• Jam Layanan
  • cs@pegipegi.com
Bagikan informasi ini

Rute perjalanan yang Anda inginkan kembali dibuka!

Untuk melakukan perjalanan, Anda wajib mematuhi peraturan keberangkatan dan membawa dokumen persyaratan lengkap. Temukan peraturan keberangkatan di bawah ini.

Terakhir diperbaharui: 27 Januari 2021

Sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yang berlaku sampai tanggal 8 Februari 2021, maskapai akan kembali beroperasi melayani perjalanan dengan syarat berikut ini:

  1. Penumpang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak (minimal 1 meter), dan mencuci tangan sebagai persyaratan melakukan perjalanan.
  2. Pengetatan protokol kesehatan perjalanan yang perlu dilakukan penumpang berupa:
    • Penggunaan masker wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut.
    • Jenis masker yang digunakan oleh penumpang adalah masker kain 3 lapis atau masker medis.
    • Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung sepanjang perjalanan dengan moda transportasi umum darat, laut, perkeretaapian dan udara.
    • Tidak diperkenankan untuk makan dan minum selama perjalanan bagi penumpang dengan lama perjalanan kurang dari 2 jam. Terkecuali bagi penumpang yang wajib mengkonsumsi obat dan jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan penumpang tersebut.
  3. Persyaratan perjalanan udara domestik:
    • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
    • Penumpang wajib menunjukan surat hasil uji RT-PCR negatif COVID-19 dengan masa berlaku 3 x 24 jam atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 dengan masa berlaku 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
    • Mengisi e-HAC Indonesia.
    • Apabila hasil uji Rapid Test Antigen atau RT-PCR pelaku perjalanan negatif namun menunjukan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  4. Untuk penerbangan connecting domestik dengan transit (tidak ada pergantian penerbangan/pesawat), maka mengacu syarat dari Otoritas Stasiun Asal dan/atau Destinasi akhir. Misal untuk penerbangan CGK-DPS-KOE transit di DPS tanpa keluar dari Bandara, maka mengacu syarat untuk Rute CGK-KOE. Adapun untuk penerbangan connecting domestik dengan transfer (ada pergantian penerbangan/pesawat), maka penumpang dihimbau untuk dapat memenuhi persyaratan sesuai aturan agar tidak terkendala saat pemeriksaan oleh KKP.
  5. Apabila hasil Rapid Test Antigen atau Antibody pelaku perjalanan negatif/nonreaktif namun menunjukkan gejala, maka tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.
  6. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.
  7. Berdasarkan ketentuan dari otoritas terkait (Kemenhub, Kemenkes, Otban, KKP dan lainnya) surat keterangan bebas COVID-19 yang dipergunakan sebagai syarat perjalanan validitasnya dihitung sejak surat keterangan diterbitkan, bukan waktu pengambilan sampel.
  8. Sesuai dengan SE Kementerian Perhubungan No. 25/2020 tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang dengan Transportasi Udara untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) maskapai akan kembali beroperasi melayani perjalanan dengan persyaratan kedatangan dari luar negeri:
    • Setiap penumpang wajib melakukan tes PCR sesampainya di bandara apabila belum melaksanakan dan tidak bisa menunjukkan surat hasil tes PCR dari negara keberangkatan.
    • Selama waktu tunggu pemeriksaan tes PCR, setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi yang disediakan pemerintah atau memanfaatkan akomodasi setempat yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.
  9. Sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No 6 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) :
    • Menutup sementara masuknya Warga Negara Asing (WNA) dari semua negara ke Indonesia.
    • Ketentuan ini berlaku bagi semua WNA yang tiba di Indonesia pada tanggal 28 Desember - 31 Desember 2020.
    • Pelaku perjalanan Warga Negara Indonesia (WNI) dari luar negeri tetap mengikuti ketentuan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah.
    • WNA yang akan memasuki Indonesia baik secara langsung maupun transit di negara asing, untuk sementara dilarang memasuki Indonesia kecuali pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi, pejabat asing setingkat menteri ke atas.
    • Pelaku perjalanan WNA dari luar negeri dikecualikan:
      • Pemegang izin tinggal diplomatik dan izin tinggal dinas; dan
      • Pemegang kartu izin tinggal terbatas (KITAS) dan kartu izin tinggal tetap (KITAP)
      • WNA dengan pertimbangan dan izin khusus secara tertulis dari Kementrian/Lembaga.
    • Pelaku perjalanan WNI dari luar negeri yang memasuki Indonesia, baik secara langsung maupun transit di negara asing, wajib menunjukkan hasil uji Test RT-PCR negatif COVID-19 dari negara asal yang sampelnya diambil dalam kurun waktu semaksimal 3 x 24 jam sebelum jam keberangkatan dan dilampirkan pada saat pemeriksaan kesehatan atau e-HAC Internasional Indonesia.
