Destinasi

3 Destinasi Wisata Bersejarah dengan Sisi Romantis di Indonesia

Selamat hari Valentine! Biar momen kasih sayang makin sempurna, kamu bisa aja si Dia liburan sambil berburu tempat romantis di Indonesia.

Yap, Indonesia sendiri memilik banyak sekali spot wisata bersejarah dengan sisi romantis di dalamnya. Bahkan, kisah dari para legenda bisa memberikan inspirasi tersendiri, terutama soal nilai pengorbanan dan perjuangan dalam membina hubungan.

Spotnya sendiri bervariasi. Ada yang berbentuk jembatan, tetap juga ada yang berbentuk cantik. Keindahan dan sisi sejarahnya bisa kamu gali lebih dalam di sana.

Penasaran? Pegipegi punya rekomendasi 3 spot wisata bersejarah yang menyimpan sisi romantis di dalamnya. Simak, yuk!

Jembatan Siti Nurbaya, Sumatera Barat

Namanya terdengar cukup familiar di telinga. Jembatan Siti Nurbaya merupakan sebuah atraksi penuh cerita dan misteri. Diambil dari cerita karya sastrawan Sumatera Barat bernama Marah Rusli, jembatan ini menghubungkan kota Padang dengan puncak Gunung Padang yang dipercaya sebagai lokasi makan Siti Nurbaya.

Nah, sosok Siti Nurbaya sendiri dikenal sebagai legenda bagi masyarakat Padang. Kisah cinta dengan sang pujaan hati, Syamsul Bahri terhalang karena perjodohan yang dilakukan oleh orang tua Siti. Dan jembatan ini seakan menjadi simbol cinta keduanya.

Mata kamu akan dimanjakan dengan pemandangan kapal-kapal kayu yang berlalu lalang di siang hari, matahari tenggelam yang indah di sore hari, dan wisata kuliner yang lengkap pada malam hari.

Tangkuban Perahu, Jawa Barat

Gunung Tangkuban Perahu termasuk salah satu objek wisata favorit para turis yang menyambangi Kota Kembang. Suasana sejuk serta panorama pemandangan yang menyegarkan mata membuat gunung api yang masih aktif ini tak pernah sepi peminat.

Mendengar Tangkuban Perahu, pastinya nggak terlepas dari sosok Sangkuriang, dong. Dahulu kala, di sebuah kerajaan, terdapat seorang putri raja bernama Dayang Sumbi yang memiliki seorang anak bernama Sangkuriang.

Karena ada masalah dengan sang ibu, Sangkuriang diusir keluar kerajaan. Setelah bertahun-tahun, Sangkuriang kembali ke kerajaan yang sudah sangat berubah dan bertemu gadis muda yang sangat jelita yang ternyata adalah Dayang Sumbi. Buta akan cinta, Sangkuriang nekat melamar ibunya sendiri.

Dayang Sumbi mengajukan dua syarat. Pertama, Dayang Sumbi meminta pemuda itu untuk membendung sungai Citarum. Kedua, ia meminta Sangkuriang untuk membuat sebuah sampan besar untuk menyeberang sungai itu sebelum pagi tiba.

Melihat pekerjaan sangkuriang yang hampir selesai, Dayang Sumbi segera menyuruh anggota kerajaan untuk menggelar kain merah di sisi timur kota sehingga Sangkuriang mengira bahwa matahari sudah terbit.

Sangkuriang marah dan menjebol bendungan yang dibuatnya sehingga banjir besar pun melanda seluruh kota. Ia kemudian menendang sampan besar yang sebelumnya ia buat dan nyaris selesai itu sehingga melayang dan jatuh tertelungkup hingga kemudian menjadi sebuah gunung yang bernama Tangkuban Perahu.

Candi Plaosan, Jawa Tengah

Terletak di Kabupaten Klaten, Candi Plaosan bertetangga langsung dengan Prambanan. Dengan tinggi 21 meter, kamu bakal disuguhkan dua buah candi besar, Plaosan Lor dan Plaosan Kidul.

Dengan dimensi yang sama, kedua Candi Plaosan sering disebut sebagai Candi Kembar. Meski, jika ditelisik lebih detail, terdapat beberapa relief dan ornamen yang memiliki bentuk dan corak sedikit berbeda satu sama lainnya.

Dibangun pada abad kesembilan, Candi Plaosan merupakan berkah kerja keras dari Rakai Pikatan. Ia menyandang status sebagai Raja Mataram Kuno dari Wangsa Sanjaya di pada 840-856 setelah masehi.

Dikisahkan, Rakai Pikatan menaruh hati kepada Pramudyawardani, putri dari Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra. Sayangnya, hubungan romantis tersebut ditentang keluarga keduanya lantaran perbedaan agama.

Rakai Pikatan datang dari keluarga pengikut Hindu. Sedangkan Pramudya datang dari Wangsa Syailendra yang notabene pemeluk agama Buddha yang sangat taat.

Namun, perbedaan tersebut nyatanya nggak menyiutkan nyali keduanya. Baik Rakai Pikatan dan Pramudyawardani memutuskan untuk berkomitmen dengan menikah meski harus mempertahankan kesetiaan kepada agamanya masing-masing. Untuk mengikrarkan cinta abadinya, Rakai Pikatan pun membangun Candi Plaosan untuk sang permaisuri, Pramudyawardani.

Tertarik buat mencoba? Saatnya merencanakan liburan kamu, yuk! Biar liburan makin mudah, jangan lupa pesan tiket pesawattiket kereta apitiket bus, dan hotel murah di Pegipegi!

pesan tiket pesawat murah pesan tiket kereta api murah pesan tiket bus murah cari hotel murah

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top