Destinasi

10 Hal yang Bisa Kamu Lakukan di Ubud, Bali

Film “Eat, Pray, Love” yang diperankan oleh Julia Robert sukses membuat Ubud, Bali menjadi tempat wisata yang paling diincar oleh wisatawan, baik lokal maupun luar negeri. Desa yang terletak di Kabupaten Gianyar ini sebagian besar warganya bergerak di bidang seni dan budaya.

Itulah yang bikin desa ini makin memesona. Suasananya asri, damai, dan sangat artsy. Jika kamu stres dengan pekerjaan yang kamu hadapi di kotamu, traveling ke Ubud merupakan pilihan yang tepat. Kamu bisa ngapain aja, ya, di sana?

1. Yoga dan naik sepeda

Karena udara pagi di sana sangat segar, kamu bisa memanfaatkan hal itu untuk melakukan yoga. Meskipun sebelumnya nggak pernah yoga sama sekali, kamu nggak perlu khawatir karena banyak juga pemula yang mencoba yoga di sana. Nggak cuma orang lokal aja lho yang mencoba yoga, tapi juga banyak turis asing yang mencobanya. Sebagian besar hotel di Ubud memiliki fasilitas yoga, terutama yang memiliki pemandangan menghadap ke sawah atau sungai. Ada yang gratis, ada juga yang dijadikan kursus.

Main sepeda di tepi sawah juga merupakan kegiatan seru ketika traveling di Ubud. Kegiatan ini biasanya didampingi oleh pemandu. Pemandu tersebut akan mengajak kamu berkeliling sawah dan masuk ke perkampungan penduduk setempat agar kamu bisa berinteraksi dengan mereka. Enak kan, sudah sehat dapat pengalaman baru juga!

UpperBaleMala

www.taksuyoga.com

2. Belajar memasak

Sebagian besar hotel dan resto di Ubud membuka kelas memasak masakan khas Bali bagi wisatawan yang berkunjung. Baik orang dewasa maupun anak-anak. Menu masakan yang diajarkan misalnya sate lilit dan lawar. Menu khas masakan Indonesia lainnya juga diajarkan, kok. Misalnya, nasi goreng dan gado-gado.

Selain belajar memasak, kamu juga bakal menerima banyak pengetahuan soal berbagai masakan khas Bali. Sebelum memasak, kamu juga diajarin gimana memilih bahan-bahan memasak di pasar, belanja di pasar, memetik sayuran langsung dari kebun, dan lain-lain. Proses memasaknya juga unik karena nggak menggunakan kompor, tapi menggunakan kayu api di dalam tungku. Karena proses memasak diadakan di ruangan terbuka dan dikelilingi kebun, tanaman organik dengan pemandangan sawah.

FOTO COOKING CLASS

www.rathikumara.blogspot.com

3. Wisata kuliner

Jangan khawatir bakal kesulitan cari makan di Ubud soalnya berbagai macam makanan ada di sana. Yang pasti rasanya enak, bikin nagih, dan cita rasa khas Bali-nya terasa kental. Kedai makanan khas Bali yang terkenal di Ubud antara lain Warung Babi Guling Bu Oka, Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku, dan resto Bebek Bengil Ubud.

Warung Babi Guling Bu Oka sudah pasti lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan non Muslim. Resto ini hampir nggak pernah sepi, lho, padahal jika ingin berkunjung ke sana agak ribet karena harus memasuki gang kecil. Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku adalah nasi campur Bali yang terkenal banget di Ubud. Isinya ada nasi, potongan ayam yang cukup besar, ayam suir yang dicampur jeroan, telur pindang, sate lilit ayam, tumis kacang panjang, dan lain-lain. Sedangkan resto Bebek Bengil letaknya di tepi sawah dan terkenal dengan bebek goreng andalannya.

bu-oka2

www.bali.panduanwisata.id

4. Main di Monkey Forest

Monkey Forest adalah tempat wisata di mana ribuan monyet berkeliaran di alam bebas. Mulai dari yang masih bayi hingga yang sudah tua. Tempat ini sangat digemari oleh wisatawan karena mereka bisa berinteraksi dengan monyet-monyet, memberi makan, dan foto bersama mereka.

Sangking lucunya tingkah monyet-monyet itu, kadang ada yang suka usil dengan mengambil barang turis dan membawanya ke atas pohon. Hihihi… Jadi, kamu harus jaga barang bawaan dengan baik, ya! Hutan tersebut memiliki pemandangan asri dan udaranya sangat sejuk soalnya banyak pohon rindang di sana.

monkey-04

www.theselfishyears.com

5. Berkunjung ke museum

Karena Ubud terkenal akan seni dan budayanya yang kental, jangan heran jika di sana banyak museum yang berkaitan dengan seni dan lukisan. Museum yang paling terkenal adalah Museum Puri Lukisan yang merupakan museum tertua di Bali. Museum ini dikhususkan pada karya seni lukis Bali baik tradisional dan modern, serta seni ukir, dan kayu yang terdiri dari tiga era. Dari zaman kerajaan Bali hingga masa kemerdekaan Indonesia.

Dan masih banyak museum seni lain yang bisa kamu kunjungi di Ubud. Antara lain, Museum Seni Neka, Rudana, Agung Rai, Antonio Blanco, dan lain-lain. Di sana kamu bakal makin kagum dengan keindahan seni Indonesia yang khas dan nggak dimiliki negara lain.

