Destinasi

5 Destinasi Wisata Budaya di Indonesia yang Sarat Akan Sejarah

Kamu termasuk pecinta wisata budaya? Pas banget! Karena, Indonesia punya banyak sekali spot wisata budaya yang sarat akan sejarah.

Mulai dari beragam candi, istana raja hingga keraton Jawa bisa kamu kunjungi. Selain cocok buat yang suka fotografi bangunan, deretan wisata ini siap memberikan banyak sekali pengetahuan dan sejarah baru buat kamu ketahui.

Soal lokasi, jangan khawatir. Karena, semua destinasi wisata budaya ini mudah banget diakses dengan kendaraan umum maupun pribadi. Jadi, kamu nggak perlu ribet mempersiapkan perbekalan banyak.

Tertarik? Nah, Pegipegi punya deretan rekomendasinya, nih. Simak, yuk!

Candi Borobudur, Magelang

Dengan status candi Buddha terbesar di dunia, Borobudur merupakan warisan budaya dunia yang cukup berpengaruh. Hadirnya ribuan panel relief yang tersebar di setiap tingkat menceritakan kehidupan manusia saat zaman tersebut disertai perjalanan Buddha. Di sini, kamu bisa melihat manifestasi dari kehidupan manusia yang terbagi atas tiga tingkat, yaitu Kamadatu, Rupadatu, dan Arupadatu yang nggak ditemukan di tempat lain. Semuanya dibalut dengan arsitektur bangunan berbatu yang sangat megah.

Potensi wisata Borobudur nggak cuma ada di bangunan candinya. Tetapi juga pesona alam yang bisa kamu temukan di sekitarnya, salah satunya adalah Punthuk Setumbu. Kawasan ini merupakan adalah salah satu spot terbaik untuk menyaksikan sunrise dengan latar Gunung Merapi Merbabu. Dari sana, kamu dapat menikmati cantiknya Candi Borobudur yang diselimuti kabut. Punthuk Setumbu berada di sebuah bukit yang memiliki ketinggian sekitar 400 mdpl yang terletak di gugusan Bukit Menoreh.

Candi Prambanan, Klaten

Candi Prambanan di Klaten, Jawa Tengah menarik perhatian dunia. Menjadi salah satu obyek wisata budaya di selatan Jawa, Candi Prambanan kerap menjadi lokasi syuting film-film Hollywood. Sebagai warisan Hindu terbesar di Indonesia, Candi Prambanan menyimpan banyak sekali kisah maupun mitos yang patut dikulik. Jika kamu mampir, ukiran relief di dinding candi bisa menjelaskan semuanya. Salah satu kisah yang paling dikenang adalah kisah cinta Bandung Bondowoso dengan Rara Jongrang. Demi membuktikan cintanya, Bandung Bondowoso menyanggupi permintaan Rara Jongrang untuk membangun 1000 candi dalam waktu satu malam.

Pada perkembangannya, terungkaplah bahwa Candi Prambanan bukan satu-satunya candi yang berdiri di wilayah yang dulu disebut sebagai Dataran Kewu. Karen, kamu bisa menemukan sisa-sisa Candi Lumbung, Candi Bubrah dan juga Candi Sewu yang berada dalam kondisi cukup baik. Candi Prambanan cukup mudah didatangi karena terletak di sisi jalan raya Yogyakarta-Solo, travelers. Bagi warga Yogyakarta, memandangi Candi Prambanan dari jendela bus adalah suatu ritual yang nggak boleh dilewatkan ketika meninggalkan atau pulang ke Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta

Nggak dipungkiri lagi bahwa Keraton adalah salah satu tempat bersejarah yang paling populer di Yogyakarta. Bangunannya yang begitu kental dengan unsur Jawa dan koleksi benda-benda bersejarah punya arsitektur yang mewah, megah, dan lapang. Keraton Yogyakarta merupakan bangunan istana resmi Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat yang didirikan pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono I. Di masa lalu, Keraton berfungsi sebagai tempat tinggal raja dan kerabatnya. Namun, fungsi Keraton beralih menjadi tempat wisata, museum pusat kebudayaan Jawa, dan sebagai tempat tinggal Sultan.

Meski usianya sudah tua, bangunan di sini masih terawat dengan baik sehingga selalu ramai dikunjungi pelancong. Selain menjadi tempat tinggal sultan dan keluarga, di sini kamu bisa belajar bagaimana kesenian dan budaya Jawa tetap dilestarikan di tengah kemajuan dunia modern. Di Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat juga traveler bisa melihat benda-benda khas keraton, abdi dalem yang setia tanpa pamrih kepada Keraton Yogyakarta ini.

Istana Maimun, Medan

Terletak di jalan Brigjen Katamso, Sukaraja, Istana Maimun selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Maklum, di sinilah, Kesultanan Deli di bawah arahan Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah menggerakkan roda aktivitasnya pada akhir 1800-an. Saat pertama kali tiba di gerbang, kesan WAH! bakal terasa saat melihat keseluruhan bangunan. Arsitektur Eropa yang kental terlihat di berbagai bagian istana seperti jendela dan pintu yang cukup lebar hingga oranamen perabotnya. Maklum, Istana Maimun sendiri didesain langsung oleh arsitek dari Negeri Pizza, Italia. Jadi, cocok banget deh buat kamu berselfie ria di sini. Dengan warna dasar kuning yang mendominasi seluruh bangunan, kesan Melayu pun terasa di Istana Maimun. Namun, yang jadi hal paling menarik di sini adalah kamu bisa merasakan bagaimana peradaban Islam masuk ke kota Medan. Hal ini bisa dilihat dari bentuk lengkung di bagian atap yang bentuknya menyerupai perahu terbalik yang biasanya dijumpai pada bangunan-bangunan di kawasan Timur Tengah.

Jika kamu sering mendengar kisah Malin Kundang yang dikutuk jadi batu, kalau di Istana Maimun ada kisah dari Mambang Khayali. Diceritakan, adik dari Putri Hijau dari Kerajaan Deli Tua berubah menjadi sebuah meriam lantaran mempertahankan istana dari serbuan Raja Aceh. Lantaran serangan yang digencarkan bertubi-tubi, meriam yang merupakan jelmaan Mambang Khayali tersebut pecah menjadi dua. Nah, salah satu bagian dari meriam tersebut disimpan apik di Istana Maimun.

Candi Muarojambi, Jambi

Kamu pasti mengira Candi Borobudur adalah kompleks candi terluas di dunia. Well, kalau demikian, kayaknya kamu harus jalan-jalan ke Candi Muarojambi, deh! Hadir di tengah-tengah Provinsi Jambi, Candi Muarojambi memiliki luas 12 kilometer persegi! Nggak heran jika UNESCO menobatkan Candi Muarojambi sebagai kompleks candi terluas di Asia Tenggara. Banyak keindahan dan keunikan yang tersimpan di Candi Muarojambi. Sekali mengijak gerbang masuk, kamu bakal disambut oleh sekitar 80 reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno Budha dari abad IX-XV.

Kesan etnik cukup terasa saat menelusuri satu demi satu sudut kompleks Candi Muarojambi. Di sinilah, pengembangan Buddha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya berpusat ratusan tahun silam. Hanya 30 menit dari kota Jambi, Candi Muarojambi berada di tepi Sungai Batanghari. Jadi, akses menuju ke kompleks candi sendiri dapat ditempuh baik melalui jalan darat atau jalur air.

Wah, lagi mau traveling? Tenang! Biar liburan makin mudah, jangan lupa pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top
%d bloggers like this: