Berita

5 Fakta Seru Tontowi Ahmad, si Peraih Medali Emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016!

Sudah tahu kan, soal Tontowi Ahmad yang berhasil meraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 untuk cabang olahraga bulutangkis ganda campuran bersama Liliyana Natsir? Pastinya kita bangga dong dengan prestasi yang sudah diukir oleh atlet kelahiran 18 Juli 1987 ini. Apalagi, prestasi tersebut diraih tanggal 17 Agustus 2016, saat Indonesia merayakan hari Kemerdekaan yang ke-71. Kali ini, pegipegi ingin mengajak travelers berkenalan dengan Tontowi Ahmad lewat lima fakta berikut ini.

1. Sudah mengukir banyak prestasi

Indonesia's Tontowi Ahmad and Indonesia's Liliyana Natsir (unseen) return to Thailand's Bodin Isara and Thailand's Savitree Amitrapai during their mixed doubles qualifying badminton match at the Riocentro stadium in Rio de Janeiro on August 12, 2016, at the Rio 2016 Olympic Games. / AFP PHOTO / Ed JONES

www.jpnn.com

Berhasil mengalahkan pasangan ganda campuran, Peng Soon dan Goh Liu Ying dari Malaysia, tentunya bukan hal mudah bagi Tontowi Ahmad. Selain dengan latihan keras, ternyata Tontowi juga sudah memiliki banyak prestasi di bulu tangkis, yaitu:

  • 2008: Perempat final Yonex German Open 2008 (bersama Muhammad Rijal), Juara Vietnam GP 2008 (bersama Shendy Puspa Irawati)
  • 2009: Semi final Yonex Sunrise India Open 2009 (bersama Richi Puspita Dili), Juara Vietnam International Challenge 2009 (bersama Richi Puspita Dili), Semi final New Zealand Open Grand Prix 2009 (bersama Richi Puspita Dili), Semi final Chinese Taipei Grand Prix Gold 2009 (bersama Richi Puspita Dili), Semi final Yonex-Sunrise Vietnam Open GP 2009 (bersama Richi Puspita Dili)
  • 2010: Perempat final Yonex-Sunrise Badminton Asia Championships 2010 (bersama Greysia Polii), Juara Kumpoo Macau Open Badminton Championships (bersama Lilyana Natsir), Runner-Up Chinese Taipei GP Gold (bersama Lilyana Natsir), Juara Indonesia Grand Prix Gold 2010 (bersama Lilyana Natsir)
  • 2011: Perempat final Victor Korea Open Super Series Premier 2011 (bersama Lilyana Natsir), Semi final WILSON Swiss Open Grand Prix Gold 2011 (bersama Lilyana Natsir), Juara India Superseries (bersama Lilyana Natsir), Juara Malaysia GP Gold (bersama Lilyana Natsir), Juara Singapura Superseries (bersama Lilyana Natsir), Runner-up Indonesia Open Superseries Premier 2011 (bersama Lilyana Natsir), Semi final Yonex BWF World Championships 2011 (bersama Lilyana Natsir), Perempat final Bankaltim Indonesia Open GP Gold 2011 (bersama Lilyana Natsir), Medali Emas Sea Games 2011 (besama Lilyana Natsir), Juara Macau Open Badminton Championships (bersama Lilyana Natsir)
  • 2013 : Juara Dunia Ganda Campuran bersama Lilyana Natsir

2. Rambut emas bawa hoki!

tontowi ahmad

www.cnnindonesia.com

Beberapa hari sebelum berangkat ke Rio de Janeiro, rambut Tontowi masih hitam. Tapi, ketika berkompetisi di Rio de Janeiro, ia malah beraksi dengan “rambut emas”. Rambut emas tersebut sempat dijadikan bahan obrolan di dunia maya dan dikaitkan dengan medali emas. Hingga akhirnya Tontowi benar-benar berhasil meraih medali emas bersama Liliyana Natsir.

Menurut Michelle Ahmad, istri Tontowi, Tontowi memilih untuk mengecat rambut agar lebih segar dan percaya diri. Tontowi pun bertanding dengan penuh percaya diri sampai menang. Michelle yakin banget, ketika ajang olahraga tersebut berakhir, rambut Tontowi bakal kembali hitam.

3. Si motivator yang rendah hati

tontowi ahmad2

www.tribunnews.com

Ketika bertarung, Liliyana mengaku banyak mendapatkan motivasi dari Tontowi agar ia terus bersemangat saat melawan Malaysia. “Tidak apa-apa, Cik. Saya siap back-up di belakang. Cik Butet (panggilan akrab Liliyana) tenang aja jaga di depan. Cicik lebih unggul kok di depan,” ujar Liliyana menuturkan apa yang dikatakan Tontowi di tengah-tengah pertandingan. Kata-kata dari Tontowi mampu membuat Liliyana makin semangat, percaya diri, sekaligus rileks.

4. Bonus Olimpiade ditabung untuk anak

tontowi ahmad3

www.cnnindonesia.com

Dari awal, pemerintah sudah menjanjikan bonus Rp 5 miliar kepada peraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeiro 2016. Meskipun medali emas sudah di tangan, Tontowi nggak memikirkan soal bonus besar tersebut. “Medali emas ini adalah kado terindah dari Tuhan. Emas ini untuk negara Indonesia yang sedang merayakan kemerdekaan, masyarakat, anak, dan istri,” ujarnya. Namun, ketika ditanya oleh awak media mengenai bonus tersebut bakal dipakai untuk apa, ia hanya terpikir satu hal, yaitu ditabung untuk anak.

5. Waktu kecil nggak suka bulutangkis

tontowi ahmad4

beritarumpik.blogspot.com

Meskipun punya ayah yang berprofesi sebagai atlet bulutangkis, bukan berarti Tontowi langsung jatuh hati dengan bulutangkis ketika masih kecil. Menurut sang ayah, M. Husni Muzaitun, Tontowi sama sekali nggak suka dengan olahraga tersebut.

Namun, ia tetap berharap agar Tontowi bisa jadi pebulutangkis hebat dan mengharumkan Indonesia dengan prestasi-prestasinya. “Saya mengajarinya bermain bulutangkis, tapi susah sekali memintanya untuk mengayunkan raket. Tapi saya tidak menyerah dan tetap sabar,” kata Husni. Usaha Husni nggak sia-sia karena akhirnya Tontowi mulai jatuh hati dengan bulutangkis dan makin serius berlatih setelah tamat SMP.

^86633390C87633299B6B6705793BB48020F34ED78483F4B017^pimgpsh_fullsize_distr

Pastinya travelers terinspirasi dengan prestasi yang sudah diukir oleh Tontowi Ahmad, dong? Kamu juga bisa membawa nama Indonesia dengan traveling ke seluruh Indonesia dan bercerita kepada semua orang tentang indahnya Indonesia. Supaya bujet traveling kamu lebih murah, yuk, pesan tiket pesawat, tiket kereta api, dan hotel murah lewat pegipegi.com.

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

(Visited 766 times, 1 visits today)

Comments

To Top