    • Pelaku perjalanan diwajibkan melakukan uji Test RT-PCR ulang pada saat kedatangan, dan melakukan karantina selama 5 hari bagi WNI di tempatkan di tempat karantina khusus yang disediakan oleh pemerintah dan bagi WNA di tempat karantina dengan biaya mandiri (Hotel/Penginapan) yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina COVID-19 oleh Kementerian Kesehatan.
    • Dalam hal kepala perwakilan asing dan keluarga yang bertugas di Indonesia dapat melakukan karantina mandiri di kediaman masing-masing selama 5 hari.
    • Untuk diplomat asing lainnya karantina selama 5 hari dilakukan di tempat yang telah disediakan pemerintah.
    • Jika pemeriksaan ulang pelaku perjalanan menunjukan hasil positif,maka akan dilakukan perawatan di rumah sakit dengan biaya ditanggung oleh pemerintah bagi WNI dan ditanggung mandiri bagi WNA.
    • Jika pemeriksaan ulang pelaku perjalanan menunjukan hasil negatif, maka diperkenankan untuk melakukan perjalanan.
    • Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta memfasilitasi WNI atau WNA pelaku perjalanan internasional yang membutuhkan pelayanan medis saat kedatangan di Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
  10. Persyaratan perjalanan tambahan untuk beberapa daerah khusus:
    • Untuk tujuan Belitung, di bandara Tanjung Pandan (TJQ), sesuai dengan SE Satgas Penanganan COVID-19 No.5/2021,penumpang wajib:
      • Penumpang diwajibkan menunjukan surat hasil uji RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam dan wajib mengisi e-HAC Indonesia
      • penumpang harus membawa surat keterangan sehat dan KTP yang di fotokopi sebanyak 2 (dua) rangkap serta mengisi deklarasi kesehatan di alamat website http://newnormal.belitung.id/deklarasi-kesehatan/ dan menyimpan QR code untuk diverifikasi oleh petugas di bandara
    • Untuk tujuan Makassar, sesuai dengan SE Satgas Penanganan COVID-19 No.5/2021, penumpang wajib:
      • Penumpang wajib menunjukan hasil uji pemeriksaan test RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.
      • Penumpang anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR, Rapid Test Antigen ataupun Rapid Test Antibodi sebagai syarat perjalanan.
    • Untuk penerbangan dari dan ke Balikpapan (BPN), penumpang wajib:
      • Penumpang wajib menunjukan hasil uji pemeriksaan test RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.
      • Anak-anak dibawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk menyertakan hasil uji RT-PCR ataupun Rapid Test Antigen sebagai syarat perjalanan, namun diwajibkan menyiapkan hasil uji Rapid Test Antibodi non-reaktif COVID-19 paling lama 3 hari sebelum keberangkatan.
    • Untuk penerbangan tujuan Samarinda (AAP), penumpang wajib menunjukkan surat keterangan hasil uji pemeriksaan test RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.
    • Untuk tujuan Papua, penumpang wajib memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan SE No. 550/6501/SET yang dapat ditemukan di sini.
    • Untuk tujuan Sorong (SOQ), sesuai dengan SE Satgas Penanganan COVID-19 No.5/2021, SE Gubernur Papua Papua No: 440/8611/SET (efektif sampai 25 Januari 2021) persyaratannya adalah:
      • Untuk penumpang yang masuk ke Papua dengan status bukan bertempat tinggal/bukan penduduk/bukan ber-KTP di Papua wajib menyertakan surat hasil uji PCR negatif COVID-19, menandatangani surat pernyataan bersedia menanggung biaya perawatan dan pemeliharaan kesehatan dan menyertakan keterangan tempat tinggal serta tiket pulang-pergi.
      • Penumpang yang masuk ke Papua dengan status bertempat tinggal/penduduk ber-KTP/yang berdinas termasuk suami/istri anak di Papua wajib menyertakan surat keterangan uji RT-PCR negatif COVID-19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 dengan masa berlaku maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
      • Penumpang dengan KTP non Papua wajib menyertakan surat pernyataan tidak akan kembali ke Papua selama masa pandemik COVID-19 dalam masa kurun waktu 1 tahun (bermaterai).
    • Untuk tujuan Jayapura (DJJ), sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021 dan SE Gubernur Papua No: 440/8611/SET tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Papua serta Kesepakatan Bersama Gubernur Papua tentang Pencegahan Pengendalian dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Papua, penumpang wajib:
      • Penumpang yang masuk ke Papua dengan status bukan bertempat tinggal/bukan penduduk/bukan ber-KTP di Papua wajib menyertakan surat hasil uji PCR negatif COVID-19, menandatangani surat pernyataan bersedia menanggung biaya perawatan dan pemeliharaan kesehatan dan menyertakan keterangan tempat tinggal serta tiket pulang-pergi. Proses pemeriksaan dokumen serta surat pernyataan akan diakomodir oleh KKP setempat.
