Rekomendasi

10 Hotel Jadul Tapi Kece, buat Staycation Unik Penuh Sejarah

Hotel Jadul Tapi Kece Pegipegi

Wah, nggak terasa ya travelers, sudah pertengahan tahun 2020 saja! Di bulan kesekian dalam masa new normal ini, sudah staycation di mana saja, nih? Kalau kamu biasanya menginap di hotel berdesain minimalis nan kekinian, kali ini Pegipegi mau mengajak kamu mencoba sesuatu yang baru. Yaitu menginap di hotel-hotel jadul peninggalan zaman kolonial Belanda yang masih berdiri megah hingga sekarang. Hotel-hotel lawas ini menawarkan pengalaman menginap yang unik, karena bangunannya kaya akan nilai sejarah. Mulai dari pernah diinapi oleh presiden pertama kita Ir. Soekarno dan keluarganya, pernah menjadi lokasi peristiwa bersejarah bagi bangsa Indonesia, hingga ada yang turut dijadikan sebagai cagar budaya. Pokoknya dijamin anti-mainstream deh, kalau menginap di hotel-hotel jadul tapi kece ini. Penasaran apa saja hotelnya? Langsung saja simak di bawah ini, ya!

HOTEL SAVOY HOMANN, BANDUNG

Savoy Homann Bandung

Salah satu peristiwa bersejarah di Indonesia adalah Konferensi Asia Afrika. Seperti yang kita ketahui bersama, konferensi ini berlangsung di Kota Bandung tepatnya pada tahun 1955. Pada waktu itu, Hotel Savoy Homann yang berkesempatan menjadi penginapan para pemimpin negara-negara di dunia atau tamu konferensi tersebut. Setelah berkali-kali berganti nama dan kepemilikan, renovasi besar-besaran terhadap bangunan Hotel Savoy Homann akhirnya dilakukan pada tahun 1939, dengan rancangan bergaya art deco karya A. F. Aalbers sebagai arsiteknya.

Eksterior dan interior hotel ini tergolong futuristik pada zamannya, loh travelers! Nggak heran kalau hotel ini menjadi penginapan favorit para tokoh dunia kala itu, seperti Ir. Soekarno, Jawaharlal Nehru, dan aktor Charlie Chaplin. Nah, kamar-kamar hotel yang pernah ditempati oleh orang-orang penting tersebut, hingga kini masih terawat dengan baik dan disewakan untuk umum. So, kamu bisa merasakan sensasi unik menginap di kamar yang sama dengan mereka dulu! Tertarik? Pesan hotel ini sekarang di Pegipegi dengan harga mulai Rp458 ribu* per malam.

GRAND HOTEL PREANGER, BANDUNG

Grand Preanger Bandung

Nggak jauh dari Hotel Savoy Homann, terdapat hotel tua mewah lain yang bernama Grand Hotel Preanger. Pada mulanya, hotel ini merupakan sebuah toko roti milik pemilik perkebunan di Priangan. Namun pada tahun 1897, toko roti ini bangkrut dan berubah menjadi hotel bernama Hotel Preanger. Meski sudah ada sejak abad ke-18 dan sering berganti kepemilikan, pesona hotel ini tak lekang ditelan zaman. Gaya bangunannya yang mengusung konsep art deco ala Indische empire, membuat hotel ini tetap jaya sebagai salah satu spot vintage favorit di Kota Bandung. Selain itu, hotel yang terletak sangat dekat dengan titik nol kilometer Kota Bandung ini pun terdaftar sebagai cagar budaya.

