• Jam Layanan
  • 0804 1400 777
  • cs@pegipegi.com
Bagikan informasi ini

Rute perjalanan yang Anda inginkan kembali dibuka!

Namun, perjalanan yang diizinkan adalah perjalanan khusus, bukan keperluan mudik. Untuk melakukan perjalanan, Anda wajib mematuhi peraturan keberangkatan dan membawa dokumen persyaratan lengkap sesuai dengan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020. Temukan peraturan keberangkatan di bawah ini.

Mulai 7 Mei 2020, sesuai dengan SE No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, maskapai akan kembali beroperasi melayani rute domestik dengan syarat berikut ini:

  1. Penerbangan domestik hanya ditujukan untuk perjalanan bisnis, kesehatan, atau alasan lain yang diatur di SE No. 4/2020 dan bukan untuk keperluan mudik.
  2. Penerbangan ini akan melayani destinasi dalam negeri yang berstatus Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan wilayah yang terjangkit (Zona Merah).
  3. Setiap penumpang wajib melakukan pengisian dokumen secara lengkap, di antaranya:
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif dari COVID-19 dan telah melakukan rangkaian pemeriksaan melalui metode tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test), Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction).
    • Melampirkan surat keterangan tujuan perjalanan dari instansi/lembaga/perusahaan yang menjelaskan bahwa perjalanan tersebut adalah untuk keperluan diizinkan pemerintah menurut SE No. 4/2020 dan bukan dalam rangka mudik.
    • Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah)
    • Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone.
    • Dokumen lain yang diatur di SE No. 4/2020.
  4. Apabila penumpang datang ke bandara tanpa membawa dokumen yang dibutuhkan, maka penumpang akan ditolak untuk melakukan penerbangan dan dapat melakukan pembatalan dengan regulasi biaya pembatalan sesuai kebijakan maskapai.


Untuk melihat dokumen lengkap mengenai Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 ini, dapat diakses di sini.

Informasi Khusus Perjalanan Maskapai dalam Darurat COVID-19

Untuk penerbangan dengan maskapai Garuda Indonesia (GA), penumpang wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi dan mengacu pada SE No. 5/2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, serta SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020 sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Penumpang yang diizinkan untuk melakukan perjalanan harus sesuai dengan kriteria pengecualian yang diatur di SE No. 5/2020.
  3. Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  4. Penumpang perlu menyiapkan Surat Pernyataan Perjalanan Garuda Indonesia yang dapat ditemukan di sini
  5. Surat Pengantar Perjalanan yang dibuat oleh instansi/lembaga/perusahaan yang menjelaskan bahwa perjalanan tersebut telah sesuai menurut SE No. 5/2020.
  6. Untuk perjalanan domestik, kecuali dari dan ke Denpasar (DPS), penumpang perlu membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  7. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Denpasar (DPS) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit/laboratorium setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan.
    • Form aplikasi untuk memperoleh kode QR sebagai kode verifikasi yang harus ditunjukkan kepada petugas bandara. Form aplikasi tersebut bisa diakses di https://cekdiri.baliprov.go.id.
  8. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Jakarta (CGK) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Surat Izin Keluar Masuk Jakarta (SIKM) sesuai dengan Pergub No. 47 tahun 2020. (informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://corona.jakarta.go.id).
    • Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
      1. Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
      2. Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
      3. Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  9. Untuk perjalanan internasional melalui bandara kedatangan internasional Jakarta (CGK) dan Surabaya (SUB), penumpang perlu memperhatikan hal berikut ini:
    • Apabila penumpang memiliki surat keterangan sehat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan dan hasil pemeriksaan fisik di bandara menyatakan tidak ditemukannya penyakit, maka Health Alert Card (HAC) akan diberikan kepada penumpang.
    • Apabila surat keterangan sehat yang dimiliki penumpang tidak sesuai dengan ketentuan, maka penumpang diwajibkan untuk mengikuti tes diagnostik cepat (rapid diagnostic test) atau PCR (Polymerase Chain Reaction) pada area kedatangan di bandara.
  10. Untuk perjalanan di bandara kedatangan Tanjung Pandan (TJQ) dan Pangkalpinang (PGK), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan yang sesuai dengan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 440/0441/BPBD/2020 tentang Protokol Penumpang dan Kekarantinaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di antaranya:
    • Surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid Test).
    • Bagi penumpang yang tidak membawa hasil uji tes PCR sesuai ketentuan, maka wajib melakukan uji tes PCR di bandara kedatangan dan melakukan protokol isolasi mandiri sesuai ketentuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  11. Untuk perjalanan di bandara kedatangan Balikpapan (BPN), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub tentang Pengendalian Penumpang/Kedatangan di Pintu Masuk Kota Balikpapan pada Masa Pandemi, di antaranya:
    • Khusus bagi penumpang non-KTP Kalimantan Timur, wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid Test).
    • Bagi penumpang yang tidak memiliki Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk uji PCR dapat membawa hasil Rapid Test non-reaktif sebanyak 2 kali pemeriksaan dan wajib melakukan isolasi mandiri di Balikpapan selama 14 hari.
    • Seluruh penumpang wajib membawa dokumen lainnya sesuai Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub.
  12. Seluruh dokumen harus dibawa termasuk fotokopi untuk dilaporkan pada Petugas Check-In Counter.
  13. Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone atau melalui website http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
  14. Informasi persyaratan lebih lengkap untuk penerbangan menggunakan Maskapai Garuda dapat dilihat di halaman ini.
  15. Penumpang wajib menggunakan masker selama penerbangan maupun di area bandara.