      • Penumpang yang masuk ke Papua dengan status bertempat tinggal/penduduk ber-KTP/yang berdinas termasuk suami/istri anak di Papua wajib menyertakan surat keterangan uji tes RT-PCR negatif COVID-19 yang diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 dengan masa berlaku maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
      • Penumpang dengan KTP non Papua wajib menyertakan surat pernyataan tidak akan kembali ke Papua selama masa pandemik COVID-19 dalam masa kurun waktu 1 tahun (bermaterai).
    • Untuk tujuan Nabire (NBX), sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021, Surat Pemerintah Kabupaten Nabire Sekretaris Daerah No: 440/2037/SET dan No: 440/3061/SET perihal Protokol Perjalanan Orang Keluar dan Masuk Kabupaten Nabire dalam Penerapan Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru, penumpang wajib
      • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal yang sah).
      • Penumpang yang masuk ke Nabire dengan status bukan bertempat tinggal/bukan penduduk/bukan ber-KTP di Nabire wajib menunjukan surat keterangan uji tes RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.
      • Penumpang yang masuk ke Nabire dengan status bertempat tinggal/ penduduk ber KTP/ yang berdinas termasuk suami/istri dan anak wajib menunjukan surat uji tes RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan.
      • Penumpang yang memiliki hasil Rapid Test atau PCR/Swab yang melebihi batas waktu yang sudah ditentukan, maka akan dilakukan Tindakan Pemeriksaan Medis sesuai protokol COVID-19 di Bandara dan seluruh biaya menjadi tanggung jawab penumpang yang bersangkutan.
    • Untuk penerbangan dari Nabire (NBX), persyaratannya adalah sebagai berikut:
      • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
      • Wajib menunjukan surat hasil uji PCR/swab test negatif COVID-19 dengan masa berlaku 7 hari sejak diterbitkan atau Rapid Test negatif COVID-19 dengan masa berlaku 5 hari sejak diterbitkan.
      • Penumpang wajib mengisi e-HAC Indonesia.
    • Untuk penerbangan tujuan Merauke (MKQ), sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021 dan Surat DJPU Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara Mopah Merauke No: UM.002/491/VI/MPH-2020,penumpang wajib menyertakan Surat Izin Keluar Masuk Merauke dengan ketentuan sebagai berikut:
      • Untuk keberangkatan dari Merauke dihimbau agar membuat SIKM ke kantor Bupati Merauke secara manual.
      • Untuk penerbangan menuju Merauke, apabila ada keluarga yang berada di Merauke dapat diminta untuk mengurus SIKM di kantor Bupati Merauke.
      • Apabila tidak bisa mendapatkan SIKM, penumpang tetap dapat keluar masuk Merauke sampai dengan pemberitahuan lebih lanjut dari Pemkab Merauke.
    • Untuk tujuan Bali (DPS), sesuai dengan SE Satgas Penanganan COVID-19 No. 5/2021, dan SE Gubernur Bali No. 2 Tahun 2021 penumpang wajib:
      • Memiliki surat keterangan uji test RT-PCR negatif COVID-19 dengan masa berlaku maksimal 2 x 24 jam atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.
      • Anak-anak dibawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk menunjukan hasil uji Swab Test berbasis PCR atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19.
      • Selama berada di Bali, Pelaku Perjalanan wajib memiliki surat keterangan hasil uji Swab berbasis PCR atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 dengan masa berlaku 14 hari sejak diterbitkan.
      • Penumpang wajib mengisi Formulir Kewaspadaan Kesehatan COVID-19 Provinsi Bali yang bisa diakses di https://cekdiri.baliprov.go.id/.
      • Untuk penerbangan dari Bali menuju destinasi lainnya mengikuti ketentuan destinasi (tidak ada ketentuan khusus untuk penerbangan keluar DPS).
    • Pengecualian kewajiban bagi penumpang yang tidak wajib memiliki surat keterangan hasil uji Swab berbasis PCR dan dapat menggunakan hasil uji Test Rapid Antigen/Antibody negatif COVID-19 yang termasuk pada:
      1. Penumpang Transit di Bali yang transit tidak lebih dari 24 jam tidak diwajibkan untuk menyertakan dokumen hasil uji Test PCR.
      2. Penumpang yang pesawatnya mengalami diver ke Bali tidak diwajibkan untuk menyertakan dokumen hasil uji Test PCR.
      3. Penumpang yang berasal dari daerah yang tidak memiliki fasilitas kesehatan (faskes PCR Test) cukup menyertakan dokumen Rapid Test Antigen saat kedatangan atau sebelum keberangkatan.
      4. ASN/TNI/Polri yang mendapat penugasan mendadak dengan bukti Surat Tugas tidak diwajibkan untuk menyertakan dokumen hasil uji PCR Test, cukup menyertakan dokumen hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19.