Grand Hotel Preanger memiliki segudang ciri khas yang nggak ada duanya. Mulai dari area Naripan Suite yang memiliki lounge tersendiri, beberapa bagian kamar mandi yang dilapisi emas, kaca kamar yang bulletproof, hingga tersedianya guling di tempat tidurnya. Yup, guling atau dutch pillow memang hampir nggak akan pernah kamu temui di hotel lain, karena guling sendiri merupakan kebiasaan khas orang Belanda yang dipertahankan oleh hotel ini. Jadi kalau kamu ingin nginep di hotel daerah Bandung yang menyediakan guling, hanya bisa di Grand Hotel Preanger ya travelers. Terus selama menginap, kamu juga bisa tur keliling kota dengan mengendarai mobil antik keluaran tahun 1962, Chevrolet Impala milik pengelola hotel. Wah, komplet abis kan? Kalau pesan di Pegipegi, kamu bisa menginap di Grand Hotel Preanger dengan harga mulai Rp502 ribu* per malam.

HOTEL INDONESIA KEMPINSKI, JAKARTA

Hotel Indonesia Kempinski

Meskipun dari segi usia, hotel yang terletak di area Monumen Selamat Datang ini tergolong nggak setua hotel-hotel di atas, namun Hotel Indonesia atau yang sering disingkat “HI” ini merupakan salah satu hotel paling ikonik di Indonesia. Hotel bintang lima pertama di Indonesia dan gedung tertinggi pertama di Jakarta ini, ternyata merupakan hasil rampasan perang dari Jepang, loh travelers! Selain itu, pada tahun 1962, Hotel Indonesia juga secara khusus diresmikan untuk menyambut Asian Games IV. Presiden pertama kita, Ir. Soekarno, juga kerap menginap dan bersantap bersama dengan keluarga dan tamu kenegaraan di restoran khas milik hotel ini, “Signatures Restaurant”. Wah, dengan begitu banyak nilai sejarah yang dipunya, nggak heran deh kalau Hotel Indonesia Kempinski dianggap sebagai salah satu landmark Kota Jakarta, ya!

Nah, selain identik dengan nilai sejarahnya, Hotel Indonesia Kempinski sendiri terkenal dengan pengalaman menginap yang terbaik di kelasnya. Meski masuk ke dalam kategori hotel lawas, interior dan fasilitas hotel ini nggak kalah kece bahkan bisa dibilang menjuarai hotel-hotel anyar di Indonesia. Sejak menjejakkan kaki di lobi hotel hingga ke dalam kamar, matamu akan dimanjakan dengan perpaduan desain modern dengan sentuhan klasik yang mewah. Selain bangunan dan kamar hotelnya yang luas dan megah, kamar mandinya pun nggak kalah mengesankan. Pernah lihat artis atau teman kamu berfoto di dalam bathtub berlatarkan pemandangan Bundaran HI? Nggak salah lagi, mereka pasti habis menginap di Hotel Indonesia Kempinski. Yuk, pesan hotel ini di Pegipegi, dengan harga mulai Rp2,2 juta* per malam.

ROYAL AMBARRUKMO, YOGYAKARTA

Royal Ambarrukmo Yogyakarta

Siap-siap tertegun kalau menginap di hotel jadul tapi kece yang satu ini, ya travelers! Royal Ambarrukmo merupakan hotel bintang empat (sekarang, bintang lima) berstandar internasional pertama di Jogja, yang sudah ada sejak zaman kekuasaan Sultan Hamengku Buwono V. Pada awalnya, hotel ini sempat dijadikan tempat kediaman Sultan Jogja setelah wafatnya Sultan Hamengku Buwono VII. Tenang, meski telah beberapa kali direnovasi dan direvitalisasi, kamu masih bisa menemukan beberapa bagian hotel yang asli dan dipertahankan sebagai cagar budaya, seperti eksterior hotel dan areal pendopo.

