Berita

5 Alasan Kenapa Hantu Itu Hanya Rekayasa

Istilah hantu memang terdengar menyeramkan. Tapi, buat yang nggak percaya, hantu nggak lebih dari khayalan seseorang yang terdramatisir.

Memang, sudah banyak orang yang mengaku mampu berkomunikasi dengan hantu. Bahkan, beberapa di antaranya memiliki pengalaman bertatap muka dengan energi tersebut.

Berbagai foto penampakan pun berserakan di dunia maya. Hingga, film-film yang diadaptasi dari kisah nyata seperti The Conjuring hingga Annabelle nggak berhenti tayang di layar lebar.

Namun, hingga kini, belum ada yang mampu membuktikan eksistensi hantu secara teknis. Bahkan, sains pun lelah ketika harus berhadapan dengan pertanyaan “Hantu itu ada nggak sih?”

Nah, daripada kamu terus-terusan dihantui dengan pertanyaan yang sama, Pegipegi punya 5 alasan kenapa hantu itu hanyalah bualan semata. Penasaran? Mari disimak!

1. Dasarnya Yakin

Sebuah buku yang ditulis oleh dua orang ahli sosiologi, Dennis dan Michele Waskul, Ghostly, Encounters: The Hauntings of Everyday Life memamparkan sebuah fakta. Berdasarkan hasil interview yang dilakukan keduanya, banyak partisipan nggak tahu apakah yang mereka lihat itu hantu atau bukan. Namun, mereka percaya penampakan yang nggak biasa atau aneh sudah pasti hantu. Hal ini didasarkan konsep pemikiran klasik hantu yang sudah beredar sejak dahulu kala. Sayang, merasa yakin saja belum cukup untuk membuktikan eksistensi hantu secara saintifik.

2. Komunikasi

Ada yang bilang, jika orang yang meninggal karena hal-hal yang nggak wajar seperti kecelakaan atau dibunuh, rohnya bakal gentayangan. Well, secara hukum fisika mustahil. Jika gentayangan, hantu pasti memiliki kemampuan buat berkomunikasi. Tapi, nyatanya, para investigator pembunuhan nggak menggunakan hantu untuk berkomunikasi dalam mengungkap kronologi kejadian maupun dalang pembunuhannya.

3. Materi atau Energi?

Ada yang bilang, hantu merupakan jiwa yang terlepas. Pertanyaannya, apakah hantu itu sebuah materi atau energi? Nah, dalam hukum fisika, jiwa mewakili energi, sesuatu yang nggak terlihat tetapi dapat dirasakan, bukan materi atau obyek. Nah, jika ada teman kamu ngaku melihat hantu karena pintu menutup sendiri atau kursi bergoyang, patut dipertanyakan kebenarannya. Apalagi kalau hantunya mengenakan pakaian atau benda-benda lainnya yang mewakili materi atau obyek.

4. Soal Teknologi

Para pemburu hantu selalu berkata “Alasan kenapa nggak semua orang dapat melihat hantu karena memang belum ada teknologi yang dapat menangkap penampakannya”. Ya, secara, hantu digambarkan sebagai mahluk halus yang kasat mata. Nah, kalau nggak ada teknologi yang mampu mendeteksinya, apa kabar dengan dokumentasi penampakan yang didapatkan para pemburu hantu? Penampakan pocong di balik pohon tua? Sudah pasti rekayasa!

5. Lenyap Diserap

Para pemburu hantu percaya kalau hantu itu terbuat dari energi, bukan materi. Sayangnya, hukum kedua termodinamika kedua dalam fisika nggak menyetujui hal tersebut. Hukum tersebut berbunyi “Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Akan tetapi, tidak semua perubahan energi yang terjadi di alam ini prosesnya dapat dibalik”. Jadi, adalah hal yang mustahil secara sains untuk berkata jika seseorang meninggal dunia, rohnya dapat gentayangan. Karena, energi yang terlepas dari tubuh akan segera lenyap diserap suhu panas dan nggak bisa balik lagi.

Daripada stres mikirin hantu, mending segera liburan! Jangan lupa pesan tiket pesawattiket kereta api, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah  pesan tiket kereta api murah  cari hotel murah

Foto: Shutterstock

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top