    • Untuk penerbangan dari dan menuju ke Labuan Bajo (LBJ), sesuai dengan SE Satgas Penanganan COVID-19 No. 5/2021, surat Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores No:149.a/SRT/BPOLBF/VII/2020 perihal Pembukaan DPSP Labuan Bajo Flores dan Aktivasi Registrasi Daring, SE Gubernur Nusa Tengara Timur No: BU.550/08/DISHUB/2020 tentang Bebas Dokumen Kesehatan Bebas COVID-19 Bagi Pelaku Perjalanan, Risalah Rapat Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah IV serta konfirmasi dari Station & Service Manager setempat, penumpang wajib:
      • .Penumpang wajib menunjukan surat hasil uji negatif COVID-19 sesuai ketentuan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021.
      • Ketentuan tambahan yang berlaku untuk perjalanan dari dan menuju ke Labuan Bajo yaitu penumpang harus mendaftarkan diri pada portal daring registrasi kunjungan wisata di https://booking.labuanbajoflores.id/. Sistem tersebut berkaitan dengan pembatasan kapasitas wisatawan untuk memasuki destinasi wisata Taman Nasional Komodo (TNK) serta sebagai sistem pendaftaran, pendataan dan pengawasan untuk pariwisata DPSP Labuan Bajo Flores dalam masa pemulihan pandemi COVID-19.
      • Penumpang dengan tujuan perjalanan dalam wilayah NTT dapat melakukan perjalanan tanpa menunjukan dokumen-dokumen yang terkait dengan kesehatan bebas COVID-19 serta hasil uji Rapid Test dan test Swab/PCR.
      • Penumpang yang datang dari luar wilayah NTT yang bertujuan masuk ke wilayah NTT atau sebaliknya dari wilayah NTT bertujuan ke luar provinsi NTT diwajibkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan secara nasional sesuai SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021.
    • Untuk perjalanan dari dan menuju Kupang (KOE), Maumere (MOF), Ende (ENE), Waingapu (WGP), Alor (ARD), Atambua (ABU), Bajawa (BJW) sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021, Surat Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores No: 149.a/SRT/BPOLBF/VII/2020, dan SE Gubernur Nusa Tengara Timur No BU.550/08/DISHUB/2020, penumpang wajib:
      • .Menunjukan surat hasil uji test RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.
      • .Penumpang dengan tujuan perjalanan dalam wilayah NTT dapat melakukan perjalanan tanpa menunjukan dokumen-dokumen yang terkait dengan kesehatan bebas COVID-19 serta hasil uji Rapid Test dan tes Swab/PCR.
      • Penumpang yang datang dari luar wilayah NTT yang bertujuan masuk ke wilayah NTT atau sebaliknya dari wilayah NTT bertujuan ke luar provinsi NTT diwajibkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang diberlakukan secara nasional sesuai SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021.
    • Untuk perjalanan dari dan menuju Pulau Jawa serta di dalam pulau Jawa, sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021, penumpang wajib:
      • Menunjukkan surat hasil uji test RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau uji Rapid Test Antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.
    • Untuk tujuan Pontianak (PNK), (persyaratan ini efektif sampai dengan tanggal 8 Februari 2021), sesuai dengan SE Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 No.5/2021, Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat No. 3596 Tahun 2020 dan Peraturan Gubernur Kalimantan Barat No 7 tahun 2011, penumpang wajib:
      • Penumpang wajib menunjukkan surat hasil uji test RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan, dan mengisi e-HAC Indonesia.
      • Selama berada di Provinsi Kalimantan Barat, penumpang wajib memiliki surat keterangan uji swab berbasis PCR negatif COVID-19 dengan masa berlaku selama 7 hari sejak tanggal pemeriksaan.
      • Anak-anak dibawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk untuk menunjukkan hasil negatif uji swab berbasis PCR, uji Rapid Test Antigen ataupun uji Rapid Test Antibodi (tidak memerlukan surat keterangan bebas COVID-19)
    • Untuk tujuan Pangkal Pinang (PGK), Medan (KNO) & Gunung Sitoli (GNS), Banda Aceh (BTJ), Palembang (PLM), Berau (BEJ), Lombok (LOP) penumpang diwajibkan menunjukan surat hasil uji RT-PCR negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan atau hasil uji Rapid Test Antigen negatif COVID-19 yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 2 x 24 jam dan wajib mengisi e-HAC Indonesia.
    • Untuk penerbangan transit tanpa keluar bandara, peraturan yang berlaku hanya merupakan peraturan dari daerah asal dan destinasi. Persyaratan atau aturan daerah transit tidak berlaku.
    • Mohon membaca peraturan terkait daerah khusus yang akan dituju agar penumpang bisa memenuhi kriteria dan persyaratan tambahan dari masing-masing daerah tersebut.
  11. Mengacu pada SE Satgas No. 3 Tahun 2020 dan SE Kemenhub No. 22 Tahun 2020, khusus untuk penumpang di bawah usia 12 tahun, tidak wajib membawa surat keterangan kesehatan berbasis PCR, Rapid Antigen, maupun Rapid Antibodi.