Salah satu yang paling menarik perhatian dari Royal Ambarrukmo adalah area koridor kanan dan kiri lobi hotel. Masing-masing area ini diselimuti oleh sebuah karya seni dengan teknik mozaik yang terbuat dari 15 macam warna keramik, yang menghiasi seluruh permukaan dinding. Konon, karya seni yang megah ini menggambarkan tentang kehidupan masyarakat Jawa Tengah. Lanjut ke area dalam kamar hotel, Royal Ambarrukmo dengan sempurna memadukan warna cokelat yang hangat, emas yang mewah, dan putih gading yang lembut pada furnitur dan dekorasi kamarnya. Nggak cuma sampai di situ, semua kamar hotel juga dilengkapi dengan balkon. Ada dua jenis pemandangan dari balkon yang ditawarkan, yaitu balkon dengan view Kota Jogja atau view yang menghadap ke taman dan kolam renang. Jadi kamu nggak perlu galau saat memilih kamar dengan view yang mana, ya! Nah, kalau lagi bosan di kamar, kamu bisa jalan-jalan santai bahkan bersepeda mengitari area taman hotel yang sangat luas dan asri. Dijamin mujarab buat menyegarkan pikiran, deh! Kamu bisa pesan hotel kece ini lewat aplikasi Pegipegi, dengan harga mulai Rp1,2 juta* per malam.

HOTEL MAJAPAHIT, SURABAYA

Hotel Majapahit Surabaya

Ini dia salah satu hotel jadul tapi kece yang nggak boleh terlewat untuk dibahas, Hotel Majapahit di Surabaya. Berdiri sejak tahun 1910, hotel ini mulanya bernama Oranje Hotel dan sempat berganti nama menjadi Hotel Yamato pada masa penjajahan Jepang. Hotel Majapahit merupakan saksi bisu peristiwa heroik perobekan bagian biru pada bendera Belanda menjadi bendera Merah Putih, yang kemudian menjadi cikal bakal Hari Pahlawan Nasional Indonesia. Wah, bersejarah banget kan?

Meski telah mengalami beberapa kali renovasi, kamu tetap bisa merasakan kemewahan dalam balutan nilai sejarah yang kental di hotel jadul bergaya art deco ini. Jendela, langit-langit, dan pilar-pilar tinggi nan megah khas arsitektur zaman kolonial masih menghiasi seluruh permukaan gedung Hotel Majapahit. Bagian dalam kamarnya pun nggak kalah ‘wah’. Gorden atau tirai berwarna emas dan lampu kristal yang mewah mendominasi dekorasi kamar hotel ini. ‘Menginap ala sultan’, kalimat ini pas banget buat menggambarkan sensasi menginap di Hotel Majapahit. Selain itu, ada taman terbuka yang luas dan sejuk di bagian tengah hotel, yang akan menambah kenyamanan kamu saat menginap. Langsung saja pesan hotel jadul tapi kece yang satu ini di Pegipegi, dengan harga mulai Rp900 ribu* per malam.

EL HOTEL KARTIKA WIJAYA BATU

éL Hotel Kartika Wijaya Batu

Travelers pasti tahu dong Kota Batu. Kota yang berada dekat dengan Kota Malang ini, terkenal dengan kondisi alam yang asri dan berhawa sejuk sepanjang hari. Cocok banget buat beristirahat dari keseharian yang melelahkan, bukan? Nah, ternyata sejak zaman kolonial pun, kota ini kerap menjadi tempat favorit para saudagar Belanda untuk beristirahat di akhir pekan. Daya tarik Kota Batu tersebut yang membuat Martyrose Ter Martin Sarkies memutuskan untuk membangun sebuah penginapan di kota ini pada tahun 1891. Bangunan ini kemudian menjadi asal muasal eL Hotel Kartika Wijaya Batu.

Diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur Wahono pada tahun 1986, eL Hotel Kartika Wijaya Batu merupakan hotel heritage yang memiliki 115 kamar yang tetap dikelola secara modern. Karena merupakan salah satu warisan bersejarah zaman kolonial, bangunan utama hotel ini masih menyerupai bentuk aslinya, loh! Bahkan lampu gantung yang tersebar menghiasi hotel ini pun masih asli dari zamannya. Mulai dari area lobi hingga koridor menuju kamar hotel, eL Hotel Kartika Wijaya tak henti menyuguhkan pemandangan yang syarat akan kemewahan arsitektur Eropa kuno dalam balutan nilai sejarah. Di area resepsionis sendiri terdapat peta Jawa yang terbuat dari kaca kikir menyerupai mozaik, kombinasi yang pas dengan interiornya yang bergaya klasik. Nah, buat travelers yang berdomisili di Malang Raya dan ingin coba nginep di hotel jadul tapi kece dekat rumah, staycation di sini saja ya! Pesan hotel ini di Pegipegi sekarang, dengan harga mulai Rp334 ribu* per malam.