Penting: Mulai tanggal 5 Juni 2020, maskapai Lion Air (JT), Wings Air (IW), dan Batik Air (ID) akan menghentikan sementara operasional penerbangan untuk keberangkatan domestik. Informasi lengkap terkait hal ini bisa Anda lihat pada halaman pemberitaan Lion Group.

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 1 Juni 2020, calon penumpang maskapai Lion Air (JT), Wings Air (IW), dan Batik Air (ID) wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi dan mengacu pada SE No. 5/2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, serta SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020 sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Penumpang yang diizinkan untuk melakukan perjalanan harus sesuai dengan kriteria pengecualian yang diatur di SE No. 5/2020.
  3. Tiket pesawat.
  4. Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  5. Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  6. Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone atau melalui website http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
  7. Agar memperhatikan Peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah, mengenai persyaratan khusus tujuan akhir:
    • Untuk perjalanan di bandara Jakarta (CGK), penumpang perlu mempersiapkan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta (SIKM) sesuai dengan Pergub No. 47 tahun 2020. (informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://corona.jakarta.go.id).
    • Untuk perjalanan di bandara Denpasar (DPS), penumpang perlu memperhatikan peraturan pemerintah setempat yang dapat ditemukan di https://cekdiri.baliprov.go.id/.
    • Untuk perjalanan di bandara Pangkalpinang (PGK) dan Tanjung Pandan (TJQ) penumpang perlu memperhatikan Surat Edaran Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Nomor 440/0441/BPBD/2020 tentang Protokol Penumpang dan Kekarantinaan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
  8. Surat Pengantar Perjalanan dan dokumen lain yang sesuai dengan SE No. 5/2020
  9. Menjaga kebersihan baik sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat, maupun di bandara kedatangan dengan cara:
    • Mengenakan masker
    • Mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer)
    • Membawa hand sanitizer sendiri.

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 1 Juni 2020, calon penumpang maskapai Citilink (QG) wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No. 25/2020 tentang Pengendalian Transportasi dan mengacu pada SE No. 5/2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, serta SE Menteri Kesehatan Nomor HK.02.01/MENKES/313/2020 sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Penumpang yang diizinkan untuk melakukan perjalanan harus sesuai dengan kriteria pengecualian yang diatur di SE No. 5/2020.
  3. Identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  4. Surat Pernyataan Perjalanan dalam Rangka Pengendalian COVID-19 yang dapat di unduh di sini.
  5. Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan.
  6. Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone atau melalui website http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
  7. Agar memperhatikan Peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah, mengenai persyaratan khusus tujuan akhir:
    • Untuk perjalanan di bandara Jakarta (CGK), penumpang perlu mempersiapkan Surat Izin Keluar Masuk Jakarta (SIKM) sesuai dengan Pergub No. 47 tahun 2020. (informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://corona.jakarta.go.id).
    • Untuk perjalanan di bandara Denpasar (DPS), penumpang perlu memperhatikan peraturan pemerintah setempat yang dapat ditemukan di https://cekdiri.baliprov.go.id/.
    • Untuk perjalanan menuju bandara Pontianak (PNK), penumpang wajib melengkapi seluruh dokumen sebanyak 4 (empat) rangkap.
  8. Surat Pengantar Perjalanan dan dokumen lain yang sesuai dengan SE No. 5/2020
  9. Menjaga kebersihan baik sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat, maupun di bandara kedatangan dengan cara:
    • Mengenakan masker
    • Mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer)
    • Membawa hand sanitizer sendiri.

