alasan mereka suka ke Bali adalah karena di China nggak memiliki pantai seindah Bali. Mereka juga tertarik dengan budaya asli masyarakat Bali yang unik. Jika ada upacara Ngaben (pembakaran mayat di Bali) yang seharusnya menjadi ajang duka, justru menjadi hiburan bagi para turis, termasuk turis dari China. Saking banyaknya turis China di Bali, banyak pedagang di Bali menyebut turis tersebut dengan sebutan ‘laoban’ yang berarti bos.

3. Cuma sedikit yang bisa Bahasa Inggris

Mahir berbahasa Inggris nampaknya bukan menjadi hal yang membanggakan untuk dipamerkan ke turis China. Soalnya, tidak banyak dari mereka yang bisa berbahasa Inggris. Paling hanya sekitar 1-2 persen yang bisa berbahasa Inggris. Mereka butuh orang lokal, seperti resepsionis hotel atau para pedagang yang bisa berbicara Bahasa Mandarin.

4. Mereka hemat saat menentukan bujet

Turis China sangat selektif saat memilih penerbangan dan akomodasi. Mereka tidak ingin mengeluarkan bujet yang terlalu besar untuk kedua hal itu. Namun, mereka bisa menjadi sangat royal ketika belanja dan kuliner, lho!

5. Banyak dibantu oleh Baidu

Baidu adalah perusahaan layanan web yang berkantor pusat di China dan bikin sudah buka cabang di Indonesia. Baidu mengandalkan aplikasi peta yang bisa membantu turis China untuk berkunjung ke Indonesia, sehingga mereka mudah menemukan destinasi wisata menarik di Indonesia.

Turis China aja suka ke Indonesia! Masa kamu nggak? Yuk, pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Foto: Shutterstock

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

 

Comments

To Top