Untuk melihat dokumen lengkap mengenai Surat Edaran Nomor 9 tahun 2020 ini, Anda dapat mengaksesnya di sini.

Informasi Khusus Perjalanan Maskapai dalam Darurat COVID-19

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 10 Juni 2020, calon penumpang dengan maskapai Garuda Indonesia (GA), penumpang wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan SE No. 9/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan SE Menkes No. HK.03.01/MENKES/338/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  3. Untuk perjalanan domestik, penumpang perlu membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  4. Untuk perjalanan internasional dari Indonesia, penumpang wajib membawa hasil Uji PCR yang berlaku selama 14 hari. Hasil uji PCR tersebut wajib berasal dari Mitra Garuda Indonesia yang dicantumkan pada halaman ini.
  5. Bagi penumpang yang melakukan perjalanan internasional menuju Indonesia (selain menuju Denpasar (DPS) dan Balikpapan (BPN)), apabila tidak membawa hasil uji PCR akan tetap diizinkan masuk dengan kewajiban mengikuti prosedur PCR dan karantina oleh otoritas setempat sampai hasil PCR diterbitkan.
  6. Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Denpasar (DPS), penumpang perlu membawa dokumen sesuai Surat Edaran Gubernur Bali No. 305/GUGASCOVID19/VI/2020, di antaranya:
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit/laboratorium setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test/PCR (Polymerase Chain Reaction) atau Rapid Test metode dengan periode perjalanan maksimum 14 hari setelah tes dilakukan.
    • Form aplikasi untuk memperoleh kode QR sebagai kode verifikasi yang harus ditunjukkan kepada petugas bandara. Form aplikasi tersebut bisa diakses di https://cekdiri.baliprov.go.id.
  7. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Jakarta (CGK) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Penumpang wajib mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) pada aplikasi JAKI yang dapat diunduh di App Store maupun Google Play Store, dan menunjukkan QR Code kepada petugas Pemda DKI Jakarta.
    • Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
      1. Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 14 hari sejak diterbitkan; atau
      2. Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan; atau
      3. Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  8. Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Balikpapan (BPN), Samarinda (AAP), dan Kalimarau (BEJ), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub tentang Pengendalian Penumpang/Kedatangan di Pintu Masuk Kota Balikpapan pada Masa Pandemi, di antaranya:
    • Penumpang wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid Test).
    • Bagi penumpang yang tidak memiliki Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk uji PCR dapat membawa hasil Rapid Test non-reaktif sebanyak 2 kali pemeriksaan dan wajib melakukan isolasi mandiri di Balikpapan selama 14 hari.
    • Seluruh penumpang wajib membawa dokumen lainnya sesuai Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub.
    • Khusus untuk bandara kedatangan Kalimarau (BEJ), mengacu Surat Edaran GTPPC-19 Kabupaten Berau No: 400/200/GTPPCOVID19/SE/2020 berlaku persyaratan tambahan terkait dengan pemeriksaan kesehatan dan ketentuan menjalankan karantina mandiri jika tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
  9. Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan dan keberangkatan Jayapura (DJJ), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan sesuai dengan Pengumuman Gubernur Papua No: 440/8611/SET tentang Pencegahan, Pengendalian dan Penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Papua yang dapat ditemukan di sini.
  10. Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Gorontalo (GTO), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan tambahan sesuai dengan Pengumuman GTPPC-19 Provinsi Gorontalo No: 360/BPBD/413/VI/2020, yaitu Surat Izin Masuk Gorontalo pada aplikasi yang dapat diakses melalui https://covid-19.gorontaloprov.go.id, atau mengunduh aplikasi Sekitar Kita di https://bit.ly/sekitarkita, dengan masa berlaku surat izin yaitu 3 hari.
  11. Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Merauke (MKQ), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai dengan Surat DJPU Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara Mopah Merauke No: UM.002/491/VI/MPH-2020, yaitu hasil pemeriksaan Rapid Test harus diterbitkan maksimal 1 hari sebelum tanggal keberangkatan.
  12. Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan dan keberangkatan Biak (BIK), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai dengan Pengumuman Bupati Biak Numfor No: 550/302, yaitu hasil pemeriksaan Rapid Test harus diterbitkan maksimal 7 hari sebelum tanggal keberangkatan.
  13. Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara keberangkatan Manado (MDC), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Dinas Kesehatan Daerah No: 440/sekr/1473/VI/2020 tentang Penunjukan Rumah Sakit dan Laboratorium Pelaksana Pemeriksaan Rapid Test Terhadap Pelaku Perjalanan, yaitu pemeriksaan Rapid Test harus dilakukan di:
    • RSUP Prof. DR. R. D Kadou Manado
    • RSU Siloam Hospitals Manado
    • Laboratorium Klinik Prodia Manado
  14. Untuk perjalanan domestik di bandara keberangkatan dan kedatangan Timika (TIM), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai Kesepakatan Bersama Bupati Mimika No. 443.1/907, yaitu apabila penumpang tidak membawa surat keterangan bebas COVID-19, penumpang wajib mengikuti Rapid Test dan PCR (apabila hasil uji Rapid Test terbukti reaktif) dengan biaya sendiri.
  15. Untuk perjalanan domestik/internasional di bandara kedatangan dan keberangkatan Ambon (AMQ), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai dengan Surat Edaran pemerintah Kota Ambon Dinas Kesehatan No. 443/1597/Dinkes, yaitu:
  16. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Palu (PLW), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai Surat Gubernur Sulawesi Tengah No: 440/570/Dis.Kes, yaitu seluruh penumpang yang masuk ke wilayah Provinsi Sulawesi Tengah wajib menunjukkan surat keterangan uji Rapid Test negatif COVID-19 atau surat keterangan uji Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 14 hari setelah tanggal penerbitan.
  17. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan dan keberangkatan Nabire (NBX), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai Surat Pemerintah Kabupaten Nabire Sekretaris Daerah No 440/2037/SET perihal Protokol Perjalanan Orang Keluar dan Masuk Kabupaten Nabire dalam Penerapan Kebijakan Adaptasi Kebiasaan Baru, yaitu:
    • Surat kesehatan dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
      • Hasil Swab Test/ PCR negatif COVID-19 yang berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan untuk penumpang yang tidak memiliki KTP/ kartu identitas Nabire; atau
      • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 yang berlaku maksimal 5 hari sejak diterbitkan untuk penumpang yang memiliki KTP/ kartu identitas Nabire beserta surat keterangan terkait (KTP, KK, dan surat dinas/tugas)
    • Menunjukkan Surat Izin Masuk (SIM) Kabupaten Nabire yang ditandatangani oleh Bupati/Sekretaris Daerah/Ketua Harian Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Nabire.
  18. Untuk perjalanan internasional menuju semua bandara Malaysia, penumpang diwajibkan mengikuti proses karantina selama 14 hari di stasiun karantina yang telah ditetapkan pemerintah Malaysia dengan biaya mandiri.
  19. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.
  20. Seluruh dokumen harus dibawa termasuk fotokopi untuk dilaporkan pada Petugas Check-In Counter.
  21. Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone atau melalui website http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
  22. Penumpang wajib menggunakan masker selama penerbangan maupun di area bandara.