GRAND INNA MEDAN

Grand Inna Medan

Nggak cuma di Pulau Jawa, di Sumatra juga kamu bisa menemukan hotel jadul tapi kece loh travelers! Hotel yang mulanya bernama Hotel Mijn de Boer ini, dibangun oleh penguasa asal Belanda pada tahun 1898. Pada awalnya hotel ini hanya memiliki 7 buah kamar saja, namun terus dikembangkan seiring meningkatnya permintaan akomodasi untuk tamu-tamu penting asal Eropa kala itu. Antara lain, Raja Léopold II dari Belgia, Pangeran Schaumburg-Lippe yang merupakan keponakan dari Ratu Wilhelmina dari Belanda, dan Sutan Syahrir. Setelah Indonesia merdeka, hotel ini diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan masih beroperasi hingga kini dengan nama Grand Inna Medan.

Hotel yang terletak di Jalan Balai Kota, Nomor 2, Kecamatan Medan Barat ini kini memiliki total 132 kamar yang masih mempertahankan ciri bangunan dengan gaya kolonialnya. Selain itu, Hotel Grand Inna Medan juga masih mempertahankan salah satu menu legendaris mereka, yaitu kue speculaas. Speculaas sendiri merupakan kue tradisional zaman kolonial yang bercita rasa khas dengan bahan dasar rempah-rempah. Hotel yang berpredikat sebagai hotel mewah pertama di Kota Medan ini ternyata memiliki fasilitas yang nggak kalah unik, loh Yup, fasilitas tersebut adalah kolam renang dengan air asin. Penasaran kan gimana serunya menginap dan berenang di sana? Pesan hotel bernuansa kolonial ini dengan harga mulai Rp348 ribu* per malam, lewat aplikasi Pegipegi.

INNA BALI HERITAGE HOTEL

Inna Bali Heritage Hotel

Sebagai salah satu destinasi wisata populer, pastinya Bali punya banyak banget pilihan hotel yang bisa kamu inapi. Tapi sekali-sekali cobain deh, nginep di salah satu hotel jadul tapi kece yang ada di Bali! Nah, salah satu hotel Bali yang legendaris adalah Inna Bali Heritage Hotel. Hotel ini adalah hotel bintang tiga berkelas internasional pertama di Bali, yang dibangun pada tahun 1927. Sesuai dengan namanya, Inna Bali Heritage Hotel ini merupakan warisan legendaris zaman kolonial dan merupakan saksi bisu berbagai peristiwa bersejarah di Bali yang terjadi sejak era pra-kemerdekaan Indonesia.

Hotel yang mulanya bernama Bali Hotel ini kerap menjadi tempat menginap para tokoh dunia saat mereka berkunjung ke Bali kala itu. Seperti komedian legendaris Charlie Chaplin, Ir. Soekarno, Presiden Filipina Elpidio Quirino, Ratu Elizabeth, Mahatma Gandhi, dan Jawaharlal Nehru. Selain kaya akan nilai sejarah, Inna Bali Heritage Hotel juga memiliki lokasi yang strategis banget. Dari hotel ini, kamu bisa dengan mudah mengunjungi Bali Art Museum and Art Centre, Puri Satria, pusat perbelanjaan, serta pasar tradisional. Ingin ke pantai? Cukup 15 menit saja untuk ke Pantai Sanur dan 30 menit ke Pantai Kuta. Nah, kalau pesan di Pegipegi, kamu bisa menginap di hotel yang kece ini dengan harga mulai Rp372 ribu* per malam.