Mulai 6 Mei 2020, sesuai dengan SE No. 4/2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan COVID-19, beberapa operator bus dan shuttle kami akan beroperasi dengan syarat berikut ini:

  1. Perjalanan khusus yang diatur di SE No. 4/2020 hanya untuk penumpang dengan kriteria di bawah ini dan bukan untuk keperluan mudik, yaitu:
    • Kebutuhan kerja dari lembaga pemerintah maupun swasta.
    • Pasien untuk memperoleh pelayanan kesehatan darurat.
    • Menjenguk keluarga inti yang sedang sakit keras atau meninggal dunia.
    • Pulang ke tempat tinggal dari bandara (khusus untuk pekerja dan mahasiswa dari luar negeri).
  2. Setiap penumpang yang memenuhi salah satu kriteria di atas juga harus membawa/menunjukkan dokumen secara lengkap, di antaranya:
    • Identitas diri (KTP, Paspor, atau tanda pengenal lainnya yang sah).
    • Hasil tes negatif COVID-19 berdasarkan PCR test/Rapid test atau Surat Keterangan Sehat dari rumah sakit/klinik/puskesmas/dinas kesehatan.
    • Bagi yang bepergian untuk bekerja. Wajib menunjukkan Surat Tugas dari kantor yang ditandatangani oleh minimal Pejabat setingkat Eselon 2 atau Direksi/Kepala Kantor.
    • Bagi yang bepergian untuk bekerja namun tidak mewakili lembaga pemerintah maupun swasta, harus menunjukkan Surat Pernyataan yang ditandatangani di atas materai dan diketahui oleh Lurah/Kepala Desa Setempat.
    • Bagi yang bepergian untuk mencari pelayanan kesehatan darurat, wajib menunjukkan Surat Rujukan dari rumah sakit.
    • Dokumen lain yang diatur di SE No. 4/2020.
  3. Perlu diketahui bahwa Anda wajib mematuhi peraturan ini, dan pihak berwenang berhak untuk menolak apabila dokumen yang diberikan tidak asli, tidak lengkap, atau tidak sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Setiap pelanggaran akan ditindak dan dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Untuk melihat dokumen lengkap mengenai Surat Edaran Nomor 4 tahun 2020 ini, dapat diakses di sini.


Peraturan Pembatasan Keluar Masuk DKI Jakarta

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah munculnya kasus baru penyebaran COVID-19, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menerbitkan Pergub No.47 Tahun Tahun 2020. Peraturan ini berisi ketentuan yang perlu dipenuhi masyarakat dalam kegiatan bepergian keluar dan/atau masuk Provinsi Daerah Khusus IbuKota Jakarta.

Peraturan ini berlaku untuk semua individu kecuali individu yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat dan/atau pekerja di sektor-sektor penting tertentu. Ada syarat yang juga harus dipenuhi, yaitu memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) jika ingin bepergian. Syarat individu yang diperbolehkan untuk bepergian adalah, sebagai berikut:

  • Pemimpin lembaga tinggi negara.
  • Korps perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional.
  • Anggota TNI dan Kepolisian.
  • Setiap orang, pelaku usaha, atau orang asing yang memiliki SIKM karena tugas pekerjaannya.
  • Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat beserta pendampingnya.
  • Tenaga medis dan Petugas Penanganan Pencegahan penyebaran COVID-19.
  • Petugas pemadam kebakaran, ambulans, dan mobil jenazah.
  • Pengemudi kendaraan pengangkut obat-obatan dan alat kesehatan.
  • Pengemudi mobil barang yang tidak membawa penumpang.
  • Petugas Jalan Tol.

SIKM hanya tersedia untuk sektor pekerjaan yang terdiri dari:

  1. Seluruh kantor atau instansi pemerintahan.
  2. Korps perwakilan negara asing dan/atau organisasi internasional.
  3. BUMN/BUMD yang ikut serta dalam penanganan COVID-19 dan/atau dalam pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat
  4. Pelaku usaha yang bergerak pada sektor:
    • Kesehatan;
    • Bahan pangan/makanan/minuman;
    • Energi;
    • Komunikasi dan teknologi informasi;
    • Keuangan;
    • Logistik;
    • Perhotelan;
    • Konstruksi;
    • Industri strategis;
    • Pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu;
    • Kebutuhan sehari-hari.
  5. Organisasi kemasyarakatan lokal dan internasional yang bergerak pada sektor kebencanaan dan/atau sosial.


Perlu diketahui bahwa Anda wajib mematuhi peraturan ini, dan pihak berwenang berhak untuk menolak apabila Anda tidak memenuhi persyaratan bepergian dan membawa SIKM. Pihak yang berwenang berhak:

  • Meminta Anda kembali pulang ke rumah di Jakarta, jika mencoba meninggalkan DKI Jakarta tanpa memenuhi persyaratan dan membawa dokumen.
  • Meminta Anda kembali ke daerah asal atau di karantina selama 14 hari di tempat yang ditunjuk oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, jika mencoba masuk ke DKI Jakarta tanpa memenuhi persyaratan dan membawa dokumen.

Yuk, install Aplikasi Pegipegi
transaksi lebih Mudah, Murah dan banyak Promonya

Download Aplikasi pegipegi di Android Download Aplikasi pegipegi di ios

Daftarkan email Anda sekarang dan nikmati berbagai PROMO EKSKLUSIF dari Pegipegi!