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 10 Juni 2020, calon penumpang maskapai Lion Air (JT), Wings Air (IW), dan Batik Air (ID) wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan SE No. 7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan. Untuk keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, penerbangan domestik di Terminal 2E dan penerbangan internasional di Terminal 3.
  2. Membawa identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  3. Membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  4. Persyaratan tambahan untuk keluar masuk di kota/ daerah tertentu:
    • Untuk perjalanan di bandara keberangkatan dan kedatangan Minangkabau (PDG), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai dengan Peraturan Gubernur No. 38 Tahun 2020 yaitu:
      1. Surat keterangan atau pengantar dari ketua RT domisili yang bersangkutan,
      2. Surat keterangan tes PCR negatif COVID-19 yang berlaku maksimal 7 hari atau surat keterangan Rapid Test negatif COVID-19 yang berlaku maksimal 3 hari sebelum keberangkatan,
      3. Mengisi daftar isian yang disiapkan petugas di bandara kedatangan PDG,
      4. Surat pernyataan bersedia melakukan isolasi mandiri (berlaku hanya di bandara kedatangan),
      5. Melaporkan diri pada RT ketika tiba di tempat tujuan (berlaku hanya di bandara kedatangan).
    • Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Denpasar (DPS), penumpang perlu membawa dokumen di antaranya:
      1. Surat keterangan sehat dari rumah sakit/laboratorium setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan.
      2. Formulir Kewaspadaan Kesehatan COVID-19 Provinsi Bali yang dapat diakses di https://cekdiri.baliprov.go.id.
    • Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Balikpapan (BPN), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub tentang Pengendalian Penumpang/Kedatangan di Pintu Masuk Kota Balikpapan pada Masa Pandemi, di antaranya:
      1. Penumpang dengan KTP non-Kalimantan Timur wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction), dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid test).
      2. Bagi penumpang yang tidak memiliki Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk uji PCR dapat membawa hasil Rapid Test non-reaktif sebanyak 2 kali pemeriksaan dan wajib melakukan isolasi mandiri di Balikpapan selama 14 hari.
      3. Penumpang dengan KTP Kalimantan Timur wajib memiliki surat keterangan Rapid Test negatif COVID-19 dari rumah sakit yang terdaftar di Kementerian Kesehatan RI.
      4. Seluruh penumpang wajib membawa dokumen lainnya sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub.
    • Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara keberangkatan Manado (MDC), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan khusus sesuai dengan Surat Edaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara Dinas Kesehatan Daerah No: 440/sekr/1473/VI/2020 tentang Penunjukan Rumah Sakit dan Laboratorium Pelaksana Pemeriksaan Rapid Test Terhadap Pelaku Perjalanan, yaitu pemeriksaan Rapid Test harus dilakukan di:
      1. RSUP Prof. DR. R. D Kadou Manado
      2. RSU Siloam Hospitals Manado
      3. Laboratorium Klinik Prodia Manado
      4. RSUP Ratatotok Buyat
      5. RSUD Sam Ratulangi Tondano
      6. RSUD Kota Kotamobagu
      7. RSUD Noongan
      8. RSUD Bitung
      9. RSUD Maria Walanda Maramis
      10. RSUD Datoe Binangkang
      11. RSUD Bolaang Mongondow Utara
      12. RSUD Bolaang Mongondow Selatan
      13. RS Siloam Paal Dua Manado
      14. RSUD Anugerah Tomohon
    • Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Gorontalo (GTO), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan tambahan sesuai dengan Pengumuman GTPPC-19 Provinsi Gorontalo No: 360/BPBD/413/VI/2020, yaitu Surat Izin Masuk Gorontalo pada aplikasi yang dapat diakses melalui https://covid-19.gorontaloprov.go.id atau mengunduh aplikasi Sekitar Kita di https://bit.ly/sekitarkita, dengan masa berlaku surat izin yaitu 3 hari.
    • Untuk perjalanan domestik dan internasional di bandara kedatangan Tarakan (TRK), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan tambahan sesuai dengan Surat Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Tarakan, yaitu penumpang dengan surat keterangan Rapid Test, negatif COVID-19 dan surat keterangan bebas gejala influenza tetap diwajibkan menjalani tes PCR dan melakukan isolasi di akomodasi yang telah disertifikasi di Kota Tarakan dengan biaya mandiri.
    • Untuk perjalanan di bandara kedatangan dan keberangkatan Kalimarau (BEJ), mengacu pada Surat Edaran GTPPC-19 Kabupaten Berau No: 400/200/GTPPCOVID19/SE/2020 berlaku persyaratan tambahan, yaitu:
      1. Penumpang wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction), dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid test).
      2. Pemeriksaan kesehatan dan ketentuan menjalankan karantina mandiri jika tidak memenuhi persyaratan kesehatan.
    • Untuk perjalanan ke area-area lain yang belum tercatat, penumpang dapat melakukan pengecekan terlebih dahulu terkait peraturan-peraturan khusus di area-area tersebut.
  5. Menjaga diri sendiri baik sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat, maupun di bandara kedatangan dengan cara:
    • Mengenakan masker
    • Mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer)
    • Mengikuti aturan jaga jarak aman (physical distancing);
    • Menjaga kebersihan;
    • Mengikuti petunjuk awak pesawat.

