Tips

4 Pelajaran Dari Negara-negara Paling Bahagia di Dunia

happiness

Siapa sih yang nggak ingin bahagia? Sebagai manusia normal tentunya kita semua ingin menemukan dan merasakannya di sepanjang hidup kita. Kebahagiaan bisa jadi adalah salah satu alasan kenapa kita bepergian jauh dari rumah, menghabiskan banyak uang, naik gunung, masuk hutan, menyelam sampai ke dasar samudera dan menjelajahi tempat-tempat yang jarang didatangi turis pada umumnya.

Berdasarkan survey tentang kebahagiaan yang dilakukan PBB untuk mengukur tingkat kebahagiaan orang menurut kewarganegaraannya, Denmark adalah negara dengan penduduk paling bahagia. Menariknya, negara-negara Eropa mendominasi peringkat teratas negara terbahagia, diantaranya Norwegia, Swiss, Belanda dan Swedia. Trus Indonesia peringkat berapa ya? Kita cukup ‘beruntung’, travelers, karena Indonesia menempati peringkat ke-76 dari 156 negara pada survey yang juga disponsori oleh United Nation Sustainable Development Solutions Network.

Lalu apa sih yang dapat kita pelajari dari negara-negara terbahagia itu supaya kita juga bisa mencari kebahagiaan sendiri?

1. Uang menjaga kestabilan hidup
Warga di negara-negara terbahagia harus mengeluarkan banyak uang untuk membayar pajak dan biaya hidup sehari-hari. Meski segalanya mahal tapi tidak ada gejolak atau protes dari warga, tidak ada tawuran massal dan perang. Ini karena mereka mendapatkan pelayanan publik serta kesehatan yang baik dari pemerintah, dan mereka berbahagia karena memiliki pemerintahan yang memberi perhatian lebih pada warga negaranya serta tidak korupsi.

2. Uang tak membeli segalanya
Orang harus bekerja keras agar bisa punya banyak uang (kecuali, misalnya, kamu adalah ahli waris pemilik perusahaan bonafid). Semakin keras manusia bekerja, makin tinggi pula resiko mereka untuk mengalami stress. Nah, bila sudah terlanjur stress kita bisa terjebak dalam gaya hidup dan mengkonsumsi produk-produk tidak sehat seperti rokok, fast food, minuman beralkohol, bahkan narkoba yang justru memperparah stress dalam diri mereka.

Menurut Lembaga Earth Institute dari Columbia University, negara-negara Barat seperti Amerika Serikat dan Inggris mengalami penurunan tingkat kebahagiaan karena warganya bekerja terlalu keras dan mengalami stress. Sementara warga di negara-negara Amerika Selatan dan Afrika lebih bahagia karena mereka juga mengutamakan hubungan keluarga dan persahabatan.

3. Kebahagiaan tidak dipengaruhi lingkungan sekitar
Panorama surgawi seperti lautan biru atau udara sejuk di pegunungan nggak menjamin bahwa kamu akan hidup bahagia di tempat itu. Negara-negara tropis dengan pemandangan eksotis seperti Mauritius, Jamaika dan juga negara kita sendiri, Indonesia, bahkan tidak masuk peringkat 20 besar negara-negara berbahagia di dunia. Sedangkan negara dengan cuaca ekstrem seperti Islandia (selama setahun nggak ada sinar matahari di negara ini) malah menempati peringkat ke-9 negara terbahagia.

4. Orang yang berbahagia adalah orang yang naik sepeda
Denmark dan Belanda dikenal sebagai negara-negara dengan jumlah pengendara sepeda terbanyak, dan hal ini didukung kebijakan pemerintah setempat. Mengendarai sepeda kemana-mana bukan hanya mengurangi kemacetan, namun juga akan menghemat penggunaan bahan bakar serta menjaga udara supaya tetap bersih. Selain itu, tubuh pun akan makin sehat karena banyak melakukan aktifitas fisik. Seperti kata pepatah, ‘dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.’


Nah, bagaimana travelers, sudahkah kamu berbahagia?

 

 

(Visited 558 times, 1 visits today)

Comments

Click to comment

Comments

To Top