Museum-Puri-Lukisan-ouradventureland

www.bali.panduanwisata.id

6. Belanja oleh-oleh di Pasar Seni Ubud

Pengin belanja oleh-oleh yang nggak pasaran? Belanja aja di Pasar Seni Ubud. Berbagai ragam kerajinan Bali dijual di sana, seperti anyam-anyaman, patung, kain pantai, pernak-pernik, sandal, dan kerajinan lainnya. Harganya juga nggak mahal dan masih bisa ditawar. Jadi, kamu harus pintar-pintar menawar, nih.

Pasar Seni letaknya sangat strategis. Berada di pusat kota dan tepat di depan Puri Agung. Kalau di pagi hari, pasar ini adalah pasar umum (tradisional). Kalau di siang hari berubah jadi lokasi belanja pernak-pernik dan hasil seni khas Bali. Cocok banget buat dijadikan sebagai tempat berburu oleh-oleh khas Bali. Di siang hari para pengunjung dari berbagai kalangan datang dan bikin pasar ini nggak pernah sepi!

Pasar-Seni-Ubud-Bali1

www.plesiryuk.com

7. Rafting di Sungai Ayung

Kalau suka banget sama olahraga air, kamu bisa mencoba rafting Sungai Ayung. Walaupun kamu masih pemula di dunia rafting, hal itu nggak jadi masalah karena ada dua kategori sungai di sana yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Selain itu, kegiatan rafting-nya juga aman karena ditemani instruktur yang sudah berpengalaman selama puluhan tahun.

Yang bikin unik Sungai Ayung adalah pohonnya rindang, banyak hamparan sawah, serta perbukitan yang asri. Di tengah perjalanan, kamu bakal melihat karya seniman Bali berupa ukiran relief Ramayana di tebing batu pinggir sungai. Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Ubud sangat memerhatikan seni.

sungai-ayung1

www.telusurindonesia.com

8. Singgah di Nyuh Kuning Village

Nyuh Kuning Village adalah salah satu desa di kawasan Ubud yang masih memegang teguh tradisi dan adat istiadat. Jadi, kamu bisa melihat kehidupan Bali yang sesungguhnya di sana. Letaknya cukup strategis karena berada tepat di belakang Monkey Forest. Tempatnya sangat asri dan sejuk, makanya cocok banget buat dijadikan sebagai tempat main sepeda.

Di sana banyak umbul-umbul yang seolah-olah menyambut kamu yang datang ke sana. Soal akomodasi, kamu nggak perlu khawatir karena di sana banyak hotel dan ressort. Uniknya, tempat penginapan di sana didesain serupa dengan pemandangan Nyuh Kuning Village, sehingga terlihat membaur dengan lingkungan sekitar.

Processed with VSCOcam with e3 preset

www.olgaelisa.com

9. Menyaksikan Tari Kecak

Nggak lengkap rasanya jika main ke Ubud, tapi kamu melewatkan tari tradisional ini. Menyaksikan Tari Kecak bakal bikin malam kamu di Ubud terasa lengkap. Pertunjukan Tari Kecak bisa kamu lihat di Pura Dalem, jalan raya Ubud. Biasanya sih tarian dimulai pukul 7 malam.

Tarian ini indah dan kreatif banget soalnya dipentaskan oleh laki-laki sebanyak 50 hingga 100 orang. Kenapa harus laki-laki? Karena tarian ini lebih menceritakan tentang Ramayana. Para penari duduk berbaris melingkar dengan irama menyerukan “cak” sambil mengangkat kedua lengan. Gerakan ini menggambarkan kisah Ramayana saat barisan kera membantu Rama melawan. Kondisi penarinya berada pada kondisi tidak sadar karena mereka melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur, kemudian disampaikan ke masyarakat.

Kecak-dance11

www.telagawajariverrafting.com

10. Berjumpa dengan Ketut Liyer

Sejak berakting di film “Eat, Pray, Love”, Ketut Liyer makin eksis aja, nih. Banyak wisatawan yang berkunjung ke rumahnya di kawasan Pengosekan. Banyak yang percaya dengan ramalan beliau, baik orang lokal maupun turis asing. Bahkan, Ketut Liyer lebih lancar berbahasa Inggris, ketimbang bahasa Indonesia. Setiap ramalan yang dilontarkan oleh Ketut Liyer biasanya selalu mengena di hati. Dan nasihat-nasihatnya selalu bikin hati tenang.

Sayangnya, usia Ketut Liyer sudah makin tua dan itu berpengaruh terhadap kemampuan beliau dalam hal menangkap pembicaraan dengan cepat. Untungnya ada putranya, I Nyoman Latra yang selalu menjelaskan tentang kata-kata yang nggak beliau mengerti. I Nyoman Latra mengaku punya kemampuan yang sama seperti ayahnya. Kemampuan seperti ini memang harus diwariskan. Jika tidak, bakal ada hal-hal buruk yang menimpa mereka.

eat_pray_love43

www.vidislava.com

Seru banget, ya! Kalau kamu berencana pengin main ke Ubud dalam waktu dekat, jangan lupa pesan tiket pesawat murah di pegipegi.com, ya! Pesan juga hotel murahnya di sini. Selamat liburan di Ubud!

(Visited 1,530 times, 1 visits today)

Comments

To Top