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 10 Juni 2020, calon penumpang dengan maskapai Citilink (QG), penumpang wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan SE No. 9/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan SE Menkes No. HK.03.01/MENKES/338/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  3. Untuk perjalanan domestik, penumpang perlu membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  4. Bagi penumpang yang melakukan perjalanan internasional menuju Indonesia (selain menuju Denpasar (DPS) dan Balikpapan (BPN)), apabila tidak membawa hasil uji PCR akan tetap diizinkan masuk dengan kewajiban mengikuti prosedur PCR dan karantina oleh otoritas setempat sampai hasil PCR diterbitkan.
  5. Untuk perjalanan menuju bandara Pontianak (PNK), penumpang wajib melengkapi seluruh dokumen sebanyak 4 (empat) rangkap.
  6. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Denpasar (DPS) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit/laboratorium setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan.
    • Form aplikasi untuk memperoleh kode QR sebagai kode verifikasi yang harus ditunjukkan kepada petugas bandara. Form aplikasi tersebut bisa diakses di https://cekdiri.baliprov.go.id.
  7. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Jakarta (CGK) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Penumpang wajib mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) pada aplikasi JAKI yang dapat diunduh di App Store maupun Google Play Store, dan menunjukkan QR Code kepada petugas Pemda DKI Jakarta.
    • Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
      1. Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
      2. Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
      3. Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  8. Untuk perjalanan di bandara kedatangan Balikpapan (BPN), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub tentang Pengendalian Penumpang/Kedatangan di Pintu Masuk Kota Balikpapan pada Masa Pandemi, di antaranya:
    • Khusus bagi penumpang non-KTP Kalimantan Timur, wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid Test).
    • Bagi penumpang yang tidak memiliki Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk uji PCR dapat membawa hasil Rapid Test non-reaktif sebanyak 2 kali pemeriksaan dan wajib melakukan isolasi mandiri di Balikpapan selama 14 hari.
    • Seluruh penumpang wajib membawa dokumen lainnya sesuai Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub.
  9. Surat Pernyataan Perjalanan Dalam Masa Penanggulangan Penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diunduh di sini.
  10. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.
  11. Seluruh dokumen harus dibawa termasuk fotokopi untuk dilaporkan pada Petugas Check-In Counter.
  12. Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone atau melalui website http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
  13. Penumpang wajib menggunakan masker selama penerbangan maupun di area bandara.
  14. Penumpang wajib mengikuti aturan menjaga jarak aman (physical distancing) minimal 1 meter dengan orang lain.

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 3 Juli 2020, calon penumpang maskapai Sriwijaya Air (SJ) dan NAM Air (IN) wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan SE No. 9/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 3 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  3. Untuk perjalanan domestik, penumpang perlu membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  4. Mohon membaca peraturan terkait daerah khusus yang akan dituju agar penumpang bisa memenuhi kriteria dan persyaratan tambahan dari masing-masing daerah tersebut.
  5. Khusus untuk penerbangan tujuan Kota Jayapura (DJJ) dengan tanggal keberangkatan hingga 29 September 2020, penumpang perlu memperhatikan beberapa persyaratan berikut:
    • Untuk calon penumpang yang berasal dari Papua, wajib menunjukkan:
      1. KTP atau tanda pengenal yang sah.
      2. Hasil Rapid Test atau hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19.
    • Untuk calon penumpang yang tidak berasal dari Papua, wajib menunjukkan:
      1. Surat Persetujuan Keluar Masuk (SPKM) dari Gubernur Papua.
      2. Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19.
    • Untuk calon penumpang yang tidak dapat memenuhi persyaratan, tidak diizinkan untuk melakukan perjalanan, sehingga dapat melakukan refund, reschedule, dan perubahan rute sesuai ketentuan yang berlaku.

Persyaratan Perjalanan Kereta Api

Selama masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman COVID-19, PT Kereta Api Indonesia menginformasikan syarat dan ketentuan terbaru untuk perjalanan kereta api keberangkatan tanggal 22 Desember 2020 s.d 25 Januari 2021.


Aturan COVID-19 di Pulau Jawa dan Sumatera :

  1. Penumpang wajib menunjukkan surat keterangan rapid tes antigen dengan hasil negatif paling lambat 3 x 24 jam atau H-3 sebelum keberangkatan.
  2. Penumpang anak-anak dibawah usia 12 tahun tidak diwajibkan melakukan test COVID-19
  3. Penumpang dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, hilang daya penciuman, diare, dan demam) dan suhu badan penumpang tidak lebih dari 37.3 oC.
  4. Penumpang wajib menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut serta menggunakan face shield.
  5. Sebelum melakukan perjalanan penumpang dihimbau untuk menggunakan pakaian pelindung (jaket atau lengan panjang).
  6. Wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan (3M).
  7. Tidak diperkenankan untuk berbicara satu arah maupun dua arah melalui telepon atau secara langsung pada saat selama perjalanan.
  8. Tidak diperkenankan untuk makan dan minum pada saat selama perjalanan yang kurang dari 2 (dua) jam, terkecuali bagi individu yang wajib mengkonsumsi obat-obatan dalam rangka pengobatan yang jika tidak dilakukan dapat membahayakan keselamatan dan kesehatan orang tersebut..