INNA GRAND BALI BEACH HOTEL

Inn Grand Bali Beach

Hotel Grand Inna merupakan bangunan penginapan bersejarah yang proses pendiriannya dilakukan dengan inisiatif dari presiden pertama kita, Ir. Soekarno, pada akhir-akhir masa kepemimpinannya yaitu pada tahun 1963. Saat awal pendiriannya, hotel yang awalnya bernama Bali Beach Hotel ini langsung menyandang beberapa predikat sekaligus, loh travelers! Seperti hotel mewah bintang lima (sekarang, bintang empat) pertama di Bali, bangunan pencakar langit pertama di Bali, dan hotel terluas di Bali.

Meskipun sudah berusia lebih dari 50 tahun, Grand Inna tetap menjadi salah satu rekomendasi hotel mewah terbaik di Bali. Memiliki 523 ruangan dengan total luas hotel mencapai 42 hektare dan berlokasi dekat Pantai Sanur, hotel ini telah mengalami berbagai renovasi gedung sehingga bangunan masih terjaga dengan baik. Keberadaan sebuah patung perunggu raksasa dengan ketinggian mencapai 2 meter karya seorang seniman terkenal asal Bali, Nyoman Nuarta, juga menambah kesan mewah dan megah di Grand Inna. Nggak heran kalau hotel ini menjadi tempat menginap favorit para diplomat serta pejabat dari berbagai negara yang tengah berkunjung ke Bali. Kamu bisa ikut menikmati kemewahan hotel ini dengan bujet mulai Rp424 ribu* per malam di Pegipegi.

TANDJUNG SARI, BALI

Tandjung Sari Bali

Tandjung Sari adalah butik resort pertama di Bali yang terletak di sepanjang Pantai Sanur, pantai yang terkenal dengan pasirnya yang berwarna putih dan pemandangan matahari terbit yang memukau. Pada mulanya, Tandjung Sari hanya merupakan rumah pribadi pemiliknya yang kemudian berkembang dan beralih fungsi sebagai hotel. Didirikan pada awal tahun 1960-an, desain hotel ini mengusung gaya arsitektur tradisional Bali yang identik dengan atap jerami dan ukiran batu. Area hotel yang dikelilingi oleh pepohonan yang rindang, menambah kesan tropis yang nyaman dan intim di hotel ini.

Meski telah berusia lebih dari setengah abad, di hotel terdapat koleksi artefak Bali dari zaman kolonial yang langka, sehingga melengkapi kesan jadul dan bersejarah yang tetap berkelas. Lokasi hotel ini pun strategis banget. Tandjung Sari dapat dijangkau hanya dalam waktu 25 menit dari Bandara Ngurah Rai dan hanya berjarak 10 menit berkendara dari Kota Denpasar. Selain itu, cukup berjalan kaki dari hotel ini saja kamu sudah bisa mencapai Pantai Sanur yang cantik, beragam tempat hiburan, restoran, dan tempat berbelanja. Pas banget buat staycation karena aksesnya yang dekat dan mudah ke mana-mana. Yuk, pesan hotel ini lewat Pegipegi dengan harga mulai RP2,7 juta* per malam.

Gimana, menarik bukan hotel-hotel jadul di atas? Meski tergolong sebagai hotel tua, namun kualitas pelayanan mereka nggak kalah bersaing dengan hotel-hotel zaman now, loh! Plus nilai bersejarah yang dimiliki bangunannya membuat pengalaman menginap di hotel-hotel ini jadi semakin berkesan. Nah, kalau tertarik untuk staycation di salah satu hotel ini, ingat untuk selalu berhati-hati dan tetap memperhatikan protokol kebersihan yang ada supaya #PegipeginyaLebihAman. Jangan lupa, kalau pesan tiket bus, tiket pesawat, tiket kereta api, dan hotel murah hanya di Pegipegi, ya!

PESAN TIKET BUS MURAH PESAN TIKET PESAWAT MURAH PESAN TIKET KERETA API MURAH CARI HOTEL MURAH

*Harga berlaku sesuai tanggal dibuatnya artikel

Agar transaksi kamu lebih murah dan mudah, jangan lupa instal aplikasi Pegipegi lewat Google Play atau App Store, ya!

google-play

apps-store

Comments

To Top