Berita

2020, Salju di Puncak Jayawijaya, Papua Nggak Lagi Abadi

Puncak Jayawijaya atau Puncak Cartenz di Papua kini tengah menderita. Pemanasan global yang tengah terjadi di planet bumi menciptakan dampak negatif dengan menyusutnya salju abadi di puncak.

Lapisan es yang berada di puncak setinggi 4,884 meter ini mengalami proses pelelehan yang lebih cepat dari biasanya. Ketebalan permukaan es di Puncak Jayawijaya mengalami penurunan hingga 1,05 meter per tahun sejak 2010.

Seperti yang dilansir oleh Antara, kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Andi Eka Sakya tren ekstrim penurunan ketebalan es menjadi sinyal yang cukup buruk.

Bukan nggak mungkin, Puncak Jayawijaya bakal kehilangan salju abadi dalam dua tahun ke depan! “Jika tidak ditangani dengan baik maka lapisan es di Puncak Jayawijaya itu akan hilang pada 2020, jika trennya seperti sekarang” ucapnya.

Perhitungan tersebut muncul usai observasi dilakukan oleh BMKG dengan beberapa ahli sejak pertengahan 2010 lalu. Kini, Puncak Jayawijaya hanya memiliki ketebalan es sekitar 26,23 meter saja, dibanding pada 2010 yang masih 31,49 meter.

Jika nggak ada penanganan maksimal dari berbagai pihak, apa yang terjadi dengan Gunung Kilimanjaro di Tanzania bakal menimpa Puncak Jayawijaya.

Satu Dari Tujuh Puncak Terhebat

Sejak pertama kali ditemukan oleh seorang penjelajah, Jan Carstenz pada 1623, Puncak Jayawijaya sangat dikenal dunia luas. Bahkan, puncak ini masuk ke dalam tujuh puncak tertinggi di dunia bersama Mount Everst di Himalaya dan Aconcagua di Pengunungan Andes, Amerika Selatan.

Bahkan, Puncak Jayawijaya jadi satu dari tiga puncak di daerah khatulistiwa yang memiliki salju. Dua lainya berasal dari benua Afrika dan Amerika Latin.

Puncak Jayawijaya baru bisa ditaklukan pada 1962. Kala itu seorang pendaki hebat bernama Heinrich Harrer sukses memimpin ekspedisi mengatasi berbagai medan berbahaya menuju Puncak Jayawijaya.

Uniknya, Puncak Jayawijaya merupakan bekas dasar laut yang cukup dalam. Menurut penelitian yang dilakukan oleh seorang geolog, Fransiskus Benediktus Widodo Margotomo, Puncak Jayawijaya naik pada 60 juta tahun yang lalu karena ada tumbukan lempeng Indo-Pasifik dan Indo-Australia di dasar laut.

Ingin main ke Puncak Jayawijaya? Kamu bisa transit di Jayapura. Jangan lupa untuk sekalian pesan tiket pesawat ke Jayapuradan cari hotel murahnya lewat Pegipegi, ya! Selamat liburan!

pesan tiket pesawat murah ke Jayapura cari hotel murah lain di Jayapura

Foto utama: Pesona Indo

Agar transaksi lebih mudah dan murah, yuk, instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store!

google-play

apps-store

(Visited 370 times, 1 visits today)

Comments

To Top