Rapid Tes Antigen COVID-19 di Stasiun Kereta Api

Mulai tanggal 21 Desember 2020, PT KAI menyediakan layanan Rapid Tes Antigen di stasiun dengan harga Rp 105.000. Layanan tersebut tersedia di stasiun berikut ini:

  • Stasiun Gambir
  • Stasiun Pasar Senen
  • Stasiun Kiaracondong
  • Stasiun Cirebon Prujakan
  • Stasiun Tegal
  • Stasiun Semarang Tawang
  • Stasiun Yogyakarta
  • Stasiun Surabaya Gubeng
  • Stasiun Surabaya Pasar Turi

Rapid Tes Antibodi COVID-19 di Stasiun Kereta Api

Mulai tanggal 27 Juli 2020, PT KAI telah menyediakan layanan Rapid Test COVID-19 di beberapa stasiun untuk pelanggan yang akan berangkat menggunakan Kereta API jarak jauh. Persyaratan yang harus dipenuhi penumpang adalah menunjukkan kode booking tiket KA jarak jauh dan membayar biaya sebesar Rp 85.000 dengan jam pelayanan mulai pukul 07.00 s.d 19.00. Berikut daftar stasiun yang menyediakan layanan tersebut:

  • Stasiun Gambir
  • Stasiun Pasar Senen
  • Stasiun Bandung
  • Stasiun Cirebon
  • Stasiun Semarang Tawang
  • Stasiun Purwokerto
  • Stasiun Yogyakarta
  • Stasiun Solo Balapan
  • Stasiun Surabaya Gubeng
  • Stasiun Surabaya Pasar Turi
  • Stasiun Malang

Syarat dan Ketentuan Penumpang KAI

  1. Menjaga diri sendiri dengan cara:
    • Mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer),
    • Mengikuti aturan jaga jarak aman (physical distancing),
    • Dalam kondisi sehat dan tidak terdapat gejala influenza, batuk, demam, hilang daya penciuman, diare atau sesak nafas,
    • Suhu badan penumpang tidak lebih dari 37.3 oC,
    • Penumpang wajib menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis atau masker medis menutupi hidung dan mulut
    • Menggunakan face shield dan masker dari stasiun keberangkatan, dalam perjalanan, sampai ke stasiun kedatangan,
    • Penumpang menggunakan pakaian pelindung (jaket atau pakaian lengan panjang),
    • Tidak menempati tempat duduk yang dilarang.
  2. Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR hasil negatif atau surat keterangan uji Rapid-Test Antibodi non reaktif yang berlaku 3x24jam dari tanggal keberangkatan.
  3. Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Tes PCR dan/atau Rapid-Test.
  4. Penumpang dari/tujuan Jakarta wajib mengisi Corona Likelihood Metric (CLM) pada aplikasi JAKI yang dapat ditemukan di App Store maupun Google Play Store.
  5. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.
  6. Apabila penumpang tidak mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku maka penumpang tersebut tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan kereta api dan dapat melakukan pembatalan tiket secara langsung melalui loket stasiun.

Persyaratan Perjalanan Bus

Selama masa transisi menuju new normal, sesuai dengan SE No. 7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), bus dan travel akan tetap beroperasi melayani perjalanan dengan syarat berikut ini:

  1. Penumpang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak (minimal 1 meter), dan mencuci tangan sebagai persyaratan melakukan perjalanan.
  2. Persyaratan perjalanan darat dari satu daerah ke daerah lainnya berdasarkan batas wilayah administrasi provinsi/kabupaten/kota:
    • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
    • Menunjukkan hasil test negatif COVID-19 berupa surat keterangan uji Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) atau surat keterangan uji Rapid Test. Masing-masing test tersebut harus berlaku maksimal 14 hari.
    • Menunjukkan surat keterangan bebas gejala, seperti influenza yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  3. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.



Peraturan Pembatasan Keluar Masuk Bali

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah munculnya kasus baru penyebaran COVID-19, Gubernur Bali telah menerbitkan Surat Edaran Nomor 10925 Tahun 2020. Peraturan ini berisi pemberlakuan ketentuan yang melarang individu untuk masuk Bali.

Larangan ini berlaku bagi semua individu, kecuali pekerja di sektor-sektor penting, individu yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat, dan individu yang menjenguk keluarga inti yang sedang sakit keras atau meninggal dunia.

Mereka pun harus memiliki QR Code yang dapat diperoleh dengan mengisi formulir melalui https://cekdiri.baliprov.go.id.

Individu-individu yang masih diperbolehkan bepergian adalah:

  1. Pekerja dan pelaku usaha yang bergerak pada sektor:
    • Percepatan penanganan COVID-19;
    • Pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum;
    • Kesehatan;
    • Kebutuhan dasar;
    • Pendukung layanan dasar;
    • Fungsi ekonomi penting.
  2. Pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
  3. Individu yang menjenguk keluarga inti yang sedang sakit keras atau meninggal dunia.
  4. Pekerja Migran Indonesia (PMI), mahasiswa, dan warga negara Indonesia yang pulang dari luar negeri, serta warga negara Indonesia lainnya yang dipulangkan oleh pemerintah dari luar negeri dengan alasan khusus.

Harap diketahui bahwa individu yang memenuhi kriteria di atas juga harus memenuhi syarat di bawah ini:

  1. Menunjukkan kode QR (QR Code) kepada petugas verifikasi. Kode QR dapat diperoleh dengan mengisi formulir melalui https://cekdiri.baliprov.go.id .
  2. Menunjukkan hasil tes negatif COVID-19 berdasarkan Polymerase Chain Reaction (PCR)/Rapid Test yang masih berlaku (tes harus dilakukan dalam 7 hari sebelum kedatangan).

Yuk, install Aplikasi Pegipegi
transaksi lebih Mudah, Murah dan banyak Promonya

Download Aplikasi pegipegi di Android Download Aplikasi pegipegi di ios

Daftarkan email Anda sekarang dan nikmati berbagai PROMO EKSKLUSIF dari Pegipegi!